
Apakah ada yang seperti Ayara? Dia yang biasanya tidak pernah sesensitif ini kini dengan mudahnya berpikiran yang tidak tidak pada suaminya sendiri padahal jelas-jelas Raka tidak pernah berhubungan dengan Maysarah diluar pekerjaan. Ayara menekuk lututnya dan menangis sesenggukan. Raka yang sudah terbang ke alam mimpi pun terusik akan hal itu. Sayup sayup dia mendengar suara seseorang yang menangis.
Raka yang awalnya sangat mengantuk langsung terjaga begitu saja ketika menyadari kalau istrinya lah yang menangis.
“Kenapa sayang?” tanya Raka khawatir. Dia mensejajarkan tubuhnya dengan sang istri dan memeluk istrinya yang masih menelungkupkan wajah di pahanya.
Ayara mengangkat wajahnya kemudian memandangi wajah suaminya sambil terus berkaca-kaca.
“Kenapa? Ada yang sakit?” tanya Raka pula.
Ayara menganggukkan kepala kemudian menyentuh dadanya.
“Ini yang sakit” jawab Ayara.
Raka sangat panik, dia kira Ayara mengalami nyeri dada.
“Kita ke rumah sakit ya?” tanya Raka yang sudah sangat khawatir.
Ayara meluruskan kakinya kemudian membelai wajah suaminya.
“Apa kamu akan meninggalkan aku?” tanya Ayara mengeluarkan isi hatinya.
Raka semakin tidak paham saja.
“Kenapa bicara seperti itu?” jawab Raka dengan pertanyaan.
Ayara mengambil ponsel Raka yang dia letakkan di sebelah bantalnya.
“Ada pesan dari calon pelakor” ucap Ayara sambil sesenggukan.
Raka menerima ponsel tersebut dan membaca pesan yang dimaksud istrinya.
Raka sama sekali tidak menyangka kalau May akan mengirim pesan seperti ini padanya.
“Aku tidak pernah dekat dengannya. Bahkan dulu saat kita hampir berpisah pun aku tidak pernah sama sekali dekat dengan dia. Kamu percaya kan?”.
“Tidak mungkin aku berpaling dari kamu sayang” lanjut Raka karena istrinya hanya diam saja. Dia kemudian membawa Ayara ke dalam pelukannya dan menghadiahi ciuman di puncak kepala Ayara cukup lama.
“Aku mencintaimu. Kamu tidak perlu ragu dengan itu semua. Bagaimana kalau kita bertemu dengan Maysarah? Supaya kamu yakin kalau suamimu ini tidak mungkin bermain hati dengan wanita lain” ucap Raka pula.
Ayara menganggukkan kepala. Calon pelakor seperti Maysarah memang harus diberi sedikit pelajaran agar tidak mempunyai niatan untuk mendekati suami orang. Padahal May adalah wanita yang cantik. Dia bisa mendapatkan pria yang bahkan jauh lebih segala-galanya dari Raka. Dia tentu juga bisa mendapatkan pengusaha sukses yang penghasilannya hingga triliunan. Lalu kenapa harus mendekati suami orang? Apa milik orang lain selalu terlihat lebih indah?
“Kita tidur dulu ya. Sudah malam. Kasihan anak kita” ucap Raka sambil mengelus perut istrinya.
Ayara menganggukkan kepalanya.
Mereka kemudian kembali merebahkan diri dan saling memeluk.
….
Alam menuruti saran Ibunya, hari ini dia datang ke kediaman mantan istrinya. Dia akan berbicara baik-baik dengan Novi. Orang tua Novi menyambut mantan menantunya dengan hangat. Mereka memang tidak mempunyai masalah dengan Alam karena selama ini Alam adalah menantu yang baik.
“Novi masih mandi, anak-anak tidak kamu ajak Al? Ibu kangen dengan mereka” ucap Maria, mantan mertua Alam.
“Mereka sedang tidur siang bu, jarak dari rumah kesini juga cukup jauh. Kasihan anak-anak” jawab Alam sambil tersenyum.
“Kapan-kapan ajak kesini ya Al. Ibu kangen sekali” ucap Maria yang tidak bisa menutupi rasa rindunya.
Alam pun menganggukkan kepalanya.
Bapak Novi juga mengatakan hal yang sama. Beliau begitu merindukan kedua cucunya.
Tak berapa lama Novi pun menghampiri Alam. Dia begitu terpesona melihat penampilan Alam yang sangat jauh berbeda dari dulu. Alam begitu tampan dengan kulit bersih, rambut pendek dan tubuh tinggi kekarnya.
Hai mantan. Maafkan Aku yang jahat ini. Gumam Novi dalam hati sambil memandangi wajah mantan suaminya dengan intens.
Bersambung...