Hidden Baby

Hidden Baby
Hidden Baby 73



Akibat ulah Dirga, Kaisar harus menghadapi klien sendirian. Beruntung saja Kaisar sudah paham cara menghadapi orang-orang seperti mereka meskipun mengalami sedikit kendala. Semua berhasil dan berjalan dengan lancar.


Sepanjang perjalanan Kai terus mengumpat akan kelakuan bosnya yang sesuka hati bertindak. Gak tau siang, gak tau malam di dalam pikiran mereka hanyalah ber.cin.ta.


"Mending ketemu sama Miss Queen ajalah." Kaisar memutar balik menunjuk tempat tinggal kekasihnya.


Tak perlu lama, mobil yang dikendarai Kai telah sampai di tempat Miss Queen mengajar. Sampai detik ini Miss Queen belum memberikan alamat rumahnya, sebelum Kai benar-benar ingin menemui ayahnya.


Karena Miss Queen sudah pulang, maka keduanya memilih bertemu di salah satu cafe tempat bisa mereka berkencan.


Kaisar mengulum senyum manakala melihat pujaan hatinya sudah menunggu kedatangan. Kai tidak tahu bagaimana caranya Miss Queen bisa cepat sampai dari pada dirinya. Itu tidak penting, yang terpenting adalah bisa menatap wajah teduh yang selalu membuatnya rindu.


"Queen," sapa Kai.


"Kaisar." Miss Queen mengembangkan senyum indahnya.


Keduanya yang masih sama-sama canggung menikmati waktu mereka sebaik mungkin karena sebentar lagi Kai akan kembali ke kantor.


"Kai, please temui papa aku ya!" pinta Miss Queen.


Kai dengan susah payah menelan kasar ludahnya. Bukan tidak berani, tetapi hatinya belum siap untuk menghadapi orang tua Miss Queen.


"Queen, bukan aku belum siap."


Kali ini Miss Queen menatap lekat manik mata lelaki yang sudah menjadi kekasihnya selama 2 bulan lebih. Sudah kesekian kali Kai selalu menolak permintaannya untuk menemui ayahnya. Jika sikap Kai seperti ini, Miss Queen tidak akan pernah bisa menyakinkan ayahnya jika dia memang sudah memiliki kekasih. Itu artinya Kai tidak serius dengan hubungan ini.


"Kai ... Kamu serius gak sih dengan hubungan kita? Aku hanya ingin kamu menemui papa ku, agar dia tau jika aku memegang memiliki ke kekasih. Dengan cara ketidak beranian kamu sudah menunjukkan kamu tidak serius dengan hubungan ini. Jika kamu masih ingin meneruskan hubungan kita, minggu kita ke rumah papa."


Kai hanya bisa mematung saat Miss Queen telah meninggalkan dirinya. Lidahnya kaku saat ingin menghentikan langkah kekasihnya, hingga ia tersadar saat Miss Queen telah hilang dari pandangan matanya.


Niat hati ingin mencairkan suasana hatinya, Kai malah harus di buat galau oleh ucapan kekasihnya.


*****


Sesuai janji papa Wira sebelum mereka kembali pulang, mereka singgah sebentar ke apartemen milik Pitaloka yang berada tidak jauh dari hotel mereka menginap.


Sesampainya di apartemen milik Pita, papa Wira sangat terkejut saat melihat kondisi wanita itu bersama suaminya. Tubuh yang dahulu berisi kini terlihat sangat kurus, apalagi dengan kondisi sedang hamil. Seketika papa Wira teringat menantunya yang juga sedang hamil. Ditambah lagi suaminya yang dahulu memancarkan aura bersinar kini mendadak redup. Mungkin karena masalah perusahaan yang sudah bangkrut membuat lelaki itu seakan hilang arah. Lagi-lagi papa Wira mengingat Dirga yang usianya tidak Jauh beda dengan Rey.


"Ini siapa, Om?" tanya Pita, saat melihat Arga yang di gendongnya.


"Sudahlah Pit, jangan kamu dengarkan omongan Om kamu ini yang suka nyleneh. Gimana kamu setuju kan dengan rencana Om sama tante tadi?"


"Pita belum memberitahukan rencana ini kepada Rey. Pita mau minta tolong sama om dan tante untuk membujuk dia. Pita sudah tidak sanggup jika Rey terus berada di jalan seperti ini. Hancurnya perusahaan membuat dia hilang arah," lirih Pita.


Arga yang melihat Pita bersedih segera menghampirinya lalu memeluknya. Seakan dia melihat ibunya dalam sosok Pita.


"Aunty jangan belsedih. Oma sama Opa Alga pasti bantuin aunty kok. Apalagi ayahnya Alga, dia juga biak hati. Bunda Alga juga sepelti aunty, mau punya dedek bayi. Pasti bunda Alga senang kalau punya temennya buat belanja," celoteh Arga, membuat Pita menahan tawanya.


Beginikah rasanya mempunyai anak?


Papa Wira dan mama Anggi meminta ijin untuk berbicara sebentar dengan Rey yang berada di kamar. Semenjak insiden malam itu, Rey tak pernah keluar dan memilih menghabiskan waktunya di dalam kamarm. Dia akan bersembunyi mana kala ada tamu yang ke rumahnya. Dia takut jika itu adalah polisi yang mencari dirinya.


[ Guys Rey comeback, dengan judul berbeda. Dia akan bersaing dengan Dirga, bersaing menjadi budak cinta sang istri 🤭 ]


****


Untuk malam ke tiga tanpa kehadiran Arga, membuat Vie merasa sangat merindukan bocah itu. Malam ini tanpa angin, tanpa hujan tiba-tiba Vie mendiamkan Dirga tanpa sebab. Awalnya dia hanya merasa rindu kepada Arga, tetapi mendadak kejadian siang tadi membuat hatinya semakin resah.


Sosok wanita yang memang meresahkan. Meskipun tidak memiliki lulusan, Vie tidak bodoh. Dia tau aoa yang di inginkan oleh wanita yang bernama Jesy. Sudah kesekian kalinya


dia memergoki wanita itu bersama dengan suaminya, tetapi suaminya sangat santai untuk meladeni ular seperti itu.


"Sayang, kamu kangen sama Arga tapi kok marahnya sama aku sih? Harusnya kamu marah dengan papa yang tak kunjung pulang." Dirga meras tidak enak saat Vie mendiamkan dirinya dimalam hari.


"Sayang, ngomong dong."


Vie menepis tangan Dirga yang hendak menyentuh tubuhnya. Dalam keadaan seperti ini jangan berharap Juna akan diajak keluar angkasa. Baiklah Juna malam ini kamu harus beristirahat. Bunda kamu lagi ngambek.


.


.


.


Terimakasih atas dukungan kalian. Taj ada kata lain selain kata Terimakasih 🥰