If You Leave My World

If You Leave My World
Bagaimana Caranya?



Happy Reading ❤️


Ayara menantikan kelanjutan ucapan Chiko karena dia sudah cukup lama menjeda ucapannya.


“Bagaimana caranya Ko?” tanya Ayara akhirnya.


“Kita urus gugatan cerainya, jadi kamu hanya bertemu di pengadilan. Kamu tidak perlu lagi berinteraksi dengannya. Hingga yang kamu takutkan tidak mungkin terjadi. Kamu tidak akan melihat dia bersama selingkuhannya. Saat kamu sudah bercerai, pergi jauh-jauh dari hidupnya.” ucap Chiko menjelaskan idenya.


Ayara bimbang. Memang sudah seharusnya dia segera mengurus perceraiannya. Tapi dia masih merasa tidak ikhlas. Haruskah hubungan yang sudah terjalin lama berakhir seperti ini? Begitulah kira-kira isi hati Ayara. Lama Ayara berpikir, dengan cukup banyak pertimbangan Ayara akhirnya mengangguk setuju. Sudah seharusnya dia melepaskan Raka.


“Bagus. Besok Aku antar kamu menemui pengacara kenalan ku. Namanya Pak Finn. Dia sudah beberapa kali menangani kasus perceraian” ucap Chiko yang tidak bisa menutupi rasa leganya. Dia senang karena sebentar lagi orang yang dia cintai akan berstatus single.


“Kamu masak apa?” tanya Chiko basa basi. Dia sudah melihat 3 jenis masakan di atas meja.


“Ayo makan bersama, Aku masak banyak. Ada tongseng dan tempe bacem” Ucap Ayara sambil menyerahkan piring untuk Chiko. Chiko kemudian menyendokkan nasi untuk dirinya dan juga Ayara. Dia akan membuat Ayara mencintai dirinya.


“Terima kasih” ucap Ayara saat Chiko menyerahkan piring yang sudah berisikan nasi dan juga lauk pauknya. Selama makan tidak ada obrolan di antara keduanya. Yang terdengar hanyalah suara dentingan garpu dan sendok yang beradu dengan piring.


“Nanti kamu sering-sering ya masak banyak kayak gini biar aku gak order online makanan terus” ucap Chiko memulai obrolan.


Ayara hanya tersenyum tipis saja.


“Kalau makan masakan kamu setiap hari bisa-bisa aku jadi gendut” ucap Chiko pula.


Lagi Ayara hanya tersenyum kecil saja. Saat ini dia merasa tidak tertarik membahas apapun karena yang ada dipikirannya hanya Raka.


Raka…Apa hari ini kamu sudah makan? Aku masak makanan kesukaan kamu lho.. Tapi bukan kamu yang makan masakan Aku.



Raka baru saja selesai memasak makan malam. Dia hanya memasak 1 jenis makanan. Nasi goreng seafood makanan kesukaan Ayara. Rupanya mereka membuat makanan kesukaan pasangan masing-masing.


Raka memakan masakan itu sambil meneteskan air mata. Sebulan ini hanya kesepian yang menemaninya. Tidak ada kata-kata penuh cinta yang mereka ucapkan setiap makan malam bersama. Ayara dengan sikap manjanya sesekali akan minta disuapi suaminya. Satu hal yang paling Raka rindukan, yakni sikap manja Ayara.


“Sayang…Aku masak nasi goreng seafood kesukaanmu. Kamu malam ini makan apa? Kamu sudah makan kan?”.


Raka kembali memasukkan sesuap nasi goreng ke mulutnya. Inilah alasan Raka semakin kurus. Rasanya makanan terasa pahit bila masuk ke mulutnya. Dia sangat merindukan suasana makan bersama sang istri.



Keesokan harinya, Chiko mengantar Ayara ke Firma hukum milik pengacara terkenal yaitu Finn Ragarta Kusuma. Pengacara Finn menyambut kedatangan mereka dengan hangat. Ayara menyampaikan secara terbuka kepada Finn tentang maksud dan tujuannya datang kesana. Ayara tidak mengatakan alasan kenapa mereka berpisah. Ayara hanya mengatakan sudah tidak ada kecocokan. Tapi ternyata diluar dugaan pengacara tersebut malah meminta Ayara untuk memikirkan tentang rencana perceraian tersebut karena pernikahan bukanlah sebuah permainan. Tapi disini Chiko lah yang paling bersemangat. Dia mengatakan kalau Raka telah berselingkuh lalu pergi dari rumah.


