If You Leave My World

If You Leave My World
Bimbang



"Kakak pikir Alam lebih mempercayai Kakak? Tidak mungkin Kak. Jadi Ayo kita main belakang dulu, setelahnya kita singkirkan pasangan masing-masing" ucap Novi yang berusaha mendekatkan tubuhnya pada Raka.


Tapi Raka dengan cepat berdiri dan menjauh.


"Sadar Novi... Apa yang kamu katakan ini sudah gila" ucap Raka berusaha menyadarkan adik iparnya.


"Tidak ada yang gila Kak. Aku hanya ingin perhatian dan kasih sayang yang tidak aku dapatkan dari Alam. Aku ingin mendapatkan cinta seperti yang Kakak berikan pada Kak Aya" ucap Novi yang tidak terima dikatai gila.


"Kamu bisa bicarakan baik baik pada suamimu. Kalau kamu tidak mengatakannya mana mungkin dia tau" ucap Raka sambil terus menjauh.


"Dia tidak akan berubah. Sesuai namanya dia itu Alam kak. Orang yang suka berpetualang, orang yang suka berada di alam terbuka dan sifatnya juga begitu. Aku tidak kuat lagi bersama dia." Ucap Novi yang sudah bercucuran air mata.


Raka tidak mau meladeni Novi, dia memilih pergi menyusul Ibu dan istrinya.


"Kak...Kak Raka..." panggil Novi sambil terisak.


Mendengar istrinya menangis, Alam pun keluar dari kamar.


"Kenapa sayang?" tanya Alam khawatir.


Novi langsung memeluk suaminya.


"Kak Raka mau melecehkan Aku. Dia hampir memelukku Al" ucap Novi dengan tersedu-sedu.


"Hah?" ucap Alam saking terkejutnya.


"Kamu bercanda? Mana mungkin Kakakku begitu" ucap Alam tidak percaya.


Novi melepas paksa pelukannya.


"Terserah kalau kamu tidak percaya. Pokoknya Aku tidak mau tinggal disini. Aku mau pergi!" ucap Novi sedikit berteriak supaya tidak terlihat kebohongannya.


Novi berlari ke dalam rumah sambil meraung raung dan Alam mengikutinya.


"Dia ingin memiliki anak karena istrinya mandul Al. Aku tidak bohong. Dia mengatakan itu padaku. Dia ingin anak dariku" ucap Novi kembali mengeluarkan air mata palsunya.


Deg.


Alam saat ini dalam kebingungan.


Melihat istrinya menangis seperti ini membuat dia sangat bimbang. Satu sisi dia tidak bisa mempercayai ucapan Novi karena dia yakin Kakaknya tidak mungkin seperti itu, tapi satu sisi Novi terlihat begitu kacau.


Kepala Alam rasanya mau pecah.


"Ayo kita pergi dari sini Al. Aku tidak mau Kak Raka kembali berbuat nekad" ucap Novi dengan mengiba-iba.


"Kita mau pergi kemana? Sudah malam. Kasihan anak-anak" ucap Alam berusaha membujuk Novi.


"Kamu gak kasihan sama Aku? Aku tidak mau ketemu Kak Raka lagi. Aku takut" ucap Novi sambil menekuk lutut dan membenamkan wajahnya diantara kedua pahanya.


Dia kembali menangis dengan tersedu-sedu.


Novi memang takut saat ini makanya actingnya terlihat natural. Bukan takut Raka melecehkannya tapi takut ketahuan kalau dialah yang menggoda Raka.


Saat pintu rumah terdengar terbuka, Alam langsung keluar. Dia meyakini kalau Rakalah yang datang. Benar saja Raka, Ayara dan Ibu yang datang.


"Kak jelaskan padaku. Apa maksud kakak melecahkan istriku?" tuntut Alam yang tidak bisa menutupi amarahnya.


Raka membulatkan mata tidak percaya. Dia tidak menyangka Novi sejahat ini.


"Apa?" tanya Raka tidak habis pikir. Dia sedikit kecewa karena Alam mempercayai ucapan istrinya.


"Apa maksud kamu nak?" tanya Ibu tidak paham.


"Novi didalam sampai gemetaran bu, dia bilanh Kak Raka hampir melecehkannya" ucap Alam menjawab pertanyaan Ibunya.


"Itu tidak benar, Aku tidak pernah melakukan itu" elak Raka.


"Ibu...Aku tidak mungkin melakan itu" ucap Raka meyakinkan Ibunya.


"Sayang...kamu percaya kan sama aku" ucap Raka sambil meraih tangan istrinya.


Ayara tidak bisa berkata-kata. Air matanya pun dengan lancang bercucuran.


"Aku berani sumpah yank" ucap Raka meyakinkan istrinya.


Novi yang mendengar pertengkaran itu keluar dari kamarnya.


"Kak Raka bohong! Dia memang ingin melecehkan Aku" ucap Novi yang memang terlihat kacau.


Bersambung...