If You Leave My World

If You Leave My World
Melihat dari jauh



Beberapa bulan telah berlalu, hari ini Alam kembali dari kapal pesiar. Selama disana Alam bekerja dengan sungguh-sungguh. Dia tidak seperti beberapa temannya yang menghamburkan uang untuk bermain kasino atau kegiatan lainnya. Alam benar-benar menggunakan uangnya untuk keperluan makan dan kebutuhan mendesak saja. Tak heran dia bisa menyisihkan gajinya untuk ditabung.


Rencananya Alam hanya akan berangkat paling banyak lima kali saja, bila uangnya sudah terkumpul dia akan membuka usaha villa dan mengelolanya sendiri. Dia ingin menjadi pengusaha sukses dan tidak direndahkan lagi seperti apa yang dilakukan mantan istrinya dulu.


Alam sampai di bandara pukul dua dini hari dan hanya Raka yang menjemput. Mereka berpelukan saat pertama kali bertemu. Alam sudah segar kembali sangat berbeda saat dulu dia berangkat yang penuh dengan kesedihan. Sembilan bulan disana membuat Alam perlahan lahan bisa merelakan perceraiannya dan menerima semua itu dengan lapang.


"Ayo kita pulang" ajak Raka sambil merangkul pundak adiknya.


...


Pagi harinya, Alam begitu terharu melihat kedua anaknya yang sudah tumbuh besar.


Ayara terlihat dengan telaten menyuapkan Amina dan Azka secara bergantian. Rasa syukur Alam begitu besar karena Kakak dan Kakak iparnya merawat dan membesarkan kedua anakanya seperti anak sendiri. Tidak seperti mantan istrinya yang dengan tega menelantarkan kedua buah hatinya.


"Azka...Amina" panggil Alam saat menghampiri meja makan.


"Ayah...." Azka turun dari kursinya dan menghambur kepelukan Ayahnya. Azka sangat merindukan Ayahnya itu. Tapi tidak dengan Amina, balita berusia 15 bulan itu tidak mengenali Ayahnya walau sudah beberapa kalu melakukan video call.


Kini Azka sudah berada dalam gendongan Alam. Alam menangis karena begitu rindu dengan kedua anaknya.


"Ayah kangeennn...sekali sama Azka" ucap Alam yang kini sudah bercucuran air mata.


Melihat itu , Ayara, Raka dan Ibu ikut terharu. Begitu besar pengorbanan yang Alam lakukan demi bisa membahagiakan kedua anaknya.


Ayara menggendong Amina dan mendekatkannya pada Alam.


Untung saja Amina tidak menolak berkenalan dengan Alam walau dia tidak bisa mengenali Ayahnya.


Alam menggendong kedua anaknya dikiri dan kanan lalu menciumnya secara bergantian.


"Ayah kangen kalian" ucap Alam yang air matanya masih saja mengenang dipelupuk matanya.


....


Hari ini Alam dan Ibunya mengajak Amina dan Azka jalan-jalan di taman bermain anak juga sekalian membeli mobil. Ayara dan Raka tidak ikut karena harus bekerja.


Alam menggunakan mobil Raka untuk berjalan-jalan. Sekalian dia juga akan membeli mobil untuk dirinya sendiri. Dia sengaja mengajak Azka agar dia bisa memilih mobil yang disukainya.


Saat memasuki dealer mobil, Alam tidak menyadari kalau salah satu SPG disana adalah mantan istrinya. Melihat kedatangan Alam dan kedua anaknya seketika membuat Novi bersembunyi.


Kulit Alam yang dulunya gelap kini sangat bersih dan putih. Malah lebih putih dari kulit Raka karena tinggal lama diluar negeri kulitnya menjadi pucat. Rambutnya juga sudah dia potong hingga dia terlihat sangatlah tampan. Dengan menggandengan tangan Azka disisi kanan dan menggendong amina disisi kiri penampilan kebapakan Alam semakin terlihat.


Seorang SPG datang dan mengantar Alam berkeliling. Azka riang sekali. Dia memilih mobil yang dia sukai dan Alam menuruti keinginan anaknya. Novi yang melihat dari jauh tidak menyangka kalau Alam akan membeli mobil keluaran terbaru yang harganya cukup fantastis.


"Dimana dia mendapatkan uang untuk membeli mobil?" ucap Novi dalam hati.


Bersambung...