If You Leave My World

If You Leave My World
Terlambat



Ayara menikmati perannya menjadi seorang Ibu. Malam-malam secara rutin dia terbangun untuk membuatkan Amina susu. Bayi cantik itu begitu menggemaskan.


Seperti saat ini Ayara sedang menidurkan Amina dikamarnya. Satu bulan setelah keberangkatan Alam ke kapal pesiar. Raka membeli rumah sederhana tak jauh dari tempatnya mengajar. Rumah yang memiliki 3 kamar, dapur , ruang makan, ruang tv dan ruang tamu. Walau sederhana tapi rumahnya sedikit lebih besar dari rumahnya di kota dulu.


Ayara menidurkan Amina dan Azka sekaligus. Tapi Azka sudah bisa tidur sendiri sehingga Ayara hanya perlu menidurkam Amina. Tak lama Amina pun tertidur begitu pula Ayara. Mereka tidur bertiga di kasur empuk mereka.


Raka yang baru saja memasuki kamar tersenyum melihat hal itu. Dia sangat bersyukur karena Ayara mau merawat kedua ponakannya seperti anak sendiri. Azka juga sudah merubah panggilannya yang awalnya tante sekarang menjadi mama. Begitupun pada Raka, sekarang Azka sudah memanggilnya Papa.


Raka membersihkan diri kemudian bergabung tidur bersama istri dan juga keponakannya.


Pagi menyapa. Hari ini minggu. Sesuai janjinya kemarin pada Azka, Raka akan mengajak kedua anaknya serta Ayara jalan-jalan ke pantai. Azka sangat menyukai pantai. Walau jarak dari rumah ke pantai cukup jauh tapi itu tidak mematahkan semangat Azka.


Jam 7 Pagi mereka sudah bersiap-siap menuju pantai. Ayara membawa banyak barang-barang keperluan makan dan minum kedua anaknya dan memasukkannya ke bagasi mobil.


Raka juga telihat memasukkan karpet dan mainan Azka. Melihat istrinya sibuk membuat Raka gemas dan mencuri kecup di pipi Ayara.


Ayara tertawa geli, dia pun menghadiahkan ciuman di pipi Raka.


...


Mereka sekeluarga sudah sampai di Pantai. Raka menggelar tikar dan menata barang. Azka sudah tidak sabar bermain pasir sedangkan Amina duduk dipangkuan Ayara. Ibu juga ikut ke pantai. Ibu memilih mengubur kakinya agar hangat.


Suara deburan ombak yang saling berlomba lomba, suara kicauan burung serta suara pengunjung memenuhi pantai pagi itu.


Azka dan Raka membuat istana pasir yang sangat besar sedangkan Ayara memberikan susu pada Amina hingga si kecil itu menjadi mengantuk.


"Papa, Aku mau dibuatkan istana yang lebih besar" ucap Azka sambil mengangkat tangan di udara kemudian menggerakkannya membentuk setengah lingkaran yang artinya dia ingin istana sebesar itu.


Raka menuruti keinginan putranya. Dia membuatkan istana yang lebih besar lagi. Interaksi keluarga itu disaksikan dari jauh oleh salah satu keluarga Novi. Dia mengabadikan momen itu dan mengirimkannya pada Novi.


Novi yang mendapat notifikasi pesan masuk langsung membuka ponselnya.


Matanya berkaca-kaca melihat kedua anaknya setelah sekian lama.


"Ibu kangen sama kalian" ucap Novi lirih sambil mengusap usap video tersebut. Di video Azka nampak begitu bahagia.


"Apa sudah terlambat kalau aku minta maaf sekarang?" batin Novi.


Setelah bercerai, Novi kira hidupnya akan bahagia dengan pacar barunya. Tapi ternyata sang pacar hanya memorotinya. Setiap kencan selalu Novi yang membayar semuanya. Novi sangat menyesal melepas Alam. Alam adalah pria yang paling bertanggung jawab juga pengertian yang pernah Novi kenal. Tidak sepertu pacar barunya yang ada uang abang sayang, tak ada uang aku ditendang.


"Ibu menyesal nak, maafkan Ibu. Kalian mau kan memaafkan Ibu? Ucap Novi yang sudah berkaca-kaca.


Bersambung...