
Chiko sudah memulai rencananya. Pertama-tama dia meminta Maysarah melalui managernya untuk menghubungi Raka. Jadi ceritanya Maysarah akan mengajak Raka untuk kolab bersama.
Maysarah akan mengajak dua temannya sesama beauty influenser untuk turut bergabung. Jadi nanti ketiganya akan diberikan pertanyaan matematika anak SMA. Siapa yang jawaban benarnya paling banyak maka dialah pemenangnya.
Konten dengan tema "Seberapa Pintar Kamu Matematika". Semua ide itu berasal dari Chiko. Maysarah sampai heran kenapa Chiko bisa sampai sejauh ini. Padahal kalau dia mau, Chiko bisa kok dapat wanita lain yang lebih cantik. Dirinya misalkan. Tapi Chiko malah terobsesi dengan istri orang dan berbuat nekad seperti ini.
Manager Maysarah sudah menghubungi Raka dan mengajak bertemu. Raka yang tidak tau ada udang dibalik penggorengan dari ajakan kolab ini menerima secara terbuka tawaran tersebut.
Mereka akan bertemu besok sore untuk kelanjutan kerjasama lebih lanjut.
Raka yang memang sedang menyiapkan uang untuk rencana biaya pengobatannya tidak berpikir dua kali dan menerima begitu saja ajakan bertemu. Apalagi dia cukup tau tentang Maysarah. Beauty Influencer yang jam terbangnya sudah tinggi.
Sekali endorse saja dia sudah mendapatkan puluhan hingga ratusan juta tergantung dari jenis endorse yang diinginkan customer.
Bila hanya review singkat Maysarah mematok harga lima belas juta saja untuk lima kali tayang di insta story. Bila durasi video lebih lama dan tayang di feed maka harganya bervariasi mulai lima puluh juta.
Tak heran bila pundi pundi rupiahnya sudah terisi penuh.
...
"Bagaimana?" tanya Chiko melalui sambungan telepon pada Maysarah.
"Dia bersedia" jawab Maysarah menahan kesal.
"Bagus, ingat ya rencana yang sudah aku kasih tau padamu" ucap Chiko mengingatkan.
Maysarah mendengus sebal.
"Iya, kamu tenang saja" ucap Maysarah lalu menutup teleponnya. Dia malas berlama-lama berbicara dengan Chiko.
"Sialan Maysa. Dia menutup begitu saja telfon nya padahal aku belum selesai bicara" ucap Chiko sedikit kesal.
Dan Chiko semakin kesal saat atasannya memanggil dirinya karena tadi datang terlambat dan salah membuat laporan.
"Fu ck !" umpat Chiko dalam hati.
...
Raka sangat ingat pernikahannya dengan Ayara adalah hari yang paling bahagia untuknya.
Raka mencium kening Ayara begitu lama begitu mereka resmi menyandang status suami dan istri. Pernikahan yang walau diadakan secara sederhana tapi begitu bermakna karena banyaknya orang-orang yang mendoakan mereka.
"I Love You, istriku" ucap Raka sambil memegang kedua pipi istrinya yang sudah memerah menahan malu.
Saat ini mereka masih menjadi pusat perhatian tapi Raka malah dengan sengaja menunjukkan kemesraannya. Tepuk tangan riuh suara undangan memeriahkan acara pernikahan tersebut saat Raka dengan berani mencium bibir istrinya sekilas.
"Ih... Malu" ucap Ayara manja sambil memukul pelan dada suaminya.
Raka tersenyum ketika mengingat momen pernikahannya tiga tahun silam.
Huft.
Raka menghela nafas panjang.
*Semakin hari aku semakin berdebar menunggu surat gugatan perceraian itu.
Begitu besar luka yang sudah aku torehkan padanya hingga Ayara bisa sekuat ini. Dia berubah menjadi begitu dewasa.
Maafkan aku sayang..
Maafkan suamimu yang tidak sempurna ini.
Maafkan aku atas sikapku
Maafkan aku atas kebohonganku
Kamu harus tau kalau aku sangat mencintaimu*.
Bersambung...