
Deni baru sempat menghubungi Ayara hari ini. Pekerjaannya yang cukup banyak serta masalah yang dia miliki sendiri membuatnya baru bisa menghubungi Ayara sekarang.
Dia sudah berada di depan pintu kontrakan Ayara. Sebelumnya dia sudah menghubungi Ayara melalui sambungan telepon. Setelah beberapa kali pintu itu di ketuk, akhirnya dibukalah pintu itu oleh sang pemilik rumah.
Penampilan Ayara tidak jauh berbeda dengan Raka. Mereka sama-sama tidak memiliki gairah hidup.
"Duduk Den" ucap Ayara masih bisa tersenyum.
"Aku buat minuman dulu ya" ucapnya pula.
Deni pun menganggukkan kepalanya.
Tak lama kemudian, Ayara sudah kembali dengan secangkir kopi dan satu toples kue kering di tangannya.
"Diminum dulu Den" ucap Ayara sambil meletakkan secangkir kopi dan kue di depan Deni.
Ayara pun mendudukkan diri di sebelah Deni.
Deni menyeruput kopinya sambil meniupkannya sesekali.
Dia tidak ingin terburu-buru. Deni ingin pembicaraannya dengan Ayara sesuai yang dia harapkan.
“Gimana kabarmu Ay?” tanya Deni sambil meletakkan cangkir kopinya.
“Menurutmu bagaimana?” Ayara balik bertanya dengan tersenyum, berusaha seperti biasa ketika berbicara dengan Deni.
“Menurutku kamu tidak baik-baik saja. Ada apa sih sebenarnya dengan kalian? Bukankah kalian saling mencintai” ucap Deni mengungkapkan rasa penasarannya.
Ayara tidak tau sejauh mana Deni sudah mengetahui hubungannya dengan Raka. Ayara sendiri bingung menyampaikannya.
“Kenapa kalian memutuskan untuk bercerai? Bukankah kalian saling mencintai?” lanjut Deni pula.
Ayara terlihat menghela nafas berkali-kali.
“Kenapa kamu tidak tanyakan langsung pada Raka?” Ayara balik bertanya.
Huft.
Deni terlihat menghela nafas berat.
“Aku sebenarnya bingung dengan kalian. Masih saling mencintai tapi malah memilih bercerai” ucap Deni yang tidak habis pikir dengan tingkah kedua sahabat baiknya.
“Harusnya kamu tanyakan kepada Raka kenapa dia berselingkuh dariku” ucap Ayara mengungkapkan isi hatinya.
“Hah? Raka selingkuh?” ucap Deni tidak percaya.
Ayara pun menganggukkan kepalanya.
“Tidak mungkin Ay. Raka mana mungkin selingkuh” ucap Deni yang sangat tidak mempercayai ucapan Ayara.
“Dia sendiri yang bilang begitu.” ucap Ayara bersikukuh.
“Kalau memang benar yang kamu ucapkan. Siapa wanita itu?” tuntut Deni.
“Aku pun tidak tau. Raka hanya bilang dia sudah memiliki wanita idaman lain karena ingin memiliki anak” jawab Ayara apa adanya.
“Aku sangat yakin Raka tidak memiliki wanita idaman lain. Aku tau dia dengan baik. Dia hanya mencintaimu Ay” ucap Deni.
“Tapi dia sendiri yang bilang begitu” ucap Ayara masih dengan pendiriannya.
“Coba jelaskan kejadiannya sama aku” pinta Deni kemudian.
“Aku pun tidak mengerti sama sekali, awalnya kami baik-baik saja. Aku duduk di sofa dan dia di atas ranjang. Tiba-tiba saja dia bangun dan memasukkan baju-bajunya ke dalam koper dan mengajak berpisah.” cerita Ayara.
“Lalu?” tanya Deni penasaran.
“Lalu aku tanyalah apakah dia mempunyai wanita idaman lain. Dan dia bilang iya.” terang Ayara.
“See.. bukan dia yang mengatakan kalau dia memiliki wanita idaman lain. Tapi kamu yang bertanya. Aku yakin alasannya bukan itu” ucap Deni yang seperti menemukan titik terang.
“Aku sangat yakin Ay, Raka tidak mungkin berselingkuh. Dia pasti mempunyai alasan yang dia tidak bisa ceritakan padamu” ucap Deni mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya.
Ayara terdiam. Dia seperti memikirkan baik-baik apa yang Deni ucapkan.
“Kalau memang benar apa yang kamu ucapkan, lalu apa alasannya dia ingin berpisah?”. Jujur Ayara bingung sekali sekarang.
Deni mengedikkan bahu. Dia pun tidak mengetahui alasannya.
“Aku sangat yakin dia tidak berselingkuh. Kamu ingatkan dengan Yulia teman SMA kita” ucap Deni.
Ayara pun menganggukkan kepala. Semua orang pasti mengenalnya. Yulia si cewek populer dan paling cantik diangkatan mereka.
“Kamu juga pasti masih ingat kejadian dimana Raka menolak Yulia di depan umum kan?” ucap Deni pula.
Ayara pun menganggukkan kepalanya.
Saat itu dia dan Raka belum saling mengenal. Tapi dia sangat ingat kejadian itu. Dimana Yulia menyatakan perasaannya di depan banyak siswa. Yulia dengan percaya diri tanpa pendekatan terlebih dahulu langsung meminta Raka menjadi kekasihnya. Raka yang memang tidak memiliki perasaan apapun pada Yulia dengan tegas menolak pernyataan cinta tersebut. Begitulah kira-kira.
“Raka menolak pernyataan cinta dari bidadari sekolah karena dia mencintaimu. Beberapa bulan setelah kejadian itu bukankah dengan gencarnya dia mendekatimu?”.
“Tapi kamu beberapa kali menolak padahal Aku tau kamu juga menyukai Raka. Tapi dia tidak pantang menyerah dan selalu mencari cara agar kamu menerima cintanya. Apa sampai disini kamu masih tidak yakin kalau dia sangat mencintaimu? Apa selama kalian menjalin kasih Raka pernah main mata dengan wanita lain? Raka itu setia Aya. Bagaimana mungkin dia bisa berselingkuh? Kamu tau malam itu dia sudah seperti orang gila. Dia menangis saat berpisah darimu di taman. Aku mengejarnya tapi dia tidak mau bercerita. Cobalah berbicara baik-baik dan dari hati ke hati, Aku ingin hubungan kalian kembali seperti dulu” ucap Deni panjang lebar.
Ayara memikirkan dengan baik apa yang Deni ucapkan. Memang seharusnya dia berbicara dari ke hati dengan Raka dan menyelesaikan semuanya dengan kepala dingin.
“Tiga hari lagi aku akan mengantarmu bertemu dengan Raka. Kalian memerlukan orang ketiga untuk menyelesaikan masalah ini. Dan Aku yang akan menjadi orang ketiganya” ucap Deni pula.
Ayara menundukkan kepalanya.
Tak terasa air matanya sudah menetes.
“Terima kasih Den. Selama ini Aku tidak berani bertemu dengan Raka karena Aku takut sakit hati lagi. Aku takut mengetahui kenyataan kalau ternyata dia sudah memiliki wanita idaman lain sejak lama” ucap Ayara dengan terisak.
Deni menepuk-nepuk pundak Ayara.
“Aku sangat yakin dengan Raka. Dia tidak mungkin berselingkuh” ucap Deni meyakinkan.
Bersambung...