
Tak ada yang istimewa liburan saat tak membawa Arga. Seperti ada yang kurang untuk melengkapi kebahagiaannya saat ini. Bagaimanapun Vie tetap saja memikirkan anaknya di Ibukota, meskipun mereka sudah melakukan panggilan video call.
Vie dapat melihat bahwa Arga baik-baik saja. Perasaan Vie semakin tak menentu saat panggilan video telah berakhir, Vie meminta pulang malam ini karena ingin memeluk Arga.
"Kamu tenang dulu dong, Vie. Ini udah malam. Gak ada yang jual tiket malam-malam begini."
"Tapi aku kangen sama Arga."
Dirga melihat seperti ada yang berubah dari istrinya. Dari mulai emosional hingga bentuk tubuh yang semakin berisi. Vie yang biasanya kuat, kini cengeng dan aset berharga milik Vie mulai terlihat padat.
Malam ini Vie sudah tertidur dalam dekapan suaminya. Saat itu juga Dirga berselancar kedalam internet untuk mencari tahu penyebab istrinya mengalami perubahan.
Satu persatu artikel Dirga baca dengan seksama. Namun, mata Dirga terpana padahal salah satu blog yang menyebutkan bahwa tanda-tanda tersebut bisa terjadi saat hamil. Membaca kata hamil, mata Dirga segera mengarah pada perut Vie yang masih rata namun aset gunungnya yang sudah mengkal.
Apa dia hamil? Gumam Dirga. Seulas senyum mengembang luas di bibir Dirga. Jika benar itu terjadi berarti gai.rah bercin.ta Vie adalah bawaan dari bayi yang dengan tumbu lagi di perut Vie. Dirga harus segera memastikan hal itu, tetapi terlebih dahulu dia harus menelepon mamanya, untuk menanyakan langkah apa yang harus Dirga ambil selanjutnya.
Dirga menuruti ucapan mamanya, tenang malam, ia keluar hotel untuk mencari benda yang dikatakan oleh mamanya. Jika benar Vie tengah hamil, honey moon mereka gagal. Karena yang pasti Dirga tak akan membiarkan istrinya kelelahan. Jika saat itu ia tidak bisa berada di sampingnya saat hamil, maka saat inilah waktunya Dirga stay 24 jam untuk Vie.
Satu plastik alat pendeteksi kehamilan dengan berbagai merk. Dirga takut jika alat itu tidak akurat, makanya dia membeli banyak. Tapi ia berharap Vie benar-benar hamil meskipun ia harus berpua.sa.
Seperti biasa pukul 4 dini hari Vie terbangun karena hendak ke kamar mandi. Tapi pelukan Dirga terlalu erat.
"Ga, awas dulu. Aku mau pipis." Vie mendorong pelan tubuh Dirga.
Seketika Dirga mengerjap. Menyadari Vie Talah bangun ia menyunggingkan senyum lebar di bibirnya.
"Udah bangun? Nah." Dirga menyerahkan satu kantor plastik alat pengecek kehamilan.
"Ini apa, Ga?"
"Udah, pakai aja sendiri. Apa aku yang harus mengujinya?"
Vie terbelalak saat membuka isi dari plastik tersebut. Apakah Dirga hendak menjual kembali alat tes tersebut?
"Ini apa, Ga? Kamu gila ya?"
"Aku udah bela-belain beli, masih kamu bilang gila. Sekarang ayo kita tes. Aku yakin kamu sedang mengandung bibit premium ku. Masa yang hanya satu kali nanam aja bisa langsung jadi, lalu mengapa yang tiap malam kita berladang gak jadi-jadi. Udah sana, apa harus aku bantuin?"
"Kamu nyebelin deh, Ga. Gimana kamu bisa tau kalau aku sedang hamil?"
"Ya udah makanya sana cek dulu. Pipis pertama ya, kali aja lupa."
Vie segera menghentakkan kakinya ke lantai. Siapa yang lupa, semua perempuan pasti tau bagaimana cara menggunakan alat tersebut, tetapi tidak harus satu kantong plastik juga kali. Cukup satu atau dua saja sudah cukup. Kan sayang mau diapakan lagi, gak mungkin kan dijual lagi?