“Maaf Pak Finn, tapi aku tidak akan menggunakan alasan perselingkuhan itu, Aku tidak ingin suamiku dipecat dari pekerjaannya. Dia sangat mencintai pekerjaannya pak” ucap Ayara yang sekuat tenaga menahan laju air matanya.


Finn tertegun. Dia bisa melihat ketulusan dari kliennya.


“Baik, akan saya pelajari lebih dulu ya, Bu. Untuk data-datanya bisa dilengkapi terlebih dahulu” ucap Finn akhirnya.


Hampir dua jam Ayara berdiskusi dengan Finn. Ayara berharap langkah yang dia ambil sudah tepat.



“Kamu kenapa? Kamu harus belajar ikhlas Ra” ucap Chiko. Mereka sudah berada di salah satu restoran tidak jauh dari kontrakan mereka. Restoran yang sama saat Raka mengajak Chiko untuk bertemu beberapa waktu lalu.


“Iya, tapi tidak segampang itu Ko. Aku dan Raka sudah bersama-sama selama sebelas tahun. Tak mudah buatku untuk melupakan dia” ucap Ayara sejujurnya.


“Tapi dia sudah selingkuh. Apa tukang selingkuh seperti dia akan kamu maafkan?” ucap Chiko menekan kesabarannya.


“Bukan begitu maksudku, Ko. Hanya saja untuk mengikhlaskan semuanya aku butuh waktu. Tidak mudah buatku untuk melepas bayang-bayang Raka” jawab Ayara sepelan mungkin. Dia tidak ingin menjadi pusat perhatian pengunjung restoran mengingat mereka tidak berada di tempat private.


“Iya tapi kamu berusaha juga dong untuk melupakannya. Bukan malah terus mengingat-ingat dia. Move on” ucap Chiko yang terdengar kesal.


Ayara tidak mengerti kenapa Chiko bisa se emosi ini. Ayara hanya manusia biasa, tidak segampang itu dia bisa melupakan Raka. Sebelas tahun bukanlah waktu yang sebentar. Terlalu banyak kenangan manis yang Ayara dan Raka sudah tinggalkan hingga begitu sulit untuk melupakannya. Rasanya Ayara tidak bisa melupakannya sampai kapanpun. Kenangan itu akan selalu dia ingat di hati dan pikirannya. Selama sebelas tahun itu tidak ada pertengkaran yang hebat, hanya berdebat kecil lalu baikan. Saat Raka meninggalkan rumah pun mereka tidak banyak berdebat karena Raka hanya diam dan memilih pergi begitu saja. Menyisakan Ayara yang menangis pilu.


Raka tidak pernah sekalipun membentak dirinya. Dia lebih memilih memberitahu secara baik-baik. Raka adalah pria paling sabar yang pernah Ayara kenal.


Jadi ketika Chiko terus memberikan kata-kata sindiran tentang Raka , Ayara seolah tidak bisa menerimanya. Dialah yang lebih tau tentang Raka. Walau Raka mengatakan sendiri kalau dia berselingkuh entah kenapa Ayara sampai saat ini belum bisa mempercayainya.



Chiko berdiri di tepi danau buatan. Hari sudah sangat larut. Tidak ada siapapun disana selain dirinya. Dia berteriak sekencang mungkin hingga burung-burung yang ada disana sampai terganggu karenanya.


“Apa yang harus aku lakukan agar Ayara bisa melupakan Raka? Kenapa begitu susah membuat Ayara membenci dia? Apa aku harus membuatkan bukti perselingkuhan palsu Raka agar Ayara percaya? Persetan nanti kalau Raka dipecat dari pekerjaannya. Dia sendiri yang memulai sandiwara ini. Bukan salahku bila aku membumbuinya sedikit” ucap Chiko dengan begitu emosi.


Tapi setelah mengatakan itu Chiko kembali merenung. Dia tidak mungkin melakukan itu. Itu sama saja dengan menciptakan kebohongan baru. Bila Ayara tau kemungkinan Ayara akan sangat membenci Chiko. Chiko tidak mau kalau sampai Ayara sampai membenci dirinya.


Cindy saja sampai saat ini belum bisa dekat lagi dengan Ayara dan Chiko tidak ingin dia bernasib sama dengan Cindy.


Bersambung...