If You Leave My World

If You Leave My World
Bertemu



Hari minggu tiba, mereka sekeluarga kembali jalan-jalan ke pantai. Azka sangat senang bermain pasir di pantai hingga hampir setiap minggu mereka meluangkan waktu kesana. Apalagi Alam masih di Indonesia belum bekerja lagi, kesempatan ini mereka gunakan untuk berlibur bersama.


Raka sudah menggelar tikar plastik sebanyak 2 buah di pantai karena mereka lumayan berbanyak. 4 orang dewasa dan 2 balita.


Azka seperti biasa langsung bermain pasir ketika sudah sampai. Kini Alam dan Azka yang bermain pasir sedangkan Raka dan Ayara saling merangkul dengan Amina duduk di pangkuan Ayara.


"Sayang...Aku mau jagung rebus" rengek Ayara. Melihat ada Ibu-Ibu lewat membawa jagung ditangannya membuat Ayara ingin memakan sama persis seperti itu.


"Iya, tunggu sebentar ya" ucap Raka lembut lalu mencium puncak kepala Ayara sekilas sebelum beranjak dari duduknya.


Ibu yang biasanya mengubur kaki di pasir sekarang memilih berenang, Azka yang melihat neneknya berenang pun ikut berenang.


Tinggallah Alam, Ayara dan Amina disana.


"Kak Raka mana Kak?" tanya Alam pada Kakak iparnya.


"Masih beli jagung, tiba-tiba aja kepengen jagung" jawab Ayara sambil terkekeh.


"Ya wajar Ibu ngidam memang banyak maunya" ucap Alam menanggapi.


"Kalau cuma jagung masih gampang Kak, beda lagi kalau Kakak minta gundulin rambut tetangga" imbuhnya.


Ayara tertawa mendengar ucapan Alam.


"Memang ada?" tanya Ayara yang sama sekalu tidak percaya.


"Ada, mantan istriku begitu. Tapi Aku tidak menurutinya" jawab Alam.


"Ah..bercanda kamu" ucap Ayara masih tidak percaya.


"Bener Aku nggak bohong, pernah juga minta makan duren campur soda. Aneh-aneh keinginannya. Semua tidak aku turuti. Tapi syukur Azka tidak ileran" ucap Alam terdengar serius.


Saat itu juga ada seseorang mendekati mereka.


"Oh...jadi begini kelakuan kalian? Berdua-duaan? Kak Aya mendekati Alam agar bisa hamil rupanya?" tuduh Novi tidak berperasaan.


Mendengar tuduhan kejam yang keluar dari mulut Novi membuat Alam begitu geram.


Bukannya memberi salam dan menyapa anaknya tetapi dia malah mengeluarkan kata-kata tidak berperasaan.


Novi memegang pipinya bekas tamparan Alam. Air matanya sudah jatuh bercucuran.


"Kamu memang wanita bermulut sampah!" Maki Alam geram.


"Kalau hatimu masih saja terus busuk seperti ini hidupmu selamanya Akan tidak pernah puas" imbuhnya.


Novi menangis tersedu-sedu. Ini kali pertama dia mendengar Alam melontarkan kata-kata sekasar ini. Dulu memang Alam sering memarahinya tapi penggunaan katanya tidak seperti sekarang. Tapi kini tidak ada Alam yang seperti dulu yang walau sering marah-marah selalu pengertian dan siaga.


"Kenapa kamu tega sekali sama Aku Al?" tanya Novi dengan terisak. Dia sudah terduduk dipasir pantai. Mereka sejenak menjadi pusat perhatian, tapi kemudian memilih tidak ikut campur.


"Hey Novi, yang tega itu Aku atau kamu?" tanya Alam penuh penekanan.


Ayara memilih menjauh karena tidak mau Amina mendengar perdebatan itu.


"Aku dulu begitu kan karena kamu, kamu tidak pernah perhatian dan selalu menyalahkan aku" jawab Novi dengan sedikit membentak.


Alam tersenyum muak.


"Terus saja menyalahkan orang lain. Padahal sebenarnya kamu begitu karena aku miskin kan? Karena aku tidak mempunyai apa-apa? Aku tau dan aku bersyukur berpisah dari wanita seperti kamu" ucap Alam sedikit membentak.


"Kamu bersyukur karena bisa berselingkuh dengan Kak Aya kan?" tuduh Novi lagi dan lagi.


Alam tertawa mengejek.


"Kamu pikir Aku ini kamu? Aku bukan manusia yang memiliki otak binatang yang ingin merebut istri Kakak sendiri. Tidak sepertimu yang merayu Kakak iparmu sendiri" ucap Alam tidak mau kalah.


Novi sakit sekali hatinya mendengar kata-kata kasar yang keluar dari mulut mantan suaminya.


"Kamu keterlaluan Al. Aku akan merebut anak-anak darimu. Aku jamin akan menang dipersidangan. Kamu menelantarkan anak. Kamu akan kalah" ucap Novi lalu buru-buru bangkit dari duduknya.


Alam mengetatkan giginya.


Dia begitu marah dengan Novi. Alam bangun dan ingin mengejar Novi tapi Raka yang baru saja kembali menahan adiknya. Walau dia tidak tau apa yang terjadi tapi Raka bisa membaca situasi kalau Alam dan Novi sedang bersitegang.


Bersambung...