Hidden Baby

Hidden Baby
Hidden Baby 79



Jane yang sudah tersadar mengalami shock berat saat mengetahui bahwa janin yang ada di dalam perutnya sudah tidak ada lagi. Hancur hatinya sebagai seorang calon ibu. Buah hati pertamanya harus pergi begitu cepat karena keteledorannya. Jane menangis tergugu dalam pelukan Vie, menyesali kelalaiannya dalam berjalan yang tak berhati-hati.


4 jam yang lalu ...


Sesampainya di kantor dan berpisah dengan Kaisar, tiba-tiba Jane ingin makan bubur ayam yang ada di seberang jalan. Tak ingin mengabaikan keinginan, Jane akhirnya meringankan kakinya untuk ke seberang demi untuk sebuah bubur ayam. Naas, saat dia hendak menyeberang sebuah mobil melaju dengan kencang dan langsung menabrak tubuh Jane hingga terpental. Namun, bukannya bertanggung jawab, sang penabrak malah langsung menancap gas dan meninggalkan Jane yang tenang berlumuran darah.


"Vie ... anak ku, Vie." Jane masih menahan isak tangisnya.


"Sabar Jane. Kamu harus kuat, semua itu hanya titipan Tuhan. Saat ini Tuhan lebih menyayangi dia."


"Tapi Vie ... " Jane menggantung ucapannya.


"Apa Jane?"


"Aku yakin kecelakaan ini sengaja dilakukan oleh seseorang untuk membunuhku. Aku ingat dengan jelas jalanan itu sepi. Harus mobil itu bisa mengelak karena saat itu aku tetap berada di tengah jalan yang sepi. Mobil itu melaju dengan kencang bahwa aku masih bisa melihat penabrak itu tidak turun dan malah meninggalkan aku disana." Jane mengingat kejadian tadi pagi dengan jelas.


Vie masih terdiam. Mungkin benar dugaan Jane. Lalu siapa yang ingin membunuh Jane. Apakah tante Maya? Jika benar begitu, maka Vie harus memberitahu suaminya agar menyelidiki kecelakaan tadi pagi.


"Kamu tenang aja. Nanti aku suruh Dirga menyelidiki kecelakaan ini. Sekarang kamu jangan banyak pikiran, istirahat aja dulu biar cepat pulih."


Jane mengangguk pelan mengikuti saran Vie untuk beristirahat. Sambil menyeka air matanya, Jane membaringkan tubuhnya kembali.


Max, maafkan aku tidak bisa anak kita.


*


*


*


Kai segera membuka notifikasi ponselnya saat satu nama Vie muncul dilayar utama. Meskipun sedang mengikuti rapat, Kai lebih mementingkan untuk membaca pesan dari Vie. Bibir Kai menyungging saat membaca pesan yang mengatakan bahwa Jane sudah sadar dan saat ini dia sedang beristirahat. Satu foto Jane terbaring juga Vie kirimkan untuk Kaisar.


Vie : [ Sekarang gantian, mana foto suamiku. Seperti aku juga merindukan dia hehe ]


Vie dan Kai saling bertukar pesan. Vie yang merasa bosan memilih Kai sebagai sasaran untuk membuang kejenuhannya saat menunggu Jane yang sedang beristirahat. Tapi tidak dengan Kai yang mati-matian mencuri kesempatan agar tak ketahuan oleh bosnya jika dia sedang memainkan ponselnya, tetapi karena Dirga mempunyai mata elang, dia segera memanggil nama Kai dan meminta untuk memberikan pendapatnya mengenai apa yang barus saja di bahas.


Kai gelagapan dan langsung menyimpan ponselnya di saku celana. Sambil menelan kasar ludahnya dia menggeleng kepalanya pelan, berharap bos-nya bisa mengerti akan jawab Kai.


Mata tajam itu menatap Kai dengan tatapan membunuh, seakan ingin membunuh Kai saat ini juga.


Akhirnya Kai merasa lega saat bos-nya sudah mengakhiri rapat siang ini. Namun, Dirga sepertinya tidak akan bisa membuat Kai bernafas lega karena saat ini Dirga meminta ponsel milik Kai.


"Mana ponselmu!" Tangan Dirga sudahn menengadah.


"U-untuk apa, Bos?" gugup Kai.


"Kamu pikir aku tidak tahu jika selama rapat kamu sibuk dengan ponselmu hingga tak fokus di saat jam kerja. Apalagi saat rapat. Aku tidak mau hal itu terulang kembali. Sekarang mana ponselmu, aku ingin tahu dengan siapa kamu bertukar pesan."


Kai merasa berat saat hendak menyerahkan ponselnya, apa jadinya jika Dirga sampai tahu jika sedari tadi Kai bertukar pesan dengan Vie. Bahkan Kai juga sempat mengirimkan foto Dirga yang sedang memimpin rapat tanpa sepengetahuannya.


"Sini atau gaji kamu aku-"


"Iya Bos ... Ini ponselku." Kai pasrah menyerahkan ponselnya kepada Dirga, sambil membuang kasar nafasnya.


"Dikit-dikit ngancem, gaji kamu aku potong." Mulut Kai komat kamit seperti sedang membaca mantra untuk Dirga.


"Aku masih bisa dengar, " ucap Dirga.


.


.


.


Halo-halo, Mana Like dan bunganya? Lama Othor gak nodong 🤣🤣