Chasing Happiness

Chasing Happiness
08.Ramuan pertama



Xiao Han jadi tidak enak hati melihat Qian'Yu sedih karena dirinya.


"Jangan menatapku begitu,


lalu bagaimana cara mengaktifkan ecense spirit ku ?


"Untuk mengaktifkan ecense spirit,


kamu harus menemui suatu kelompok yang datang ke desa setiap satu bulan sekali. Mereka datang untuk merekrut anak berbakat di desa dan di bawa pergi ke suatu akademi bernama akademi Ryuzen."


Penjelasan Qian Yu membuat pupus harapan Xiao Han."Jika begitu, aku harus bagaimana ? Tidak mungkin bagiku nekat menemui sekelompok orang tersebut, danlagi pastinya warga desa tidak akan suka dengan kehadiran ku."


Qian Yu jadi merasa tidak enak hati karena secara tidak langsung ia sudah membuat Xiao Han sedih.


"Ja-jangan seperti itu Han'gege, kamu harus tetap optimis. Jika kebahagiaan adalah tujuanmu, maka jangan takut untuk memulainya."


Xiao Han hanya diam, iapun berdiri dan berjalan mengambil semua perkakasnya serta beberapa ginseng air yang berletak di satu tempat yang sama.


Xiao Han juga mengambil ginseng air usia tua yang berada di bawah pohon tempat awal Qian Yu duduk. Setelah semua berhasil di bawa, Xiao Han berjalan pulang karena hari sudah mulai sore.


Qian Yu berjalan menyusul Xiao Han karena merasa bersalah, iapun hendak menyentuh pundak Xiao Han namun Xiao Han menghindar.


"Han'gege..


Xiao Han merasa bersalah, sebab karena sikapnya yang sedikit kasar hampir membuat Qian Yu menangis sebab merasa dirinyalah akar dari masalah.


"Adik Yu, kamu tidak perlu merasa bersalah. Mungkin sudah menjadi takdir ku menjadi sampah, kamu sebaiknya pulang karena hari sudah semakin sore."


Saat hendak kembali berjalan Xiao Han kaget saat Qian Yu memegang pergelangan tangannya.


"Apakah besok kita akan bermain bersama lagi ?"Tanya Qian Yu.


Untuk menghibur hati Qian Yu,


Xiao Han mengangguk dan mengiyakan perkataan Qian Yu.


Setelah keduanya saling berpandangan cukup lama, Xiao Han pun berjalan pulang ke gubuknya sementara Qian'Yu berjalan memutar untuk bisa kembali ke desanya.


Hari ini akan sangat berbekas di hati Xiao Han dan Qian Yu, secara tidak langsung mereka sudah melewati pase pertemanan bahkan sudah mulai memasuki pase persahabatan.


Begitu sampai di gubuk dengan menggunakan kapak Xiao Han segera membelah beberapa batang bambu menjadi beberapa potong bagian yang panjang, lalu bagian-bagian itu Xiao Han belah lagi sampai menjadi sangat tipis dan mudah untuk di anyam.


Menggunakan beberapa bambu yang sudah di buat sangat tipis,


dengan telaten Xiao Han menganyam dan memperbaiki gubuk yang berlobang akibat terbakar.


Setelah selesai Xiao Han membawa masuk semua alat perkakasnya.


Di luar sana matahari mulai terbenam, bulan yang memancarkan cahaya silver indah mulai muncul dengan di susul jutaan bintang.


Di dalam gubuk Xiao Han berbaring di atas tembikar sambil memandangi langit-langit gubuk.


Keadaan di dalam gubuk tidak gelap karena setiap malam Xiao Han menghidupkan perapian,


sehingga ia tidak hanya mendapatkan penerangan namun juga penghangatan.


Di atas tungku perapian Xiao Han merebus satu ginseng air usia muda berserta batang dan daunnya.


Xiao Han memang tidak terlalu paham masalah meracik ramuan, namun ia bisa belajar lewat kesalahan.


Jika sudah berhasil meramu ginseng usia muda, barulah Xiao Han berani meramu ginseng usia tua, hal itu dilakukannya agar tidak rugi serta tidak merusak dan menyia-nyiakan barang bagus.


