
Waktu bergulir seperti berkejaran hingga tidak terasa waktu persalinan Ayara pun telah tiba. Seorang putri cantik yang diberi nama Cyra Kania Admaja. Putri yang kelahirannya sudah dinantikan selama enam tahun lamanya. Baik Ayara maupun Raka tidak bisa menutupi bagaimana bahagianya mereka saat ini.
“Sayang, terima kasih sudah melahirkan putri yang begitu cantik.” ucap Raka sambil mengecup kening istrinya yang saat ini sedang memangku buah hati mereka.
Ayara melengkungkan senyumnya. Dia elus pipi suaminya yang selama 24 jam ini menemaninya di ruang bersalin.
“Terima kasih juga sudah selalu menjaga kami” balas Ayara. Mereka berpandang-pandangan sambil tersenyum. Satu kata yang bisa menggambarkan perasaan mereka saat ini yaitu Bahagia.
….
Menyapa wajah lembut bercahaya
Aku telah bersiap untuk ini sejak lama
Tak kuasa menahan kejaran itu
Saat menyentuhmu untuk pertama kalinya
Demi Tuhan tak kan pernah ku siakan
Kau anugerah terindah yang terjadi di hidupku
Ku serahkan hatiku lukis cerita tentangmu
Akan ada jawaban atas segala doa
Manusia penyabar dan berpasang hati
Penantian ini begitu berarti
Menunggu sewindu menahankan rindu
Demi Tuhan tak kan pernah ku siakan
Kau anugerah terindah yang terjadi di hidupku
Ku serahkan hatiku lukis cerita tentangmu
Ku telah jatuh cinta bahkan sebelum berjumpa
Semoga dunia jaga bintang kecilku bersinar
Demi Tuhan tak kan pernah ku siakan
Kau anugerah terindah yang terjadi di hidupku
Ku serahkan hatiku lukis cerita tentangmu
Demi Tuhan tak kan pernah ku siakan
Kau anugerah terindah yang terjadi di hidupku
Ku serahkan hatiku lukis cerita tentangmu
Ayara memainkan piano sambil menyanyikan lagu Anugerah Terindah karya Naga di ruang keluarga dengan sang putri yang sedang tertidur dia letakkan di dalam kereta bayi di sebelahnya. Kini usia Cyra sudah menginjak enam bulan. Semenjak usia kandungan Ayara menginjak 8 bulan, dia sudah memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan ingin fokus pada kehamilannya. Ayara ingin menikmati perannya sebagai seorang Ibu bagi putri cantiknya itu.
Raka yang baru pulang mengajar langsung menghadiahi ciuman pada pipi istrinya kemudian bergegas masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri. Dia ingin segera bisa mengajak anaknya bermain karena bila dia tidak mandi jangan harap Ayara membiarkannya untuk menyentuh Cyra bahkan sehelai rambutpun tidak boleh.
Lima belas menit saja Raka sudah selesai mandi. Dia membelai pipi Cyra yang masih terlelap dalam tidurnya.
“Pa, kader di posyandu sudah minta mama untuk pasang KB. Kan Mama sudah mens lagi setelah masa nifas” ucap Ayara menyampaikan informasi dari kader di posyandu tadi pagi.
Raka terkekeh.
“Tidak usah pakai KB. Cyra saja kita harus menunggu lima tahun. Jadi tidak usah khawatir” ucap Raka menenangkan.
“Kalau aku hamil bagaimana?” tanya Ayara pula.
“Ya tidak apa-apa, berarti Cyra cepat punya adik” jawab Raka santai.
“Ihh.. tapi kan Cyra masih kecil” ucap Ayara sedikit kesal.
“Tapi kan Papa ada masalah Ma, jadi tidak mungkin bisa jadi secepat itu”.
Raka tidak mau kalau harus pakai KB malah nanti semakin sulit untuk mendapatkan adiknya Cyra, mengingat mereka memerlukan waktu hingga lima tahun agar bisa ada Cyra di rahim istrinya.
“Awas ya nanti kalau aku hamil, kamu harus tanggung jawab!” ucap Ayara ketus.
Raka kembali terkekeh.
“Aku sudah tanggung jawab bahkan sebelum Cyra lahir sayang, kita kan sudah menikah” sahut Raka sedikit bercanda.
Ayara mencubit pipi Raka saking gemasnya karena terdengar Raka tidak serius dengan perkataannya.