If You Leave My World

If You Leave My World
Bertemu Chiko



Chiko sudah tidak bekerja di tempat yang dulu. Dia telah kembali ke kampung halamannya dan meneruskan usaha keluarga. Chiko kembali menjadi tuan muda kaya raya, bukan lagi pegawai biasa yang tinggal di rumah kontrakan.


Setelah perpisahan dengan Ayara setahun lalu, Chiko pun keluar dari perusahaan tersebut dua bulan kemudian. Dia meminta pengampunan pada keluarganya dan menjelaskan alasan kenapa dia menolak perjodohan tersebut. Kedua orang tuanya pun akhirnya tidak memaksa Chiko untuk menerima perjodohan tersebut lagi.


Maysarah tercengang melihat penampilan terbaru Chiko dengan jas, khas CEO kebanyakan. Dia berkali kali lipat lebih tampan dari terakhir kali mereka bertemu.


"Wow...ini beneran Chiko?" ucap Maysarah takjub.


Chiko tidak menampilkan expresi apapun. Tersenyum tipis pun tidak.


"Katakan kenapa tiba-tiba mengajak bertemu. Aku lumayan sibuk" ucap Chiko sedikit ketus.


Chiko melihat jam tangan di pergelangan tangannya pertanda dia tidak bisa berlama-lama berbicara dengan Maysarah.


May berdecak dalam hati, pertama kali dia diperlakukan ketus seperti apa yang Chiko perbuat. Seingatnya dulu dia tidak seketus ini. Mungkin karena dia sudah menjadi tuan muda maka dia menjadi seenaknya.


“Kamu masih menyukai istri dari Raka kan?” tanya Maysarah to the point.


Raut wajah Chiko langsung berubah saat May menanyakan tentang perasaannya pada Ayara.


“Apa yang kamu rencanakan?” tanya Chiko yang tidak mau berbasa basi.


May tersenyum smirk.


“Aku akan membuat istri Raka merasa tertekan berada disisi Raka. Jadi aku perlu bantuanmu” jawab May.


“Namanya Ayara” ucap Chiko yang tidak suka dengan penekan kata istri Raka yang May ucapkan. Seolah-olah May begitu tidak menyukai Ayara.


“Ya entah siapa namanya aku tidak peduli” ucap May cuek.


“Kenapa kamu tiba-tiba ingin melakukan ini? Apa alasannya?” tuntut Chiko.


“Tentu saja karena Aku menyukai Raka. Apalagi alasannya” jawab May dengan bangga.


“Bukankah kamu dekat dengan pejabat X? kenapa harus mendekati Raka yang cuma pria biasa-biasa saja?”.


May mendengus sebal.


Chiko hanya geleng-geleng kepala. Dari dulu May memang tidak perlu berubah.


“Jadi apa yang bisa aku bantu?” ucap Chiko yang tidak ingin berlama-lama.


Maysarah kemudian menjelaskan ide yang dia punya untuk membuat Ayara down. Chiko hanya mendengarkan tanpa ada menyela sedikitpun.


“Jadi bagaimana? Kamu bisa kan bantu aku?” ucap May dengan tersenyum.


Chiko nampak berpikir sejenak.


“Kamu bisa kembali mendekati dia. Bukankah kamu sangat mencintai wanita itu. Inilah kesempatan mu” lanjut Maysarah.


“Namanya Ayara” protes Chiko karena May terus saja menyebut Ayara dengan sebutan wanita itu, istri Raka atau istilah-istilah lainnya.


“Iya…iya…Namanya Ayara. Puas kamu?” ucap May dengan ketus.


“Jadi gimana ? Kamu setuju kan?” ucap Maysarah lagi. Dia sangat menanti jawaban Chiko.


Chiko pun kemudian menganggukkan kepalanya.


“Yeyyy… Thanks Ko” ucap May yang hampir saja memeluk tubuh Chiko tapi dengan cepat Chiko mendorong tubuh Maysarah. Dia jijik dipeluk wanita seperti May. Selain jahat dia juga simpanan Om om.


May mendengus sebal. Tapi walau begitu dia cukup senang karena Chiko akhirnya bersedia membantunya.


Tunggu saja, sebentar lagi kalian akan berpisah. Ucap Maysarah dalam hati.


May sudah senyam senyum membayangkan kehancuran rumah tangga Raka dengan Ayara.


Bersambung...