
Sama seperti Raka yang tidak bekerja, Ayara pun demikian. Selama beberapa hari kedepan dia juga akan menikmati hari liburnya.
“Apa aku pulang kampung saja ya?” guman Ayara yang saat ini sedang menikmati nasi goreng seafood yang Raka belikan. Ayara termasuk orang yang tidak suka membuang-buang makanan. Walau dia masih kesal dengan Raka tapi dia tetap saja mau memakan makanan yang Raka berikan.
Sedangkan ditempat berbeda, Raka baru saja dikabarkan oleh Maysarah kalau konten mereka akan tayang malam ini jam 10 malam. Raka sangat berharap kerjasama itu bisa sesuai harapan sehingga dia bisa gunakan untuk berobat.
Raka mulai melakukan promosi di akun sosial medianya agar para penggemarnya menonton konten tersebut di link yang sudah dia sertakan. Raka membuat video singkat behind the scene proses shooting tersebut berharap orang-orang tertarik untuk menonton video kolab tersebut.
Ayara yang saat itu sedang membuka sosial medianya tentu saja melihat apa yang Raka posting di akunnya. Jujur Ayara cemburu melihat Raka berkolaborasi dengan 3 wanita cantik itu. Tapi apa masih pantas untuk dia cemburu? Sebentar lagi dia dan Raka akan berpisah hingga sudah sepantasnya Ayara melupakan Raka dari hati dan pikirannya.
Mendadak nasi goreng seafood itu tidak enak rasanya saat melihat video yang Raka posting.
Walau cemburu tetap saja Ayara menonton behind the scene yang Raka posting. Ayara perhatikan lamat-lamat ketiga beauty influencer tersebut. Degup jantung Ayara berdetak lebih cepat dari biasanya. Walau hanya sebentar tapi Ayara bisa melihat dengan jelas siapa wanita yang berpelukan dengan suaminya beberapa hari lalu.
Maysarah? Benarkah Raka berselingkuh dengan Maysarah?
Bulir bulir bening sudah menetes dari pelupuk mata Ayara saat ini. Kalau bersaing dengan seorang Maysarah rasanya Ayara bukanlah siapa-siapa.
Lalu kenapa sekarang dia kembali mendekatiku? Bukankah mereka masih berhubungan?
Bingung, Ayara sangatlah bingung dengan sikap Raka.
…
Jam 7 Pagi Raka sudah berdiri di depan pintu rumah Ayara. Dia mengetuk pintu rumah itu beberapa kali. Ayara yang tidak menyangka kalau tamu yang datang sepagi ini adalah Raka, langsung saja membuka pintunya.
Deg.
Mata mereka bertemu pandang.
Raka terkejut. Dia tidak menyangka kalau Ayara akan menutup pintunya.
“Sayang… Aku minta maaf ya. “ ucap Raka sambil mengetuk pelan pintu Ayara. Dia tidak mau warga kembali datang dan mengusirnya.
Kamu pulang saja. Aku bukan ban cadangan.
Tulis Ayara dalam pesannya.
Melihat pesan yang Ayara kirim untuknya membuat Raka menghela nafas berat.
“Aku mohon sayang… Kasih aku kesempatan untuk menjelaskan” ucap Raka sambil mengetuk kembali pintu rumah Ayara.
Pulang!!!
Ayara kembali mengirim pesan untuk suaminya.
Ya Tuhan, Ayara sudah sangat kecewa padaku. Bahkan untuk mendengar penjelasanku saja dia tidak mau. ucap Raka dalam hati.
Tapi bukan Raka namanya kalau dia menyerah begitu saja. Dia akan berjuang agar Ayara mau memaafkan dirinya.
Raka tetap tinggal di rumah Ayara walau istrinya tidak membukakan pintu untuknya. Raka memilih duduk di teras rumah itu sambil menunggu sang empunya rumah membukakan pintu.
Sayang… Aku mohon, kasih Aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya.
Bersambung...