
"Kenapa dengan Alam sayang?" tanya Ayara saat mereka berdua sedang berada di kamar. Ayara memilih berpura-pura tidak mendengar obrolan kedua kakak beradik itu.
"Alam bimbang mau berangkat lagi apa tidak" jawab Raka apa adanya.
"Apa gara-gara Amina dekat denganku?" tanya Ayara sendu.
"Bukan sayang, Alam malah bersyukur karena kita menyayangi anaknya seperti anak sendiri. Alam hanya tidak ingin momen indah bersama kedua anaknya menjadi berkurang" jawab Raka menenangkan istrinya.
"Di hotel ada lowongan yank, gajinya lumayan. Tapi yang di cabang X. 30 km dari sini. Kalau Alam mau nanti aku bantu rekomendasi sama pemilik hotel" jelas Ayara.
"Iya nanti aku kasih tau Alam. Makasih ya sayangku" ucap Raka sambil mencium bibir istrinya sekilas.
Ayara pun menganggukkan kepalanya.
"Katanya Alam mau mengajak anak-anak jalan-jalan. Kamu mau ikut?" tanya Raka pula.
Ayara menggelengkan kepalanya. Ayara tidak ingin Amina dan Azka semakin jauh dengan Ayahnya.
"Kita ke taman aja beli jagung rebus ya yank. Aku juga pengen syomay" ucap Ayara kemudian.
Raka menganggukkan kepalanya.
"Iya, ayo kita mandi dulu" ucap Raka lalu menggendong istrinya menuju kamar mandi. Ayara sama sekali tidak menolak, dia malah mengalungkan tangannya di leher sang suami dan menghadiahi ciuman mesra di bibir Raka.
Jadilah sore itu mereka tidak hanya mandi tapi melakukan yang lebih dari itu.
Selesai mandi dan bersiap, mereka berdua pun langsung menuju taman. Alam dan Ibu serta kedua anaknya sudah jalan-jalan lebih dulu.
"Sayang aku mau es krim" rengek Ayara seperti anak kecil. Padahal tadi dia bilang ingin makan jagung rebus dan syomay. Setelah melihat penjual es krim yang di kerubungi pembeli, dia pun ingin membeli itu.
"Iya tunggu disini ya" ucap Raka sambil menuntun Ayara ke salah satu kursi besi untuk duduk.
Raka kemudian ikut mengantri es krim yang memang lumayan viral akhir-akhir ini. Es krim dengan cup serta tambahan toping boba. Rasanya manis dan creamy.
Ayara yang melihat dari jauh tentu merasa sangat panas karena ada wanita yang terang-terangan merangkul suaminya.
"Mas Raka apa kabar?" tanya Wanita itu tanpa melepas rangkulannya.
Raka dengan cepat melepas paksa rangkulan tersebut karena sangat tidak pantas berdekatan dengan wanita lain selain istrinya. Raka bahkan memundurkan tubuhnya.
"Kabar baik mbak. Mbak sendiri apa kabar?" jawab Raka basa basi.
"Aku baik. Setahun lebih ya kita tidak bertemu. Gak nyangka malah ketemu disini" ucap Wanita tersebut.
"Iya saya memang mengajar disini mbak" jawab Raka pula.
Wanita itu pun mengangguk paham.
"Jadi gimana? Kamu jadi cerai?" tanya Wanita itu.
"Cerai?" tanya Raka balik dengan terkejut. Tidak ada satupun yang dia beritahukan perihal keinginan dia bercerai termasuk wanita di depannya. Satu-satunya teman yang tau hanya Deni. Dan Deni sama sekali tidak mengenal wanita ini.
"Bukannya kamu waktu itu proses perceraian?" tanya Wanita itu memastikan.
Ayara mendekat pada suaminya dan langsung merangkul lengannya.
"Siapa sayang?" tanya Ayara masih berusaha menampilkan senyumnya. Padahal dia sudah sangat cemburu saat ini.
Wanita itu menatap tidak percaya pada seseorang yang merangkul lengan Raka dengan posesif.
Apa ini pacar Raka yang baru? Gumam wanita itu dalam hati.
Bersambung....