If You Leave My World

If You Leave My World
Opname



Flashback


Waktu kembali mundur ketika Ayara sedang sakit dan harus dirawat dirumah sakit beberapa bulan yang lalu. Kejadian saat dia muntah-muntah pada pagi hari dan mengira dirinya hamil. Tapi ternyata setelah di cek Ayara tidak lah hamil dan itu menyebabkan kekecewaan yang begitu besar pada Ayara. Siapa sangka sakitnya itu adalah gejala awal demam berdarah.


Kepala Ayara rasanya pusing sekali. Tubuhnya lemas dan tidak bisa memakan apapun. Minum pun mulutnya terasa pahit.


Dengan telaten Raka memijat kening Ayara.


"Masih sakit?" tanya Raka perhatian.


Ayara pun menganggukkan kepalanya. Raka kemudian kembali memijat kening istrinya hingga Ayara tertidur.


"Cepat sembuh ya sayang" ucap Raka sambil memberi ciuman di kening istrinya. Setelah memastikan Ayara benar-benar tertidur, Raka kemudian merebahkan dirinya di sofa yang ada di ruang rawat inap tersebut. Belum diketahui berapa lama Ayara akan dirawat, yang jelas setelah dipastikan trombosit Ayara sudah kembali normal baru diperbolehkan untuk pulang.


Tak berapa lama adik Raka dan istrinya yang sedang hamil tua datang menjenguk dari kampung. Melihat kedatangan adik dan iparnya seketika membuat Raka terbangun dan mempersilahkan mereka duduk.


"Ayara baru saja tidur, kasihan kalau dibangunkan" ucap Raka memberitahu.


Adik dan iparnya pun mengangguk paham.


"Kamu gak apa-apa kesini Nov?, Ayara terkena DB. Nanti kamu bisa tertular" ucap Raka yang tidak ingin terjadi sesuatu pada adik ipar dan bayi yang dikandungnya.


"Jadi Kak Raka ingin terjadi sesuatu pada Aku dan anakku?" tanya Novi yang terlihat kesal.


"Astaga bukan begitu maksudku. Aku hanya mengkhawatirkan kamu dan bayimu" ucap Raka yang tidak mengerti kenapa Novi bisa berpikiran buruk padanya.


"Bilang saja Kak Raka iri kan karena istri Kakak belum bisa memberikan anak" sindir Novi pula.


"Nov. Jaga bicaramu" tegur suaminya.


Raka menekan kesabarannya. Dia tidak ingin Ayara terbangun dan mendengar pertengkaran mereka.


"Lebih baik kamu pulang saja. Tidak baik istrimu yang sedang hamil lama-lama dirumah sakit" usir Raka pada adik dan iparnya secara halus.


Padahal alasan yang sebenarnya adalah Raka tidak begitu suka dengan sikap adik iparnya. Menurut Raka ada tidaknya anak dalam pernikahan bukanlah yang paling utama. Tapi orang-orang memang tidak bisa mengerti dan hanya bisa menanyakan kapan kapan dan kapan.


Novi terlihat menahan amarah, padahal dirinya menempuh perjalanan satu setengah jam dari kampung kesini sengaja untuk menjenguk kakal iparnya, tapi Raka malah mengusir dirinya.


"Benar kata Kak Raka, tidak baik memang wanita yang sedang mengandung menjenguk orang sakit. Nanti ketularan apalagi Demam berdarah itu memang karena virus" ucap adik Raka memberi pengertian istrinya.


Novi diam saja walau sebenarnya dia sangat marah. Dia sudah cukup puas tadi membalas Kakak Iparnya tentang momongan.


Tak lama setelah Adik dan Iparnya pulang Ayara pun terbangun.


"Sayang.." panggil Ayara lirih. Saat itu Raka telah kembali berbaring di sofa. Mendengar panggilan dari Ayara, Raka pun mendudukkan tubuhnya dan mendekat pada sang istri.


"Kenapa sayang?" tanya Raka khawatir. Wajah Ayara terlihat sangat pucat dan lemas.


"Mual yank" ucap Ayara sambil menutup mulutnya.


Dengan cepat Raka mengambil infus dan menggendong istrinya menuju wastafel. Ayara kembali muntah-muntah dengan hebatnya.


Raka menepuk-nepuk pelan punggung istrinya berharap mualnya bisa berkurang.


Bersambung..