Hidden Baby

Hidden Baby
Hidden Baby 89



Setelah mengetahui berita kebenaran atas apa sudah menimpa Jane, Kaisar merasa sangat bersalah. Semua ini adalah keteledorannya yang mengabaikan kekasihnya. Kai memang belum siap untuk bertemu keluarganya Miss Queen untuk saat ini. Dirinya sendiri saja masih ragu dengan perasaan. Apakah dia benar-benar mencintai atau hanya mengagumi saja.


Kai meminta ijin untuk tidak kembali lagi ke kantor karena saat ini dia ingin menemui Jane dan ingin meminta maaf atas apa yang sudah di lakukan oleh kekasihnya. 


Namun, saat Kai membuka pintu apartemennya dia terkejut akan sosok yang tidak asing baginya. Tiba-tiba saja dadanya merasa sesak saat melihat Jane sedang memeluk lelaki yang sudah beberapa bulan membuat Jane menderita. 


Siapa lagi jika bukan Max, lelaki yang pergi begitu saja di saat Jane sedang membutuhkan sandaran dan kini tanpa angin dan hujan dia datang kembali.


"Jane," panggil Kai.


Jane segera melepaskan pelukannya dari Max dan segera menghapus jejak air matanya yang tersisa.


"Kai." Jane terkejut saat melihat Kau tiba-tiba sudah berdiri di depan pintu.


Kai memberikan diri untuk mendekat meski tubuhnya bergetar dengan dada yang sangat sesak saat melihat keberadaan Max disini.


"Kai, terimakasih selama ini sudah menjaga Jene dan melindungi dia. Maaf aku pergi begitu saja tanpa kabar tetapi, sebelum pergi aku sudah berjanji kepada Jane bahwa aku akan kembali. Dan setelah aku mendengar bahwa anak ku tiada, aku langsung terbang ke sini," jelas Max.


Kai masih tidak percaya dengan ucapan Max. Jadi selama ini Jane dan Max masih saling berkomunikasi? Bahkan Jane juga tahu bahwa Max akan kembali. Lalu … apa yang Kau harapkan saat ini?


"Oh iya … satu lagi, makasih ya udah memberikan tempat tinggal untuk Jane dan berhubung kamu ada di sini, aku ingin mengatakan bahwa aku ingin membawa Jane ke Brazil."


"Apa? Brazil?" Mendadak Kai merasa lemas seketika. Jane akan pergi ke Brazil.


"Jane apakah kamu setuju?"


Jane mengangguk pelan. "Iya aku setuju. Kai, terimakasih ya atas kebaikanmu selama ini. Tanpa kebaikanmu, aku tidak tahu akan seperti apa. Aku mencintai Max, dan aku tidak ingin menyia-nyiakan untuk hidup bersama dengan Max. Semoga kamu juga bahagia bersama dengan Miss Queen ya."


Saat ini Jane tengah mengemasi pakaian.


Max ingin mereka langsung pergi saat ini juga karena Max tidak ingin mamanya tau jika dia ada disini. Jika mamanya tahu yang ada dia tidak bisa pergi lagi.


Max tak hentinya mengucapkan kata terimakasih kepada Kai yang selalu ada untuk Jane. Ingin merasa iri kepada Kai, tetapi Max juga harus memikirkan masa depannya. Demi untuk bisa bersama dengan Jane, Max rela meninggalkan Jane dalam keadaan hamil. Bukan tidak ingin bertanggung jawab, tetapi saat itu Jane tidak mau diajak Max untuk pergi bersama. Jane harus memikirkan keselamatan ibunya karena Jane yakin jika mamanya Max tidak akan tinggal diam jika melihat Jane dan Max pergi saat itu juga.


Jane sudah siap dengan satu koper pakainya. Sebelum benar-benar pergi, Jane memeluk Kai dengan erat sambil mengucapkan kata maaf. 


Kai masih tidak percaya, tangannya kaku saat ingin membalas pelukan dari Jane.


"Kai, maafkan aku jika selama ini akau banyak membuatmu susah. Makasih juga udah di berikan tempat tinggal. Sebelum itu, tolong sampaikan maafku kepada Vie dan juga Pak Dirga, aku tidak bisa berpamitan kepada mereka," Jane memohon kepada Kai.


Setelah itu kini giliran Max juga memeluk tubuh Kai. "Bro, terimakasih sudah menjaga Jane selama ini."


Jane dan Max kini benar-benar meninggalkan dirinya begitu saja.


Tiba-tiba hati Kai terasa hampa saat hanya dirinya yang tersisa di apartemen tersebut.


.


.


.


Halo-halo aku up lagi nih jangan lupa jejaknya 😊