Karena air membutuhkan waktu 5 menit untuk mendidih, Xiao Han memutuskan untuk menunggu dengan berbaring di tembikar sambil memikirkan bagaimana keadaan dirinya di masa depan.


"Jika hanya dengan cara menemui orang-orang yang di katakan adik Yu aku bisa mengaktifkan ecense spirit,


lalu bagaimana caraku menemui orang-orang tersebut ?


Xiao Han menatap telapak tangannya."Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini jika mau berusaha,


aku hanya perlu terus berlatih hingga masa itu tiba dan aku akan memberanikan diri untuk menerobos desa."


Saat sedang berpikir mengenai masalah yang menghadang tiba-tiba di benak Xiao'Han terbesit wajah Qian Yu.


Xiao Han mengingat-ingat tentang sosok Qian Yu yang merupakan spirit master langkah, itupun di perkuat dengan pengakuan Qian Yu jika pagoda kaca miliknya adalah ecense spirit tipe langkah.


"Itu artinya Qian Yu adalah anak jenius, tidak heran jika orang-orang bawahan akademi memberikan wewenang kepada Qian Yu untuk pergi ke akademi Ryuzen dan berlatih di sana..


"Tapi..Jika kamu pergi, bagaimana dengan kenangan kita ? bagaimana denganku ??"


Entah mengapa jika saat itu tiba Xiao Han ingin Qian Yu tetap berada di sampingnya, namun air sungai akan terus mengalir tidak tau akan membawa takdir Qian Yu dan Xiao Han kemana.


Xiao Han tersenyum kecil,


senyumannya terlihat seperti kebohongan karena Xiao Han sangat mengharapkan Qian Yu tetap bersamanya.


"Aku terlalu egois karena menginginkan sesuatu yang tak pasti bersama denganku."Gumam Xiao Han.


Meski apa yang di pikirkan Xiao Han masuk akal, tetap saja hal tadi hanyalah kesimpulannya.


Sangking asiknya berpikir Xiao Han teringat dengan tungku bakaran,


iapun bangkit dan menoleh ke arah tungku. Ternyata sejak dari tadi air yang di rebus Xiao Han sudah mendidih, di tandai dengan suara desissan serta air yang bergejolak.


Xiao Han mengambil sebuah mangkuk keramik sederhana yang nantinya di gunakan untuk menampung air rebusan ginseng air usia muda.


Pelan-pelan Xiao Han menuangkan air rebusan ginseng air ke dalam mangkuk yang telah di persiapkan.


Setelah selesai Xiao Han tidak langsung meminum air rebusan itu, melainkan menunggunya sampai sedikit dingin.


Xiao Han memperhatikan air rebusan ginseng air usia muda yang di racik nya sendiri. Air hasil rebusan tersebut berwarna kebiruan, juga masih terdapat akar ginseng yang tidak meleleh seperti batang dan daun ginseng.


Xiao Han menyimpulkan jika warna biru pada air di dapatkan karena ginseng usia muda ia rebus terlalu lama, sehingga membuat daun dan batang ginseng yang berwarna biru larut di dalam air.


Setelah di tunggu beberapa saat Xiao Han pikir air rebusan itu sudah aman untuk diminum. Meski sedikit ragu dengan ramuan buatannya sendiri, Xiao Han tetap percaya diri dan meneguk semua cairan biru di dalam mangkuk hingga habis.


"### Pahittttt !!


Xiao Han merasa lidahnya menjadi sangat pahit setelah meminum cairan biru tersebut, perlahan reaksi akibat dari cairan di dalam tubuh Xiao Han mulai bereaksi.


Tubuh serta otot Xiao Han mulai mengeras, tubuhnya juga terlihat semakin tegap namun tidak berselang lama sebuah asap putih keluar dari telinga Xiao Han.


Tiba-tiba tubuh Xiao Han kembali kempes dan berubah ke bentuk semula.


Setelah hal itu Xiao Han tidak merasakan apapun lagi, iapun memutuskan untuk tidur sebab hari sudah semakin larut.