
Sepertinya tidur Raka nyenyak sekali sampai suara driver gxfood memanggil-manggil dirinya tak didengar olehnya.
Ayara sampai geleng-geleng kepala melihatnya. Karena tidak tega dengan driver tersebut , Ayara pun membuka pintu dan menerima pesanan makanan tersebut.
Dia berdecak sebal.
Dasar kebo!
Ayara kemudian meletakkan makanan tersebut di meja yang ada disebelah Raka tidur.
Saat hendak kembali ke dalam rumah, Raka dengan cepat menahan tangan istrinya dan dengan cepat menarik tangan tersebut hingga terjatuh dipangkuannya.
Deg
Deg
Jantung keduanya seperti berlomba-lomba karena berdetak terlalu cepat.
Mata mereka terkunci untuk waktu yang begitu lama.
"Aku sangat merindukanmu, Sayang" ucap Raka dengan tatapan penuh puja.
Deg
Deg
Deg.
Debaran jantung Ayara semakin menggila mendengar kata rindu dari suaminya.
Raka memeluk istrinya dengan erat seolah olah ingin menunjukkan kalau dia begitu rindu dan cinta pada Ayara.
"Lepasin Raka!" hardik Ayara saat kesadarannya mulai pulih.
"Tidak mau" rengek Raka manja sekali.
Ayara sampai tercengang melihat sisi manja suaminya. Biasanya dirinya lah yang manja seperti ini.
"Aku minta maaf sudah nyakitin perasaan kamu. Tapi sungguh aku tidak pernah berselingkuh" ucap Raka yang saat ini membenamkan wajahnya di perut sang istri.
"Kamu bohong!" ucap Ayara sambil berusaha melepas pelukan Raka.
Raka menggeleng.
"Sumpah demi apapun. Aku tidak pernah berselingkuh" ucap Raka meyakinkan istrinya.
"Aku lihat sendiri kamu berpelukan dengan dia" ucap Ayara yang sudah tidak bisa menahan amarahnya. Dia meledak seketika karena Raka masih mengelak. Raka mendongakkan wajahnya menatap sang istri. Sungguh dia tidak paham apa yang istrinya katakan.
"Masih mau mengelak?" ucap Ayara pula.
"Ishh..." Ayara semakin sebal saja. Dia kembali memberontak tapi Raka semakin mengeratkan pelukannya.
"Sungguh Aku tidak mengerti sayang" ucap Raka meyakinkan Ayara.
"Kalau memang kamu tidak berselingkuh lalu apa alasan kamu meminta berpisah?" tuntut Ayara dengan menggebu.
Raka kembali membenamkan wajahnya di perut sang istri.
Dia menghela nafas berkali-kali. Dia eratkan kembali pelukannya pada sang istri kemudian dia menceritakan semuanya tanpa ada yang dia tutup tutupi.
"Maafkan Aku yank. Aku salah. Maafkan Aku" Raka terus saja mengucapkan kata maaf pada sang istri.
Ayara menangis mendengar cerita Raka. Dia masih gamang. Entah percaya atau tidak.
"Jadi kamu pikir aku tidak akan menerima kekuranganmu itu? Kamu meragukan aku?" ucap Ayara dengan terisak. Bulir bulir bening sudah membasahi pipinya.
Raka menggeleng.
"Bukan sayang.. Karena aku tau kalau kamu akan menerima kekuranganku dan rela mengubur mimpimu untuk memiliki anak makanya aku melakukan ini. Aku tidak mau kamu berkorban dan mengubur mimpimu untuk menjadi seorang Ibu" ucap Raka menjelaskan.
Ayara semakin terisak.
"Tega kamu Raka... Aku benci sama kamu" ucap Ayara berusaha memukul mukul punggung suaminya.
"Jangan benci aku sayang. Aku tidak bisa. Sehari setelah perpisahan kita Aku sampai dirawat di rumah sakit" cerita Raka. Dia genggam tangan istrinya lalu menciumnya.
"Hidupku tak berarti saat kamu tidak ada disisiku. Maafkan Aku"ucap Raka dan kembali mengeratkan pelukannya.
"Lalu kenapa kamu berpelukan dengan wanita itu?" tuntut Ayara lagi dan lagi.
"Siapa?" tanya Raka yang masih belum paham.
"Maysarah. Aku lihat sendiri kamu berpelukan dengan wanita cantik itu" jawab Ayara dengan suara meninggi.
"Hah? Kapan?" Raka memang tidak merasa pernah berpelukan dengan Maysarah.
"Masih ngeles lagi. Jelas-jelas saat di restoran kalian berpelukan"jawab Ayara dengan menahan kesal karena Raka seperti mempermainkannya.
"Ya Tuhan... Kamu salah paham. Kami tidak berpelukan. Saat itu dia terjatuh dan aku membantunya. Hanya itu" ucap Raka menjelaskan.
"Alasan saja. Aku tidak percaya".
"Benar sayang, Aku tidak bohong. Aku tidak mungkin mengkhianatimu sayang. Aku mohon percayalah" ucap Raka sambil menatap dalam mata Ayara. Ayara bisa melihat kalau dimana itu tidak ada kebohongan, tapi egonya yang tinggi masih belum bisa menerima semua yang sudah Raka ungkapkan.
Bersambung...