
Walau bibir tersenyum tapi mata menyiratkan ketidaksukaan. Jelas lawan bicara Ayara menyadari hal itu.
"Ini Mbak Maysarah sayang. Yang dulu pernah kolaborasi sama aku" jelas Raka sambil melepas rangkulan Ayara di lengannya kemudian membawa sang istri kedalam rangkulannya. Raka lebih suka memeluk sang istri seperti ini.
Maysarah sedang mencerna terlebih dahulu lalu sesaat kemudian dia tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Ayara.
Sebagai sopan santun Ayara pun menerima uluran tangan tersebut.
"Ini istriku, mbak" ucap Raka memperkenalkan.
Maysarah sempat tercengang sesaat tapi dia kemudian tersenyum.
"Salam kenal mbak, Saya Maysarah. Panggil saja May" ucqp Maysarah memperkenalkan diri.
"Salam kenal juga mbak. Saya Ayara" ucap Ayara menimpali.
Maysarah memperkenalkan penampilan Ayara baik-baik.
Cantik, tapi terlalu sederhana. Gumamnya menilai penampilan calon rivalnya.
Maysarah tidak tau kalau Ayara adalah istri yang dulu hampir bercerai dengan Raka. May mengira kalau Raka telah menikah lagi dengan wanita berbeda.
Maysarah lupa dulu menanyakan siapa nama istri Raka dan bagaimana wajahnya pada Chiko hingga May tidak tau sama sekali tentang istri Raka.
"Kalau begitu kami duluan ya mbak" pamit Raka tidak ingin berlama-lama berbincang dengan Maysarah karena dia menghargai istrinya. Dulu Ayara pernah salah paham pada May, dan Raka tidak ingin itu terulang lagi.
Dengan terpaksa May menganggukkan kepalanya padahal dia masih ingin berbincang dengan Raka.
Ayara yang awalnya merengek minta es krim pun lantas mengajak Raka untuk pulang saja. Dia tidak mau berada di taman lagi.
Rupanya May dan team nya sedang melakukan shooting di taman, pantas saja dia dari kota jauh-jauh kesini.
"Yakin mau pulang?" tanya Raka memastikan dan Ayara mengangguk dengan cepat.
Raka pun lantas merangkul istrinya menuju dimana kendaraan mereka terparkir.
....
Waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam. Raka sudah tertidur dengan lelapnya disisi kanan tempat tidurnya sedangkan Ayara tiba-tiba terbangun karena mendengar suara getar dari ponsel Raka.
Ayara penasaran siapa yang menghubungi malam-malam begini.
Ayara mendudukkan tubuhnya kemudian meraih ponsel Raka di atas nakas.
Ayara buka pesan text yang Maysarah kirim. Bukan hanya satu bahkan ada 5 pesan.
Ayara dari dulu tidak pernah membuka buka chat Raka seperti ini karena dia percaya dengan suaminya, tapi entah kenapa melihat bagaimana Maysarah merangkul suaminya dengan berani seperti tadi membuat Ayara menjadi cemburu.
Dia membuka histori pesan antara May dan suaminya. Tidak ada pesan mencurigakan, hanya ada pesan tentang pekerjaan saja.
Tapi pesan yang dikirim hari ini berbeda dari pesan-pesan yang dulu May kirim. Pesan sekarang lebih kearah godaan. May terlihat menggoda suami orang. Ayara sangat cemburu membaca pesan tersebut.
Bukannya dia tidak percaya dengan Raka, hanya saja Maysarah terlalu cantik dan Ayara tidak yakin bisa bersaing dengan wanita seperti itu. Kelas mereka terlihat sangat jauh.
Pesan 1.
Hai Raka.
Apa kabar?
Maaf baru sempat menghubungi sekarang, sebenarnya dari dulu Aku ingin menghubungi mu tapi setahun belakangan Aku ada proyek besar dan mengharuskan bolak balik ke luar negeri.
Pesan 2
Apa kita bisa bertemu? Aku ingin membahas kolaborasi kita lagi.
Pesan 3
Kamu mau kan kolab bareng aku lagi?
Pesan 4
Aku sangat merindukan momen kita seperti dulu
"Momen seperti apa maksudnya," gumam Ayara kesal.
Ayara kemudian melanjutkan membaca pesan terakhir yang Maysarah kirim.
Pesan 5
Aku harap kamu mau ya? Banyak yang aku ingin bicarakan sama kamu. Terutama tentang perasaan aku sama kamu.
Ayara membolakan mata membaca pesan terakhir dari Maysarah yang terang terangan menggoda suaminya.
Bersambung...