
Semenjak kepergian Jane, hari-hari yang dilalui oleh Kai terasa hampa, apalagi lagi saat mendengar bahwa Miss Queen telah di bebaskan oleh keluarganya.
Miss Queen yang memang berasal dari yang berpengaruh, membuatnya dengan mudah untuk keluar dari sel tahanan dan sekarang tidak tahu dia sedang berada dimana.
Ibarat kata, sudah jatuh malah tertimpa tangga. Setelah kehilangan Jane, Kaisar juga harus kehilangan Miss Queen, kekasihnya.
Selama bekerja di kantor dia sama sekali tidak fokus. Bahkan dia juga salah dalam menyetel jadwal bos-nya hari ini.
Dirga yang melihat perubahan Kaiasar beberapa hari ini dia merasa heran. Selama ini Dirga mengenal Kai dengan baik dan dia sangat hafal bagaimana sifat Kaisar.
"Seperti ada yang sedang kamu sembunyikan dariku?" Dirga menatap lekat pada Kaisar.
"Tidak ada Bos," jawab Kai lemah.
"Tidak usah berbohong! Aku tahu jika kamu sedang tidak baik-baik saja," tebak Dirga.
Kaisar tanpa rasa sungkan menceritakan keluh kesah kepada Dirga. Karena selain atasan, Dirga adalah satu-satunya teman yang ia miliki.
Bukan merasa prihatin kepada nasib Kaisar, Dirga malah menertawakan apa yang sedang menimpa Kaisar hingga sakit perut.
"Anda sudah puas, Bos. Saya doakan semoga anda juga mengalaminya. Suatu saat anda pasti akan merasa bagaimana rasanya kehilangan."
"Kamu sedang menyumpahi ku?"
"Kurang lebih begitu, Bos."
"Kurang ajar kamu ya!"
Dua orang antara bos dan bawahan sedang beradu mulut hingga datanglah Nana yang meningkat kembali acara nanti malam yang akan mengundang salah satu CEO yang sangat berpengaruh dalam dunia bisnis ( baca Jerat Hasrat Sang CEO ).
Perusahaan Dirga akan melakukan kerjasama dengan perusahaan Excel Word. Dirga selama ini hanya memantau bagaimana perusahaan Ex group bisa berkembang dengan pesat, tidak hanya di dalam negeri bahkan juga di luar negeri. Hal itu yang membuat Dirag tertarik untuk bekerja sama.
"Sudahlah Kai. Sebelum kamu menyicipi rasa kehilangan aku sudah lebih dahulu merasakan rasa kehilangan meskipun hanya sementara. Pastikan dinner malam ini berjalan dengan lancar. Tidak usah kamu pikirkan wanita yang seperti Jane dan Queen. Aku dengar asisten pribadi Tuan Excel itu adalah seorang wanita yang tangguh. Kali aja kamu tertarik dengannya nanti."
"Kurang lebih begitu." Dirga menirukan ucapan Kai, lalu tertawa. Andai saja jika Kai bisa di gadaikan pasti Dirga sudah menggadaikannya lebih awal.
******
Sementara itu Vie merasa sangat kecewa karena kepergian Jane yang tiba-tiba saja tanpa kabar dari dirinya. Apalagi pergi bersama Max yang sudah menabur luka di hati Jane. Padahal Vie sudah merasa tenang saat Jane dekat dengan Kai, lelaki yang bertanggung jawab meskipun masih di butuhkan oleh rasa kagumnya pada wanita yang salah.
"Bunda, kenapa Aunty Jane pelgi gak bilang sama Alga? Aunty Jane jahat!" Arga mengerucutkan bibirnya merasa kesal.
"Mungkin aunty Jane sedang buru-buru, Sayang. Nanti kita telepon." kilah Vie.
"Benelan Bunda? Kenapa tidak sekalang saja?"
"Nomer Aunty Jane belum aktif, Sayang."
Bukan hanya Kai yang kehilangan Jane, tetapi anak dan ibu ini juga sangat shock dan sangat kehilangan Jane yang pergi secara tiba-tiba.
Vie berusaha menenangkan anaknya agar tidak terlalu memikirkan masalah orang dewasa.
Satu pesan notifikasi dari Dirga yang mengatakan bahwa Vie dan Arga harus bersiap-siap untuk ikut dalam acara dinner malam ini. Dirga ingin mengenalkan keluarganya kepada Tuan Excel, terutama Arga yang mempunyai kelincahan dalam berbicara. Semoga saja Arga bisa membantunya kali ini.
.
.
.
Arga, yang sabar ya ☺️
Halo-halo aku datang lagi 😊 masih ada yang menunggu Novel ini gak sih??