Hidden Baby

Hidden Baby
Hidden Baby 47



Akibat kelakuan Vie, Dirga harus menunda meetingnya bersama dengan duta besar dari negeri Jiran. Apa daya, Dirga tidak bisa menolak surga dunia yang ada di depan matanya. Dirga tidak tahu istrinya belajar ilmu itu dari mana, yang jelas Vie terlihat sangat lihai dalam memainkan senjata miliknya, bahkan kali ini Vie bisa berubah menjadi vampil. Sebuah garis merah mengecap di leher Dirga. Sebuah karya baru yang dalam sejarah hidup Dirga.


"Kamu jadi ke rumah Jane?" tanya Dirga sambil membantu Vie untuk mengancingkan bajunya.


"Gak jadi. Aku capek, ngantuk pengen bobok," ucap Vie manja.


Dirga mengangguk kemudian memutar arah menuju rumahnya untuk mengantarkan ibu negara pulang.


"Kamu kalau capek istirahat aja, ada pak Slamet yang jemput Arga nanti. Aku berangkat ke kantor dulu ya." Dirga menatap Vie yang masih enggan untuk turun.


"Kok malah diam? Masih kurang? Nanti malam lagi ya, sekarang aku harus kerja, biar bisa beliin rumah impian kita."


"Cium dulu."


Vie menunjuk bibir dengan jari telunjuknya, membuat Dirga terperangah. Vie benar-benar berubah jadi mesum saat ini. Dirga akhirnya menuruti kemauan istrinya agar drama cepat selesai, dan dia juga harus meeting.


"Oke. Kamu hati-hati. Nanti malam gak boleh pulang telat. Awas aja kalau sampai telat, aku bakalan hukum kamu!" ancam Vie membuat Dirga bergidik ngeri. Sudah pasti hukuman tak mendapatkan pintu kamar, apalagi menggarap ladang.


"Iya, aku janji pulang tepat waktu."


*******


10.30 Dirga melirik jam dinding besar di kantornya. Beberapa karyawan yang berpapasan hanya menunduk menahan senyum dibibir mereka. Begitu juga dengan sang sekretaris yang tak bisa menahan tawanya saat melihat sang bos hendak masuk ke dalam ruangan.


"Kenapa tertawa?" bentak Dirga.


Seketika Nana terdiam lalu meminta maaf, tetapi tetap saja Nama tidak bisa menahan tawanya.


"Stop, Na! Mau aku pecat sekarang!" ancam Dirga.


"Maaf Bos. Gitu aja marah. Nih, Bos ngaca dulu, sisa lipstik istri anda masih nempel di bibir anda. Saya tahu jika anda sudah menikah, tapi jangan gitu juga, Bos. Malu atuh kalau ada klien yang lihat. Udah datang terlambat, bekas lipstik masih nempel, gigitan vampil besar. Kayak istri anda kurang pandai ya bikin karya yang indah?" celoteh Nama panjang lebar.


Dirga membulatkan matanya saat menyadari kecerobohan tidak memberikan bekas lipstik yang menempel di bibirnya dan lagi … dua garis banget menghias di leher Dirga.


Astaga Vie … apa-apa ini? Kamu udah bikin aku malu tau. Mana segede ulet bulu lagi. Awas aja nanti aku balas berlipat ganda biar tau rasa.


Dirga memasang wajah dingin sambil melemparkan kaca ke arah Nana, untung saja Nama sigap untuk menangkapnya, jika tidak pasti sudah hancur.


Tidak sampai disitu keterkejutan Dirga. Ternyata di ruang kerja sang pemilik perusahaan sudah duduk di kursi kebesarannya dengan menatap tajam ke arah Dirga yang baru saja sampai.


"Sepertinya kamu tidak konsisten untuk mengelola perusahaan ini. Katakan apa alasan mengapa kamu datang sangat terlambat?" Wira, ayah Dirga langsung bertanya.


"Maaf Pa, tapi tadi ada insiden darurat yang harus Dirga dahulukan makanya Dirga terlambat," ucap Dirga.


"Hal apa yang lebih penting dari urusan pekerjaan. Papa udah kasih kamu kepercayaan penuh, kalau kamu seperti ini gimana perusahaan kita akan maju kedepannya?"


"Iya, Pa. Dirga minta maaf. Dirga salah."


Pak Wira menatap Dirga dengan tatapan tajam. Ia pun berjalan menghampiri anak satu-satunya yang dimiliki. Matanya fokus pada satu tempat dimana bekas gigitan vampil liar.


"Beruntung tadi Kai segera menghubungi papa karena kamu menunda meeting dengan duta besar negara sebelah." Wira menggelengkan kepalanya melihat mahakarya menantunya.


"Sepertinya kamu butuh liburan sebentar. Kalau begitu jadwalkan liburanmu dengan istrimu, Arga biar papa dan mama yang urus. Tapi setelah liburan selesai, tak akan ada lagi kata terlambat datang ke kantor. Mengerti kamu!"


Bagaikan mimpi ditimpa durian, meski sakit tapi terasa nikmat. Gak sia-sia jika dirinya datang terlambat, toh akhirnya bisa menghabiskan waktu panjang bersama dengan Vie, tanpa kehadiran sosok Arga. Memang papanya sangat pengertian.


🌹 bersambung 🌹


Aku balik lagi, berhubungan like seuprit, akupun juga upnya seuprit. Mau bobok aja, mengsad-kan 😭😭