If You Leave My World

If You Leave My World
Kencan



Berulang kali Raka berusaha menghubungi istrinya tapi tidak diangkat. Pesan text nya juga tidak ada yang dibalas satupun. Waktu sudah menunjukkan pukul enam sore, harusnya Ayara sudah sampai di rumah kontrakan Raka.


Raka menjadi khawatir terjadi sesuatu pada istrinya. Raka kemudian keluar dari rumah dan menunggu disana.


Pucuk dicinta ulam pun tiba. Tak alam setelahnya mobil Ayara tiba di kontrakan sederhana milik Raka.


"Kenapa lama sekali?" tanya Raka sambil memeluk istrinya yang baru saja turun dari mobil.


"Iya selesai interview langsung balik lagi ke kota. Habis itu perpisahan sederhana baru bisa kesini" jawab Ayara sambil tersenyum.


Raka melepas pelukannya kemudian beralih menggenggam tangan istrinya untuk masuk ke rumah.


"Sebentar yank aku ambil koper dulu" ucap Ayara menahan lengan suaminya.


Raka tertawa kecil. Saking senangnya akan tinggal bersama dia sampai lupa kalau barang-barang istrinya masih di dalam mobil.


Cup.


Raka mencium puncak kepala istrinya kemudian berjalan menuju bagasi mobil untuk mengambil dua koper besar milik Ayara.


Ayara membantu Raka mengangkat koper itu karena Raka belum boleh bekerja terlalu berat paling tidak selama dua minggu pasca operasi.


"Gimana tadi interviewnya?" tanya Raka sambil merangkul pundak istrinya sedang tangan satunya menarik koper Ayara.


"Aku diterima" jawab Ayara sambil tersenyum.


"Sudah aku bilang kamu pasti diterima" ucap Raka sambil kembali menghadiahi ciuman di puncak kepala istrinya.


Ayara kembali tersenyum.


Mereka berdua kemudian masuk ke dalam rumah dan mulai menata baju-baju yang Ayara bawa.


"Kasurnya gak kelecilan sayang?" tanya Ayara sambil terkekeh.


Untuk ukuran suami istri memang ranjang 120 cm memang termasuk kecil.


"Iya biar kita tidurnya anget sambil berpelukan" jawab Raka beralasan. Padahal dulu dia sengaja membeli kasur ukuran kecil agar tidak selalu menatap pada bagian kosong tempat tidurnya yang biasanya ditempati Ayara saat mereka masih tinggal bersama.


Raka hanya tertawa saja. Dia lalu merangkul istrinya menuju kamar mandi.


"Ayo kita mandi bersama habis itu kita kencan" ucap Raka sambil menaik turunkan alisnya.


Ayara tersenyum menggoda. Sengaja agar Raka ketar ketir. Dia menjinjit kakinya lalu mencium bibir Raka dan me lu mat nya.


Ayara kalungkan tangannya di leher sang suami. Begitu juga raka tangannya tepat berada di bo kong sang istri. Dia re mas re mas benda kenyal tersebut dengan gemas hingga suara de sa han memenuhi kamar mandi yang tidak terlalu besar itu.


Lagi-lagi walau has rat nya sudah di ubun-ubun tapi Raka tidak bisa menuntaskannya. Yang dia bisa lakukan hanya mencium bibir istrinya dengan rakus.


Mandi yang biasa paling lama tiga puluh menit kini mereka habiskan lebih dari itu.


Setelah selesai dengan urusan mereka dan memakai pakaian, Kedua sejoli itu kemudian berkencan ke taman yang menjadi saksi pertemuan pertama mereka setelah sebulan berpisah.


Ayara ingat sekali saat itu dia dengan mati matian menahan air matanya agar tidak sampai terjatuh.


Raka pun sama, dia bisa menahan rasa sakitnya di depan Ayara, tapi saat dia sudah seorang diri pecah sudah air matanya. Bahkan bukan hanya air mata tapi juga isakan dan raungan yang begitu pilu.


Dengan saling bergandengan tangan mereka menyusuri taman tersebut.


"Mau makan apa?" tanya Raka sambil matanya menyusuri pedagang kaki lima yang berjejer di sepanjang taman. Mulai dari syomay, batagor, nasi bakar, tahu tek, sate ayam , bakso, mie ayam dan masih banyak lagi makanan yang lainnya.


"Hemm..." gumam Ayara sambil berpikir kira-kira makanan apa yang ingin dia makan malam ini.


"Kamu mau apa?" akhirnya pertanyaan yang dia lontarkan sebagai jawaban karena jujur Ayara sangat bingung mau makan apa.


"Aku mau syomay aja, kamu mau apa?" jawab Raka dan kembali mengajukan pertanyaan pada istrinya.


Ayara kembali berpikir.


Akhirnya dia memutuskan untuk makan tahu tek saja.


Setelah memesan makanan mereka, Kedua sejoli itu memilih duduk lesehan di padang rumput yang tepat di belakang penjual makanan. Tak lupa Raka juga membeli air mineral dan tambahan kerupuk. Sungguh nikmat makan malam sederhana, murah meriah dan enak. Semua itu karena mereka makan bersama orang yang mereka cintai.


Bersambung...