
Halo-halo, gimana kabarnya? Mudah-mudahan selalu bahagia ya, meskipun harus pura-pura hehehe.
Kali ini aja ada yang kangen sama aku, eh maksudnya sama Novel aku. Aku cuma mau kasih tahu kalau aku punya novel baru yang judulnya MENIKAHI KETUA OSIS. Novel ini adalah kisah baby Rinjani, adiknya Arga dengan Hazel, anaknya Excel Word dalam Novel JERAT HASRAT SANG CEO. Ceritanya pasti seru, kalian mampir ya, Author remahan ini butuh dukungan dari kalian semua. Terimakasih 🙏
CUPLIKAN:
Setiap pagi Hazel bagaikan seorang satpam yang harus berdiri disamping gerbang demi menangkap tikus nakal yang selalu telat.
"Rin, bangun! Bukankah kamu harus berangkat ke sekolah. Ini sudah hampir pukul 7 pagi." Suara Vie sang bunda sudah berulang kali membangunkan anak bungsunya. Anak yang selalu dimanja oleh ayahnya, sehingga tumbuh menjadi gadis yang manja.
Rinjani langsung menyingkapkan selimut yang membungkus tubuhnya. "Pukul 7." Rinjani membeo. "Mati gue! Mana hari senin lagi. Aaaaa ...." Teriakan Rinjani seakan menggoncang rumahnya.
"Awas minggir, Kak." Rinjani menyenggol tubuh kakaknya yang sedang menapaki anak tangga.
Tidak ada lagi waktu Rinjani untuk sarapan. Dia hanya menyomot roti yang sudah ada di piringnya dan menyeruput susunya.
Dirga dan Vie hanya menggelengkan kepalanya saat melihat kelakuan anaknya selalu saja terburu-buru setiap paginya.
"Pelan-pelan, Nak."
"Gak bisa, Yah. Ini bentar lagi udah telat. Kak Arga, ayo!"
Arga yang masih menyantap sarapannya tak bergeming saat sang adik sudah sangat panik. Bahkan saat memakai sepatunya pun juga sambil berlarian.
"Kak Arga, ayo!" ulang Rinjani lagi.
"Kakak lagi sarapan, Rin. Suruh minta pak Sam buat antar kamu!"
Sepeninggal kedua anaknya Vie menatap Dirga yang sedang menyesap kopinya. Sadar akan tatapan sang istri, Dirga pun bertanya, "Ada apa? kurang jatahnya?"
"Lihat itu anak kamu, Mas! Itu akibat dari cara didikan mu yang berlebihan!" Vie masih menatap Dirga dengan tatapan maut?
"Berlebihan apanya? Rinjani itu masih dalam proses pengembangan diri. Wajar saja jika dia seperti itu. Coba ingat-ingat, dulu kamu gimana?"
"Terus saja kamu belain anak kamu biar tambah manja!" Vie yang merasa kesal memilih meninggalkan suaminya.
"Salah lagi, salah lagi," gerutu Dirga sambil menyeruput tandas kopinya.
Arga yang mengendarai mobilnya terus dipaksa untuk melakukan lebih cepat lagi. Waktunya tinggal 5 menit lagi, belum lagi dia harus membuat barisan sebelum upacara.
"Lebih cepat lagi, kak. Bisa-bisa aku beneran di jemur sama ketos killer itu, kak," rengek Rinjani.
Arga hanya bisa menggelengkan kepalanya. Setiap hari sang adik harus terlambat akibat malas bangun pagi. "Ya, tinggal kasih kiss aja, pasti selesai."
Bola mata Rinjani memutar saat mendengarkan saran dari kakaknya. Menurutnya itu bukan saran, tapi salah satu proses menuju neraka. "Kakak gila! Yang ada setelah memberikan kiss, aku langsung dibawa ke neraka! Heran deh, si ketos killer itu bawaan sensi mulu sama aku, kak."
"Menurut kakak itu hal yang wajar, kalian kan dah tunangan. Jadi sah-sah aja kalau kamu sosor dia."
"Stop, Kak! Adik kakak itu aku atau si killer itu?"