If You Leave My World

If You Leave My World
Tidak Menyerah



Raka menyusul Ayara ke kontrakannya. Beberapa kali dia mengetuk pintu itu tapi Ayara sama sekali tidak berniat membukakannya.


Ayara berpikir kalau sekarang Raka sedang dicampakkan kekasihnya hingga dia berusaha mengejar Ayara kembali.


Ayara tidak akan mempermalukan dirinya untuk menerima Raka kembali lalu dicampakkan lagi.


"Sayang... Buka pintunya. Izinkan aku menjelaskan semuanya." ucap Raka sambil terus mengetuk pintu rumah Ayara.


Ayara mentulikan telinganya. Dia memilih masuk ke dalam kamar dan memutar musik kencang. Tapi Raka tidak menyerah sampai disana. Dia tetap menunggu dan tidak sedikitpun niatan untuk meninggalkan kontrakan istrinya.


Chiko yang melihat keberadaan Raka dirumah Ayara terlihat begitu kesal. Dia memanggil beberapa warga dan mengatakan kalau ada orang yang berbuat kegaduhan di rumah Ayara.


Beberapa orang itu pun datang mendekati Raka.


"Ada yang bisa kami bantu pak?" tanya salah satu warga mewakili yang lain. Kurang lebih ada 7 orang warga.


"Mohon jangan membuat kegaduhan disini" ucap yang lain menimpali.


Raka mengatupkan tangan di depan dada. Memohon maaf pada warga disana. Dia juga menjelaskan dengan sopan kalau dia adalah suami si pemilik rumah.


Awalnya warga tidak percaya , sampai Raka kemudian memperlihatkan akta nikahnya yang dia simpan di drive ponselnya.


Warga itu pun paham dan memperingatkan Raka untuk menyelesaikan semuanya tanpa membuat keributan. Sekali lagi Raka meminta maaf kepada warga tersebut sebelum mereka membubarkan diri.


Chiko yang melihat dari jauh cukup kesal karena tidak sesuai expektasinya. Dia kira warga akan langsung menghajar Raka seperti yang ada di sinetron. Menghakimi sesuka hati, Chiko kira akan seperti itu. Tapi ternyata malah selesai dengan gampang.


Ah sial ! umpat Chiko dalam hati.


Raka memutuskan untuk menunggu Ayara di teras rumahnya. Dia akan menunggu sampai Ayara mau berbicara dengannya.


Hingga malam tiba, Ayara tetap saja tidak berniat membukakan pintu. Sungguh Ayara masih kecewa dengan sikap Raka.


Sayang, bisakah kita bicara sebentar? Aku ingin menjelaskan semuanya.


Tulis Raka pada pesan yang dia kirim pada istrinya.


Ayara hanya membaca pesan itu tanpa berniat membalasnya.


Raka kembali menulis pesan pada Ayara.


Kali ini Ayara membalasnya.


Pulanglah, aku ingin sendiri dulu.


Raka sangat kecewa membaca pesan istrinya. Tapi Raka tidak bisa berbuat apa-apa karena ini memang kesalahannya. Raka sudah mempermainkan perasaan istri yang begitu dia cintai.


Raka kemudian pergi dari rumah Ayara. Melihat kepergian Raka dari balik jendelanya, Ayara hanya bisa menghela nafas berat.


Kenapa kamu kembali? Apa maumu? Apa kamu telah dicampakkan ? Apa kamu pikir aku ini ban cadangan?


Air mata Ayara kembali berjatuhan.


Lemah sekali kamu Ayara...bukankah selama beberapa hari ini kamu sudah bisa menerima keadaan? Tapi kenapa sekarag kamu kembali cengeng seperti ini? Jangan gampang termakan rayuan seorang pria. Ingat semua pria itu sama saja. Mereka egois dan buaya!


Tak berapa lama Raka ternyata kembali dengan menenteng bungkusan di tangannya.


Tok


Tok


Tok


Raka kembali mengetuk pintu Ayara tapi dia harus kembali merasa kecewa karena Ayara sama sekali tidak berniat membukakan pintu untuknya.


Raka menggantung bungkusan itu di daun pintu milik Ayara.


Dia kemudian mengirim pesan pada sang istri


Sayang, Aku membeli nasi goreng seafood kesukaanmu, jangan lupa dimakan ya.


Setelah mengirim pesan itu Raka pun meninggalkan rumah Ayara dengan perasaan yang tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata.


Bersambung...