Dalam hitungan mundur, Vie membuka pelan matanya. Mengintip garis merah di alat tes pack-nya. Dan Vie harus terbelalak dengan hasilnya. Dua garis merah terlihat sangat jelas. Tak percaya akan hal itu, Vie membungkam mulutnya agar tak berteriak.
Ya ampun ... secepat ini Arga akan memiliki adik?
Vie keluar dari kamar mandi dengan memasang wajah lesunya sambil menyembunyikan hasilnya. Dirga yang sudah tak sabar segera menghampiri Vie lalu menanyakan bagaimana hasilnya.
"Gimana Vie hasilnya?" Dirga sangat antusias.
"Maaf, Ga ..."
Belum sempat Vie menyelesaikan ucapan Dirga sudah memeluknya dirinya.
"Sudah gak papa. Mungkin hanya perasaanku saja. Kalau belum di kasih ya kita coba lagi."
"Emang kamu tau hasilnya?" Vie menarik ingusnya.
Dirga hanya menggeleng. "Apapun hasilnya aku akan tetap mencintai kamu. Jika belum ada hasilnya kita harus kerja keras lagi. Kali perlu pagi, siang malam. Biar cepat dapat."
"Emangnya kamu udah pengen sekali aku hamil ya?"
"Yah, begitulah. Aku ingin menjadi suami siaga, menggantikan waktuku yang hilang." Dirga mengelus rambut Vie.
"Kalau begitu selamat. Keinginan kamu terkabulkan. Aku hamil, Ga." Vie segera menunjukkan dua garis merah yang sudah menempel pada alat tersebut.
Dirga terbelalak saat melihat bukti bahwa Vie benar-benar hamil langsung memeluk tubuh Vie lagi, tak lupa ia juga mengecup perut Vie yang masih rata.
Berhubung Vie sudah hamil duluan lagi, Dirga memutuskan untuk mempercepat liburannya dan kini Meraka sudah berada di Ibukota. Rasanya seperti mimpi untuk Dirga. Kali ini ia akan merasakan peran suami siaga, bagaimana menghadapi tingkah nyleneh Vie tiap malamnya, seperti hari-hari yang lalu, apa mengganggu waktu istirahatnya.
"Kenapa cepat sekali pulangnya? Ayah sudah memberikan waktu panjang untuk kamu lho, Ga? Gak nyesel?" tanya papa Dirga saat menjemput anak dan menantunya. Disisi lain Arga tengah sibuk mencari oleh-oleh yang ia pesan saat orang tuanya hendak berangkat liburan.
"Arga Salim bunda, dong?" saran mama Anggi namun, mata Arga masih mencari sesuatu yang ia pesan sambil melipat tangan di depan dada Arga berkata, "Ayah sama Bunda bohong? Katanya pulang libulan pulangnya bawa adek bayi. Sekalang mana adiknya?"
Semua mata terperanjat akan celotehan Arga. Memangnya buat adek bayi seperti buat bakwan jagung, dibolak-balik langsung langsung jadi. Butuh usaha yang melelahkan, setiap peluh keringat selama pembuatan dan harus menunggu selama sembilan bulan lamanya agar bisa sempurna.
"Kamu mau adek bayi kan? Nanti di rumah ayah kasih. Sekarang kita pulang dulu, kasihan bundanya capek." Dirga langsung menggendong anaknya yang sangat kepo luar biasa.
"Janji?"
"Iya, janji."
Nih, aku kasih satu lagi. Makasih yang udah Vote dan memberikan mawar dan kopi. Aku sangat bahagia, satu mawar dan secangkir kopi yang kalian berikan adalah semangat untuk aku. Jadi kalau mau aku Up-nya lancar, hadiahnya juga harus lancar hahaha, Author matre. Sedih tau Novel ini hanya naik 3 tingkat dari posisi kemarin ðŸ˜ðŸ˜