Hidden Baby

Hidden Baby
Hidden Baby 78



Sudah hampir 3 jam Kai gusar saat menunggu lampu ruang operasi mati. Ia benar-benar sangat khawatir akan nasib Jane, selamat atau tidak karena Jane sempat mengalami pendarahan dan membutuhkan 1 kantong plastik darah tambahan.


Tiba-tiba saja dia tersentak akan hadirnya sosok yang telah berada di depannya. Dengan penuh keterkejutan Kai masih tak percaya dengan siapa yang sedang berdiri di depan matanya.


Orang yang selama dua hari menghilang tanpa kabar kini tanpa ada angin dan hujan ada di depan matanya.


"Queen," gumam Kai.


Miss Queen tersenyum kepada Kai. "Kamu ngapain disini?"


"Kamu kemana aja. Dua hari aku mencari dan menghubungimu tetapi gak bisa. Kamu kemana?" Kai tidak menjawab pertanyaan Miss Queen, ia malah melemparkan pertanyaan kepada Miss Queen.


"Aku hanya hanya sedang menemani seseorang untuk cek up dan gak sengaja liat kamu disini. Kamu ngapain disini, siapa yang operasi?".


Pernyataan yang simpel dan mudah di jawab, tetapi lidah Kai terasa kelu saat ingin mengatakan bahwa di dalam sana sedang ada nyawa yang bertaruh antara hidup dan matinya.


"Oh ... Aku tadi menemani bos-ku untuk cek up. Iya istrinya sedang cek up." Kai gugup. Entah mengapa lidahnya mendadak kaku begitu saja dan memilih untuk berdusta.


"Oh. Gimana kalau kita jalan? Kita udah 2 hari gak ketemu. Kami gak rindu?"


Lagi-lagi Kai dibuat membeku dengan ajakan dari kekasihnya. Seharusnya dia bahagia bisa bertemu Miss Queen disini, dia bisa melepaskan rasa rindunya yang menggebu, tapi lagi-lagi lidahnya kaki untuk berbicara.


"Maaf akau Queen, aku tidak bisa. Ada hal penting yang harus aku urus. Ku harap kamu bisa mengerti akan pekerjaanku ini," jelas Kai.


Miss Queen yang sadar akhirnya memilih untuk berlalu dengan rasa kecewanya. "Baiklah Kai, maaf sudah menggangu."


Kai tidak bisa berbuat apa-apa saat Miss Queen pergi begitu saja. Meskipun dia mencintai Miss Queen, tetapi hatinya terlalu berat untuk meninggalkan Jane yang belum siap operasinya.


Vie yang mendapatkan kabar bahwa Jane mengalami kecelakaan, segera meluncur ke rumah sakit. Beruntung saja Arga tidak mendengar kabar ini, jika ia mendengar pasti dia akan terus merengek untuk segera menemui Jane.


Vie melihat Kaisar menyandar tubuhnya di dingin dengan wajah gusarnya. Selama ini Vie belum pernah melihat Kai frustasi seperti ini. Hanya gara-gara Jane belum siap operasinya, Kai seperti orang gila. Bagaimana jika Jane tidak selamat, apakah Kai akan menjadi orang gila sungguhan?


"Kai ...," sapa Vie.


"Bu Bos, anda datang." Kai hanya melihat Vie sekilas, lalu melihat kearah pintu ruang operasi berharap pintu segera dibuka.


"Aku sebagai sahabatnya Jane tidak pernah melihat orang lain yang mengkhawatirkan Jane melebihi kamu. Bahkan Max saja tidak separah kamu."


Untuk beberapa saat kedua hanya terdiam hingga pintu ruangan operasi telah dibuka.


Vie terpaksa mematung saat Kai lebih dulu menanyakan bagaimana keadaan Jane dari pada dirinya. Sebenarnya apa hubungannya Kai dan Jane saat ini? Bukankah Kai sudah berpacaran dengan Miss Queen?


"Bu Bos, sebaiknya anda pulang, biar aku yang menunggu Jane disini."


Vie menautkankan alisnya. "Kamu ngusir aku?"


"Tidak Bu, hanya saja aku tak ingin anda kelelahan untuk menjaga Jane, apalagi anda juga sedang hamil."


Vie tidak habis pikir bagaimana jalan pikirannya Kai. Bisa-bisanya dia mengusir Vie yang berstatus sebagai sahabatnya sedang Kai hanya orang asing. Tetepi gayanya melebihi orang yang paling berarti dalam hidup Jane


"Kamu aja yang pulang sana! Bukannya kamu harus kembali bekerja dan satu lagi ... kamu bukan siapa-siapanya Jane. Atau kalian berdua udah jadian? Eh ... Kamu kan udah pacaran sama Miss Queen. Mana boleh mendua, Kai."


Ya, benar Kai bukan siapa-siapanya Jane. Tetapi hatinya terus memaksa untuk tetap tinggal hingga Jane tersadar. Jika merasa menyesal, kali ini dia tidak bisa menjadi dewa penolong untuk Jane.


"Baiklah Bu, aku titip Jane. Tolong jika dia sudah sadar kabari secepatnya." Kai memilih mengalah dari hatinya. Dan benar akan ucapan Vie, dia harus kembali ke kantor untuk bekerja lagi.


"Tenang aja, nanti kalau Jane udah sadar aku segera hubungi kamu."


Dengan berat hati Kai meninggalkan Jane yang masih terbaring belum sadar. Saat ini pekerjaan juga lebih penting. Namun, saat dia sampai diambang pintu, suara Vie menghentikan langkahnya.


"Kai, aku juga minta tolong jagain bos kamu, kali aja ada perempuan gatal yang mencoba menyusup ke kantor, segera hubungi aku ya."


"Baik, Bu Bos. mari kita saling bertukar penjagaan. Bu Bos jagain Jane, aku jagain pak Bos. Gimana?" tanya Kai.


"Siap takut. Deal?" sebuah kesempatan terjadi diantara kedua belah pihak dan ternyata saling menguntungkan untuk keduanya.


.


.


.


.


Mana jejak Like dan Komentarnya 🙄