If You Leave My World

If You Leave My World
Jawab Chiko!



Berbeda dengan hari kemarin dan lusa yang dipenuhi dengan rintik hujan tak berkesudahan, hari ini cuaca malah begitu cerah sama seperti suasana hati Ayara. Tidak ada yang lebih membahagiakan ketika bisa kembali bersama pria yang dia cintai walau kini pun mereka harus kembali terpisah oleh jarak.


Perubahan sikap Ayara yang kembali ceria seperti dulu tentu saja mengundang perhatian semua orang. Ayara yang akhir-akhir ini lebih diam kini kembali ramah dan banyak tersenyum. Bahka pada Cindy pun dia sudah kembali hangat. Cindy tentu saja merasa bahagia yang luar biasa. Tapi diantara semua rekan-rekan Ayara yang merasa ikut bahagia walau mereka tidak tau apa yang terjadi pada Ayara, ada satu orang yang merasa tidak baik-baik saja.


Chiko tidak tau apa yang terjadi pada Ayara karena memang dia ada masalah dengan keluarganya hingga selama cuti ini dia tidak pernah berhubungan dengan Ayara. Tapi dia sepertinya bisa menebak kira-kira apa yang membuat Ayara bahagia. Karena Chiko tau satu-satunya yang membuat Ayara bahagia hanyalah Raka. Hal itu dikuatkan dengan keadaan rumah kontrakan Ayara yang sepi.


"Rumahmu kok sepi Ra?" tanya Chiko saat mereka berdua berada di ruang pemberkasan. Mereka hanya berdua saja disana jadi Chiko bisa leluasa bertanya pada Ayara.


Ayara tersenyum.


"Aku sudah kembali ke rumah" jawab Ayara.


Deg


Deg


Deg


Chiko merasakan sembilu pisau tajam menghujam dirinya saat ini. Walau dia sudah bisa memprediksi apa yang terjadi tapi dia tetap saja merasa terkejut dan sakit hati.


"Kalian kembali bersama?" tanya Chiko yang tidak bisa menutupi rasa kecewanya.


Ayara pun mengangguk sambil tersenyum.


"Setelah apa yang dia lakukan kamu kembali bersama?" tanya Chiko tak percaya.


"Selama ini aku sudah salah paham. Raka tidak pernah berselingkuh. Terima kasih ya Ko selama aku terpuruk kamu lah teman terbaik yang selalu bantu aku" ucap Ayara sambil tersenyum.


Wajah Chiko sudah memerah, urat-urat wajahnya pun sampai terlihat. Dia kecewa dengan keputusan yang Ayara ambil.


Ayara tentu bisa melihat kalau temannya ini seperti menahan marah.


"Terima kasih ko karena sudah mengkhawatirkan aku. Tapi kamu tidak perlu cemas, Aku sangat yakin kalau antara aku dan Raka hanya kesalahpahaman saja. Dia sudah menjelaskan semuanya padaku".


Chiko mengepalkan tangannya.


"Raka itu seorang pria dewasa. Kamu percaya begitu saja apa yang dia ucapkan? Bisa saja dia berbohong kan? Dia sengaja mencari alasan sakit agar kamu iba, padahal dia masih menjalin kasih dengan selingkuhannya" ucap Chiko dengan suara pelan tapi terlihat jelas kalau dia sedang marah.


Ayara mengerutkan keningnya.


"Darimana kamu tau kalau Raka mengaku sakit?" tuntut Ayara.


Deg.


Chiko lupa kalau Ayara tidak sebodoh itu. Dia bisa menangkap apa yang Chiko ucapkan dengan sekali mendengar.


"Dari tadi aku tidak ada mengatakan kalau Raka menggunakan alasan sakit pada hubungan kami. Lalu kamu tau dari mana?" Ayara kembali menuntut penjelasan Chiko.


Chiko tidak bisa menjawab sama sekali. Tepatnya sangat bingung. Salah menjawab dia yakin akan berakhir seperti Cindy.


"Jawab Chiko!" Ayara kembali mendesak.


"A-Aku hanya menebak saja" ucap Chiko dengan sedikit terbata.


"Kamu pikir aku percaya?" ucap Ayara karena dia sangat tahu perangai sang sahabat.


Bersambung...