If You Leave My World

If You Leave My World
Manajemen Training



Selamat membaca ❤️


.


.


Sesuai jadwal, Ayara, Astrid dan Damar akan melakukan manajemen training pada karyawan villa X selama kurang lebih tujuh hari. Astrid ternyata serius dengan ucapannya. Dia tidak mengijinkan Chiko untuk ikut bersama. Astrid tidak mau dibuat jantungan dan mual lagi dalam perjalanan ke villa oleh Chiko.


“Kamu kenapa kesal sekali sama Chiko?” tanya Damar pada Astrid yang duduk disebelahnya. Astrid dan Damar duduk di depan sedangkan Ayara duduk di kursi penumpang.


“Kesal Aku sama Chiko. Bawa mobil sudah seperti pembalap. Dia gak mikir apa kalau sampai Villa kita harus kerja?, dia egois mikirin dirinya sendiri” ucap Astrid mengungkapkan kekesalannya.


Ayara bisa memahami apa yang Astrid katakan. Karena Astrid memang sangat totalitas dalam bekerja dan memang saat itu Chiko sedikit kekanakan.


“Biasa dia kan masih bujang. Kamu yang lebih dewasa harus maklum.” ucap Damar seperti biasa yang selalu tenang dan tidak tersulut emosi. Itulah kenapa Astrid memilih Damar sebagai partner manajemen training kali ini.


“Iya tapi sekarang perjalanan jauh aku tidak mau dia kembali berulah” ucap Astrid menimpali.


Ayara sendiri memilih melihat keluar jendela. Pemandangan menuju villa X begitu memanjakan matanya. Suasana pedesaan yang begitu asri dan sejuk.


“Ra, sepupuku minta tanda tangan Raka. Boleh gak?” tanya Astrid sambil menoleh ke belakang. Ayara ngelag sebentar mendengar pertanyaan Astrid.


“Boleh kan?” tanya Astrid mengulang pertanyaannya.


“Oh iya boleh mbak. Nanti sampai rumah Aku mintain ya” jawab Ayara sedikit gugup.


Astrid pun menganggukkan kepalanya.


“Videonya beberapa hari lalu trending lho Ra. Suamimu memang konten kreator sejati. Itu dia edit sendiri ya? Sudah profesional sekali” ucap Astrid kagum.


“Iya mbak. Raka memang dulu pernah ikut kursus video editing.” jawab Ayara menjelaskan.


“Tapi kalau Aku kayaknya kalau kursus pun gak bakalan bisa seperti Raka” ucap Astrid sambil tertawa.


“Sudah lama tidak main ke kantor ya si Raka?” kini Damar ikut nimbrung.


“Iya, sudah cukup lama. Biasanya hari jumat gitu pasti kadang-kadang dia jemput kan?” ucap Astrid menimpali.


Jujur inilah yang membuat Ayara bingung menjelaskan. Tidak mungkin memang dia berbohong terus-terusan. Tapi saat ini dia belum bisa mengakui semuanya.


“Iya Raka sibuk banget karena anak didiknya ikut olimpiade” jawaban yang menurut Ayara paling masuk akal. Untung saja Damar dan Astrid bisa menerimanya.


“Kita istirahat makan dulu ya” ajak Damar karena sebentar lagi jam 12 siang. Astrid dan Ayara pun mengangguk setuju.


Mereka mencari rumah makan berdasarkan rekomendasi mbah gugel.


Tibalah mereka di sebuah rumah makan yang cukup ramai. Makanan yang disediakan beragam. Ketiganya memesan makanan yang berbeda-beda. Di sebelah kiri restoran terdapat spot foto yang sangat bagus karena dibelakangnya terdapat hamparan gunung yang indah. Astrid mengajak Ayara berfoto disana. Sejujurnya Ayara sangat malas berfoto tapi tidak enak juga menolak ajakan Astrid.


Astrid beberapa kali mengambil foto dirinya sendiri, foto mereka berdua, bertiga, dan foto Ayara dan damar sendiri-sendiri juga. Astrid segera mengupload di sosial media tidak lupa menandai Ayara juga Damar.



Raka baru saja selesai mengajar. Dia hendak beristirahat di kantin bersama rekan-rekan guru yang lain. Sambil menunggu pesanannya, iseng dia membuka sosial media miliknya. Raka tidak bisa menutupi rasa bahagianya melihat foto istrinya disana. Reflek dia langsung memencet tombol love pada postingan tersebut.


