
Deburan ombak yang saling sahut-sahutan menemani suasana pertemuan antara Chiko, Ayara dan juga Raka. Setelah selesai semua urusan di kantor polisi, Chiko langsung mengajak bertemu. Mereka janjian di salah satu restoran yang letaknya tepat di tepi pantai. Angin yang sepoi sepoi dan kicauan burung membuat suasana begitu damai. Chiko ingin sekali meminta maaf pada Raka. Walau memang dulu Rakalah yang memintanya menjaga Ayara tapi Chiko sadar dia sudah terlalu jahat dengan menjebak Raka hingga sekarang dia harus berurusan dengan ular seperti Maysarah.
Andai waktu itu Chiko tidak melibatkan Maysarah , Ayara tidak mungkin akan mendapatkan perlakuan tidak baik dan kata-kata pedas dari pengikut Maysarah.
Hem.
Chiko beberapa kali harus menetralkan tenggorokannya karena selain gengsi untuk meminta maaf, Chiko juga grogi bertemu Ayara. Dia baru saja sampai sedangkan Ayara dan Raka sudah lebih dulu tiba di lokasi. Ini adalah pertemuan kedua mereka setelah hampir setahun tidak bertemu. Ayara berkali-kali lipat lebih cantik dari setahun lalu menurut pandangan mata Chiko. Mungkin hormon kehamilan membuat aura pada diri Ayara begitu terpancar.
Sore ini Ayara mengenakan korean collar shirt, long cullote berwarna coklat muda dan flatshoes. Seperti biasa penampilan sederhana Ayara selalu membuatnya terlihat begitu cantik.
“Terima kasih ya Mas Chiko, Kami tidak tau akan seperti apa jadinya bila Mas Chiko tidak memberitahukan kami tentang rencana Mbak May” ucap Raka memulai obrolan.
Harusnya Chiko yang lebih dulu meminta maaf, tapi seperti biasa Raka yang lebih dewasa sikapnya selalu bisa membaca situasi. Memang benar usia tidak menjamin kedewasaan seseorang. Raka tidak malu untuk berterima kasih karena memang Chiko sudah sangat membantu mereka.
“Ini tidak sebanding dengan apa yang sudah aku lakukan. Andai saja waktu itu aku berterus terang pada Ayara mungkin perpisahan kalian tidak pernah terjadi. Aku juga yang membawa May dalam kehidupan kalian. Aku benar-benar minta maaf” ucap Chiko sungguh-sungguh.
“Kalau masalah perpisahanku dengan Ayara, itu murni kesalahanku Mas. Tidak ada sangkut pautnya dengan Mas Chiko. Aku justru berterima kasih karena saat itu Mas Chiko sudah banyak membantu Ayara” ucap Raka menimpali.
Tuhan.. setidaknya berikan aku jodoh yang mirip dengan Ayara, yang bisa menggetarkan hatiku setiap aku melihatnya. Aku mohon Tuhan…
Chiko berdoa dalam hati agar Tuhan mengabulkan permohonannya. Chiko ingin sekali move on dari Ayara secepatnya. Dia tidak ingin mencintai seseorang yang tidak mencintainya lagi.
…..
Ayara dan Raka berjalan di bibir pantai dengan bergandengan tangan. Cahaya keemasan dari matahari terbenam terlihat begitu indah dan menambah suasana romantis di sore menjelang malam ini. Raka melepas genggaman tangannya kemudian beralih merangkul pundak istrinya.
Tidak ada kata yang terucap dari keduanya, tapi bibir mereka tersenyum dengan begitu manisnya seolah mengungkapkan bagaimana bahagianya mereka saat ini. Ujian pernikahan yang cukup menguras hati dan pikiran telah mereka lalui. Satu hal yang bisa mereka petik dari semua ini adalah baik Ayara maupun Raka tidak bisa menjalani hidup mereka dengan baik bila mereka berpisah.
If You Leave My World , I'm gonna live my life in sorrow.
The End.