
Dirga segera menjadwalkan keberangkatannya untuk berlibur. Pulau Bali adalah adalah tujuannya saat ini. Sebenarnya Dirga ingin ke Labuan Bajo, tapi Vie merengek untuk ke Bali saja yang lebih romantis. Padahal lebih romantis lagi jika mereka pergi ke Labuan Bajo.
Entah mengapa saat kepergian Vie, Arga tak memprotesnya sama sekali. Bahkan Arga sangat berantusias jika saat ayah dan bundanya pulang mereka akan membawa adik, agar dirinya bisa bermain, tidak sendirian lagi.
"Tanpa Arga minta, ayah akan buatkan untuk Arga. Bahkan tiap malam, sampai berhasil."
Ucapan Dirga mampu membuat Vie tersipu malu di depan mertuanya. Mulut Dirga dan anaknya tidak bisa di kondisikan, memangnya bikin anak itu seperti bikin bolu? Tinggal mixer, panggang langsung jadi.
"Ayah halus janji ya."
"Iya, ayah janji. Tapi Arga gak boleh nakal sama Oma dan Opa. Kalau berangkat ke sekolah ajak Oma ikut ngantar ya, takutnya nanti Opa lupa jalan pulang."
"Jangan racuni pikiran anakmu dengan pemikiran yang kotor," sentak pak Wira.
Dirga hanya cengengesan seperti tak merasa bersalah sudah menjadi kompor. Bahkan wajah mama Anggi sekarang sudah berubah masam, mengingat wajah gurunya Arga.
"Ma, jangan dengarkan Dirga ya. Dia emang gitu. Lagian Miss Queen juga sudah punya kekasih. Doakan saja mereka jodoh dan segera menikah agar Miss Queen tidak meresahkan lagi." Vie memberikan penjelasan agar mama Anggi tak memasukkan ke hati ucapan Dirga.
"Bagus deh kalau begitu." Mama Anggi membuang nafas beratnya.
Perpisahan sementara, dan ini adalah pertama kalinya Vie meninggalkan Arga untuk jarak yang jauh dan waktu yang belum bisa di tentukan. Tapi Vie berharap liburan mereka hanya sebentar saja, Vie tidak tahu bagaimana jika terlalu lama berjauhan dengan Arga.
"Udah jangan nangis, nanti malah gak fokus bawa oleh-oleh," ucap mama Anggi saat Vie mulai berpamitan.
"Iya, bunda jangan nangis. Alga gak nakal kok sama Oma di sini," sela Arga.
*********
Pesawat yang ditumpangi oleh Dirga sudah berhasil mendarat sempurna di pulau Bali. Vie sangat bahagia karena impian bisa tercapai untuk menginjakan kaki di pulau ini. Dan yang membuat Vie lebih dari bahagia adalah ia bersama dengan Dirga, lelaki yang telah mengunci rapat hatinya hingga tak ada celah sedikitpun untuk laki-laki lain.
Dirga menyeret koper untuk cek in hotel, sementara Vie terus berkelanjutan manja di lengan Dirga layaknya seorang kekasih yang sedang di mabuk asrama.
Sesampainya di kamar, Vie langsung menatap ke jendela yang langsung menghadap ke bibir laut. Ternyata impiannya menjadi nyata, bisa menginap di dekat pantai.
"Lebih asyik lagi jika kita ke Labuan Bajo, bisa sewa kapal dan mencoba sesuatu di tengah laut. Kamu sih, gak mau." Dirga merebahkan tubuhnya di ranjang.
Dirga langsung terbangun dengan mata yang membulat sempurna. "Apa kamu bilang, Vie? Jadi kamu milih kesini hanya untuk melihat para turis?"
Vie seketika menyadari kesalahannya. Sudah tahu suaminya super posesif masih saja membahas pria lain didepannya, sama saja membangunkan macan tidur.
"Eh, bukan gitu, Ga maksud aku. Kita kan kesini mau liburan, udah dong jangan dikit-dikit marah," rayu Vie.
"Tau ah, nyebelin kamu." Dirga kembali merebahkan lagi tubuhnya di ranjang hotel. Sementara itu Vie di kacangin hingga beberapa jam, karena Dirga ketiduran. Cacing di perut Vie sudah berdemo hendak meminta jatah makan siang, namun Vie melihat Dirga yang masih terlelap memilih menunggu suaminya bangun. Karena saat ini Vie ingin makan nasi urap seperti yang baru saja ia lihat di akun kuliner Nusantara.
Lidah Vie semakin banyak saat membayangkan nasi urap dengan ayam yang utuh disantap saat perut keroncong seperti ini.
"Ga, bangun dong! Udah satu jam kamu tidur. Cari makan yuk, aku udah lapar." Vie menggoyangkan tubuhnya Dirga.
Dirga yang masih mengantuk hanya menggeliat sambil menarik tangan Vie agar masuk kedalam pelukannya.
"Ga, aku lapar." Vie memukul dada bidang milik suaminya.
"Bentar lagi ya. Kamu udah mengacaukan mimpiku, Vie," lirih Dirga dengan mata terpejam.
"Mimpi apa disiang bolong?"
"Mimpi nanam ubi di laut."
🌹 Bersambung 🌹
*Emang di kira kuda laut gitu ya Vie? Sabar
Nih aku up lagi, berhubung like berkurang jadi jumlah kata juga berkurang 🤣
Othor sedih, dah ah mau shoping baju lebaran dulu biar terhibur sedikit ðŸ˜ðŸ˜
ayo dong mana suara kalian ðŸ˜ðŸ˜
Belum sempat edit, Othor lagi badmood 🤧*