
Ayara menepuk-nepuk punggung suaminya. Dia sangat paham apa yang Raka rasakan saat ini. Disaat has ratnya sudah diubun-ubun tapi dia harus menahannya karena memang tidak boleh untuk malakukannya dulu.
Tapi Ayara sebenarnya juga ingin tertawa, expresi wajah Raka yang memerah menahan has rat itu terlihat sangat menggemaskan.
Sebulan ini juga Aku tahan.
Tapi kan selama sebulan itu kami terpisah?.
Raka bermonolog di dalam hati.
"Sayang, aku minta teh jahe boleh?" pinta Raka. Dia ingin menghangatkan tubuhnya saat ini.
Ayara menganggukkan kepala dan beranjak dari tidurnya.
Saat menuju dapur, Ayara kembali terkekeh dalam hati.
.....
Pagi telah tiba, saat Ayara membuka mata yang pertama kali dia lihat adalah wajah tenang Raka yang masih terbuai alam mimpi. Ayara masih tidak menyangka kalau dia akan kembali bersama sang suami.
Terus dia pandangi wajah Raka sambil tersenyum.
"Selamat pagi sayang" bisik Ayara ditelinga suaminya.
Raka menggeliat sejenak tapi tetap tidak membuka matanya, sepertinya dia masih sangat mengantuk.
"Kebo" ucap Ayara sambil terkekeh.
Ayara bangkit dari tidurnya menuju kamar mandi.
"Bahkan dengan kamar mandi ini pun aku rindu" ucap Ayara sambil tersenyum.
....
Selesai mandi ternyata Raka masih tertidur, Ayara tidak tau saja kalau semalaman dia tidak bisa tidur karena menahan has rat yang tidak bisa dituntaskan.
Ckckck.
Ayara hanya geleng-geleng kepala. Dia kemudian keluar dari kamarnya menuju dapur yang sudah sebulan tidak dia tempati.
Ayara kemudian membuka lemari penyimpanan. Ada roti gandung dan selai kacang. Ayara kemudian memutuskan membuat roti isi saja sebagai sarapan mereka kali ini.
Saat asyik mengolas oles roti dengan selai, Raka datang dan memeluknya dari belakang. Momen ini sangat mereka berdua rindukan. Bermesraan di dapur seperti ini adalah hal wajib yang dulu pasti mereka lakukan setiap pagi.
Raka mencium pipi istrinya dengan gemas.
"Selamat pagi sayangku" ucap Raka sambil terus mencium pipi kanan hingga telinga Ayara sampai dia kegelian.
"Pagi sayang" balas Ayara sambil terus melanjutkan kegiatannya membuat sarapan.
"Masih seperti mimpi aku bisa memelukmu seperti ini" ucap Raka yang tidak bisa menutupi rasa bahagianya. Bersama Ayara disisinya adalah kebahagiaan luar biasa bagi Raka.
Ayara hanya terkekeh saja.
Raka menurutnya menjadi jauh lebih manja dari dulu. Kalau dulu manja adalah sifat Ayara tapi kini sifat itu juga menular pada Raka.
Raka mendusel leher istrinya dengan gemas.
"I Love You... I Love You... I Love You..." Raka terus membisikkan kata cinta berulang-ulang pada Ayara.
"Mandi dulu gih" tegur Ayara karena Ayara sendiri sudah cantik tapi Raka masih wajah bantal.
"Bau ya?" tanya Raka sambil mencium kedua ketiak miliknya secara bergantian.
Ayara hanya terkekeh saja. Ayara sudah siap dengan sarapannya. Dia balik tubuhnya dan membenamkan wajahnya di dada telanjang milik Raka. Dia kecup kecup dada bidang Raka dengan gemas sama seperti cara Raka mencium pipinya tadi.
Wajah Raka sudah memerah karena has rat nya kembali naik.
"Kamu ini sengaja ya? Sudah tau aku belum boleh" ucap Raka terdengar begitu frustasi.
Ayara sengaja menggoda suaminya kembali. Dia jinjit kakinya kemudian men cium dengan gemas bibir tebal dan menggoda milik sang suami hingga nafas Raka ngosngosan karena menahan has rat yang sudah memuncak.
Raka sampai men de sah mendapat serangan memabukkan dari sang istri.
Ahh...
Bersambung...