Setelah sekian lama akhirnya Raka bisa tersenyum. Melihat Ayara yang terlihat baik-baik saja membuat Raka sedikit lega.


“Kamu sangat cantik sayang” ucap Raka dalam hati.


Difoto itu Ayara mengenakan kemeja berwarna kuning gading dengan sedikit rempel di depannya. Kemeja lengan panjang ala korea. Ayara juga mengenakan celana bahan berwarna coklat gelap dan heels berwarna putih. Riasannya sangat natural serta rambutnya dibiarkan tergerai begitu saja. Ayara memang selalu mengenakan pakaian yang sopan. Sangat jarang dia mengenakan dress atau rok bila bekerja. Kecuali bila pergi dengan Raka baru dia sengaja berdandan lebih cantik. Tapi bagi Raka, seperti apapun penampilan Ayara akan selalu cantik baginya.


Beberapa guru yang beristirahat bersama Raka pun sedikit terheran karena melihat rekan kerjanya yang sering terlihat murung ini sekarang begitu ceria. Senyumnya begitu tulus saat melihat handphone yang dia bawa.


"Wah... Cantik sekali. Siapa itu pak?" tanya guru itu yang bernama Andi.


"Istri saya pak" jawab Raka sambil tersenyum.


"Ooo pantesan Pak Raka senyum-senyum begitu. LDR ya pak?" ucap Andi pula.


Raka pun menganggukkan kepalanya kemudian kembali melihat foto Ayara yang begitu dia rindukan.


...


"Cie... Langsung di like dong sama suami kamu" ucap Astrid saat melihat notifikasinya.


"Hah?" tanya Ayara tidak mengerti.


"Ini foto kita yang tadi di like sama suami kamu" ucap Astrid sambil memperlihatkan foto yang tadi dia upload.


Memang benar ada nama Raka yang memberikan like di postingan tersebut.


Apakah boleh Aku bahagia? Atau kamu hanya tanpa sadar memencet tombol love? Iya pasti itu. Tidak mungkin Raka memberikan like pada fotoku. Raka sudah memiliki wanita idaman lain. Sadar Ayara... Sadar... Jangan besar kepala.


Ayara terus meyakinkan dirinya kalau Raka tidak mungkin sengaja memberikan like pada foto dirinya.


"Ciee sampai melamun" goda Astrid.


Ayara hanya tersenyum tipis. Tidak membalas godaan Astrid.


"Kesepian dong suaminya ditinggal seminggu kesini" ucap Astrid pula.


Mbak gak tau saja sudah sebulan ini Aku merasa kesepian. Ucap Ayara dalam hati.


Lagi Ayara hanya tersenyum tipis.


"Ra.. Kok Aku ngerasa kamu tidak secerewet biasanya. Dulu kamu selalu heboh, gampang tertawa, suka jahil. Tapi kenapa diam aja sih? Iya gak Mar?" tanya Astrid mencari sekutu pada Damar.


Damar pun menganggukkan kepalanya.


"Iya, kamu kebanyakan melamun. Ada masalah?" ucap Damar menimpali.


Ayara dengan cepat menggelengkan kepalanya.


Memang susah orang yang dulunya ceria dan manja kini berubah menjadi pendiam. Orang-orang pasti langsung bertanya-tanya ada apa pada diri Ayara.


"Gak ada kok. Cuma kurang enak badan aja." Jawab Ayara beralasan.


"Kamu sakit? Kenapa gak minta Cindy aja yang kesini?" tanya Astrid terdengar khawatir.


"Nggak kok mbak, cuma sering pegal-pegal aja" jawab Ayara mencoba senatural mungkin. Dia bahkan menambahkan kata hehehe dibelakang kalimatnya.


"Kebanyakan malam panas ya?" tanya Damar seperti pertanyaan khas lelaki kebanyakan.


Mendengar itu membuat Astrid menjadi tertawa.


"Bisa jadi itu Mar. Kita juga dulu kan begitu" ucap Astrid menimpali.


"Kalau Aku dulu sama sekarang sama saja" ucap Damar diselingi tawanya.


Untung saja obrolan tentang Ayara sudah teralihkan tentang obrolan khas orang dewasa.


Bersambung...