If You Leave My World

If You Leave My World
Berusaha Merebut



Dengan berlari kencang Novi menjauhi area pantai. Novi mendengar dari saudara juga tetangganya kalau Alam dan anak-anaknya sering bermain kepantai ini oleh karena itu Novi nekad pagi ini datang awalnya ingin meminta maaf dan berusaha untuk kembali. Tapi melihat Alam yang berduaan saja dengan Ayara membuat hati Novi langsung mendidih. Dari dulu semua yang berhubungan dengan Ayara selalu membuat Novi panas dan naik pitam. Padahal Novi sudah menunggu momen ini, dia ingin memeluk kedua anaknya dan meminta pengampunan Alam. Berharap Alam akan luluh dengan air matanya. Tapi rupanya Novi sudah menorehkan luka yang tajam hingga Alam sangat membenci dirinya.


Novi duduk di pinggir trotoar di dekat motornya terparkir. Dia menangis hebat disana tidak peduli orang-orang yang lalu lalang memperhatikan dirinya. Novi sudah tidak mempedulikan itu, yang terpenting sekarang baginya adalah bisa melegakan hatinya yang sakit mendengar bentakan Alam sang mantan suami.


Awalnya Novi memang lega setelah berpisah dari Alam tapi itu hanya bertahan beberapa bulan saja tapi lama kelamaan Novi merasa ada yang hilang dalam dirinya.


Tapi berbanding terbalik dengan Alam. Awalnya dia yang begitu terpuruk dan merasa kehilangan, tapi lama kelamaan dia menjadi lebih ikhlas dan merasa bersyukur telah berpisah dengan Novi.


Hick.


Amina...kamu sudah besar ya nak? Kamu ingat tidak sama Ibu? Ini Ibu nak yang menjaga kamu selama sembilan bulan di perut Ibu, Ibu yang melahirkan kamu, Ibu yang memberikan asi untukmu, Ibu yang begadang siang dan malam saat awal awal kamu terlahir di dunia ini. Ini ibu nak...


Azka...Kamu kangen tidak sama Ibu?


Kini Novi begitu menyesal, harta yang paling tidak ternilai harganya telah dia sia siakan hanya karena dia ingin bebas dari pernikahannya dengan Alam.


Novi kira setelah terbebas dari Alam dia akan bahagia tapi ternyata tidak demikian.


Walau Alam sering menegurnya dan tidak segan memarahinya bila dia salah, tapi Alam sangat menyayangi Novi. Tidak sedikitpun Alam pernah berselingkuh ataupun menelantarkannya. Hanya sikap kurang romantis dan terang-terangan dari Alam yang tidak Novi sukai padahal itu bukanlah kekurangan Alam. Alam memang bukan pria romantis tapi dia lebih menunjukkan rasa cinta dengan perbuatan. Misal contoh sederhana membantu Novi mencuci baju, menyetrika dan membantu mengurus anak. Bila malam-malam anaknya terbangun , Alam pun akan membantu kecuali menyusui. Tapi ketika anaknya sudah mulai minum susu maka Alam yang mengambil alih tugas itu.


Tapi ternyata semua itu tidak cukup untuk Novi, dan sekarang Novi baru menyesalinya.


Penyesalan memang selalu datang belakangan kan? Dan bisa dikatakan Novi sangat sangat menyesalinya.


Saat ini Novi masih berada di parkiran pantai. Dia akan menunggu Alam dan anak-anaknya datang kemudian dia akan mengambil paksa anak-anaknya.


Usia kedua anaknya masih dibawah umur dan Novi yakin dia yang lebih berhak atas anak itu.


Novi langsung berdiri dan menghampiri.


"Azka....Sayang...Ini Ibu nak" ucap Novi sambil berusaha merebut paksa Azka dari gendongan Alam.


Azka malah ketakutan diperebutkan seperti ini.


"Jangan begini Nov, kasihan Azka" ucap Alam menjauhkan dirinya.


"Azka...Ini Ibu nak" ucap Novi sambil memukul dadanya sendiri.


Novi berusaha meraih Azka dari gendongan Alam.


"Sayang...Kamu mau kan sama Ibu?" tanya Novi pada anaknya.


"Tidak nak, kamu sama Ayah kan?" Alam balik bertanya pada anaknya.


Azka nampak kebingungan. Usianya yang masih kecil membuatnya bingung dan menangis.


Novi memaksa Alam melepaskan pelukan Azka agar berpindah darinya hingga terjadilah saling rebut merebut anak dan disaksikan pengunjung pantai.


"Kamu pilih siapa nak? Ibu atau Ayah?" tanya Novi sambil terus berusaha melepaskan Azka dari gendongan Alam.


Bersambung...