
Tidak bisa dibayangkan bagaimana paniknya Ayara. Matanya sudah memburam dan hatinya begitu panas. Tanpa mempedulikan Astrid yang ada disana, Ayara berlari ke dalam kamarnya dan mengambil ponsel, tas serta dompet miliknya.
Astrid yang tidak mendengar apa yang tadi orang di telepon hanya bisa menebak-nebak saja. Tapi Astrid cukup tau kalau sedang terjadi sesuatu pada Raka. Mengingat beberapa kali Ayara mengatakan Raka kenapa.
Saat Ayara keluar dari kamarnya dengan terburu-buru dia pun mengikuti.
"Pakai mobilku saya Ra. Kamu panik. Bahaya" ucap Astrid lalu menuntun Ayara menuju mobilnya. Ayara mengangguk karena dia pun kalut saat ini.
"Kemana kita?" tanya Astrid saat sudah di dalam mobil.
"Rumah sakit international" jawab Ayara dengan isakan tangis.
Astrid tidak bertanya lagi. Dia sangat paham kalau Ayara begitu panik dan kalut saat ini. Dengan kecepatan penuh dia mengendarai mobilnya menuju rumah sakit international.
Disepanjang perjalanan hanya tangisan Ayara yang terdengar. Untung saja suasana jalanan tidak terlalu ramai karena memang perkantoran dan sekolah masih libur. Tapi tetap saja yang namanya kota masih ada saja yang lalu lalang hingga jalanan tidak selalu mulus.
Ayara beberapa kali mengubungi seseorang tetapi tidak ada menerima panggilan tersebut hingga dia semakin frustasi.
"Deni...angkat dong" isak Ayara.
Astrid menatap prihatin pada sahabatnya. Ayara terlihat begitu syok dan sedih.
Dua puluh lima menit kemudian sampailah mereka di rumah sakit international. Ayara berlari mendahului Astrid. Dia ingin segera mencari keberadaan sang suami. Ayara sangat takut terjadi sesuatu pada Raka. Apalagi tadi dia dengan jelas mendengar isakan tangis dari Deni. Sesorang yang selama Ayara kenal sama sekali tidak pernah menangis.
Raka... Kamu kenapa sayang? Aku bahkan belum menjawab pertanyaan kamu..
Berulang kali Ayara menghubungi Deni tapi panggilannya tidak bisa terhubung.
Rumah sakit yang sangat besar membuat Ayara seketika bingung. Memang orang yang panik pekirannya menjadi buntung. Dia tidak tau harus melakukan apa.
Ayara berlarian menyusuri setiap koridor yang ada di rumah sakit.
Siapa ya nama lengkap Raka? Gumam Astrid.
Astrid kemudian menghubungi Ayara, beberapa kali menghubungi tapi tidak ada jawaban.
"Aku tunggu disini saja deh" ucap Astrid pasrah. Di sosial media Raka tidak mencantumkan nama panjangnya siapa jadi Astrid sama sekali tidak tau siapa nama panjang Raka.
Astrid kemudian memutuskan untuk membuka akun sosial medianya sambil menunggu.
Astrid kembali membaca komen Raka yang cukup menohok pada netizen yang memintanya bercerai dengan Ayara.
Mereka memang sweet dari dulu, hihihi
Cukup lama dia berselancar dimedia sosial akhirnya Ayara menghubunginya.
"Gimana Ra?" tanya Astrid saat dia menerima panggilan tersebut.
"Belum ketemu mbak" jawab Ayara dengan terisak.
"Lho kamu gak tanya pusat informasi?" tanya Astrid terheran.
Ayara baru menyadari kesalahan yang dia buat. Ayara mematikan sambungan teleponnya dan segera menuju pusat informasi.
Setelah semua informasi dia dapatkan, dengan kaki seribu dia menuju dimana Raka berada. Tak berapa lama dia melihat Deni yang saat ini berdiri membelakanginya. Ayara berlari menghampiri Deni.
"Den... Deni...Dimana Raka? Gimana keadaannya?" tanya Ayara sambil mengguncang tubuh Deni sahabatnya.
Bersambung..