
Sudah 2 hari Vie menemani Jane dan saat ini kondisi Jane sudah lebih membaik dari hari-hari sebelumnya. Jane sangat berterimakasih kepada Vie karena sudah ada untuk dirinya disaat dia sedang butuh sandaran.
"Aku akan selalu ada untukmu, kita sahabat selamanya," ucap Vie, sebelum pulang.
"Aunty jangan sedih lagi ya. Abang Alga juga akan selalu ada untuk Aunty."
Jane tersenyum melihat gaya Arga yang sok Cool kayak orang dewasa.
"Iya. Makasih ya Abang Alga udah mau jadi sahabat untuk Aunty."
Sebelum pulang, Arga memeluk Jane dengan erat. Berharap aunty-nya tidak merasa bersedih lagi.
Setelah kepergian Vie, Jane tidak bisa menyembunyikan rasa sedihnya lagi. Ia wanita yang lemah, bagaimana mungkin dia bisa terima begitu saja atas apa yang telah menimpa dirinya.
Dalam hati Jane selalu berpikir apakah itu orang suruhan keluarga Max untuk menyingkirkan dirinya atau ada pihak lain yang tidak suka terhadap dirinya saat ini, mengingat dia sangat dekat dengan keluarga
Dirga, atasannya.
Jane menangis hingga tergugu di sudut kamar. Dia ingin melupakan rasa sesak di dada, berharap setelah ini semua akan baik-baik saja.
Setiap hari, bahkan setiap malam Jane selalu berharap jika Max akan segera kembali dan membawanya pergi. Namun, kali ini Jane sudah tidak menginginkan hal itu lagi. Buah cinta mereka sudah pergi, tak ada yang bisa Jane pertahanan lebih kuat lagi. Andaikan saja waktu bisa di putar ko, Jane tidak akan menolak saat Max mengajaknya untuk pergi saat itu. Namun, semua sudah terlambat, tak ada lagi bisa di sesali.
Ting .
Satu notifikasi dari Kaisar yang menanyakan Jene ingin makan apa, karena saat ini dia sedang berada dalam perjalanan pulang.
Mendadak Jane teringat akan jagung bakar rasa keju yang ia lihat di salah satu postingan di Instagram-nya. Tak ingin membuang kesempatan Jane segera membalas pesan dari Kaisar.
[ Aku ingin jagung bakar rasa keju sama minum Boba ]
"Kaisar maunya apa sih? Sok perhatian sama aku, padahal dia udah punya Queen tapi mengapa dia lebih memilih mementingkan ku, bagaimana kalau Queen salah paham dengan kedekatan kami? Mulai sekarang aku harus menghindari Kaisar. Tapi mana bisa ... Kalau gak ada dia siapa yang mau aku suruh beli ini, beli itu kalau tengah malam aku menginginkan sesuatu?" Jane bergumam.
****
Sedangkan Dirga yang tidak tahu jika anak dan istrinya sudah kembali tidak membawa buah tangan. Perjalanan hari ini sangat menguras tenaganya, jangankan untuk berbicara, untuk berjalan saja rasanya sangat berat.
Mata Dirga terbelalak tak percaya saat mendapati seorang wanita sedang tidur di atas tempat tidurnya. Siapa lagi kalau bukan Vie. Dirga mengulum senyumnya saat tahu jika istrinya sudah kembali.
"Sayang, kamu pulang?"
Vie yang sedang memainkan ponselnya segera melirik kearah suaminya yang baru saja pulang kerja dengan wajah dan baju yang sama-sama telah kusut.
Ada rasa getaran dalam hati Vie saat melihat wajah Dirga yang terlihat menyediakan. Akibat dari pemutusan kontrak bekerja dengan pihak Jesy, Dirga harus bekerja keras untuk menutupi lubang akibat kerugian yang ia terima. Rasa bersalah tiba-tiba muncul dari hati Vie.
"Kamu kok makin lecek sih, Ga. Kayak duda karatan wajahmu, gak menarik lagi."
"Istri macam apa kamu ini? Suami pulang kerja bukan di sambut malah di hina?"
Vie terkekeh pelan dan langsung menghampiri Dirga. Mengambil alih tas kerja, hingga membukakan dasi yang di kenakan oleh Dirga.
"Kamu ingin mengodaku? Baiklah jangan salahkan aku jika malam ini aku tidak akan mengampuni mu. Sudah satu minggu aku sabar, akhirnya kamu menyerah juga. Malam ini aku tidak akan mengampuni mu."
Dirga langsung membuka satu persatu kancing kemejanya hingga ia melempar asal ke sembarang tempat.
"Ga, kamu belum mandi." Vie terkejut saat Dirga yang sudah menyerangnya ganas, layaknya singa yang sedang kelaparan.
"Kamu mandi dulu. Aku gak mau kamu bawa virus untukku dan untuk anak kita." Vie berusaha menolak saat Dirga ingin memainkan bibirnya.
"Tapi aku ingin sekarang, Sayang."
"Iya, kamu mandi dulu baru nanti baru kita keluar angkasa," bujuk Vie, layaknya sedang menasehati Arga untuk mandi.
"Serius? Awas bohong!" Dirga antusias.