
Ketika di bawa masuk dan berada di lantai satu, Xiao Han dapat melihat seorang perempuan muda berdiri di belakang meja resepsionis sedang menatapnya.
Dapat di katakan jika lantai pertama penginapan adalah ruang tunggu, karena ada begitu banyak kursi panjang yang terpampang di tengah atau di sudut ruangan.
Xiao Han menatap sekilas perempuan resepsionis dan pergi berlalu ketika pelayan yang di perintahkan menuntun mereka untuk naik ke lantai dua.
Setelah beberapa saat menaiki anak tangga, Xiao Han dan Liu Yan sampai di lantai dua, lantai kedua sepertinya di gunakan pemilik penginapan
sebagai restoran karena terdapat banyak meja yang terlihat sudah di penuhi oleh orang-orang berbadan besar dan seram.
Di lantai dua penginapan Xiao Han merasa tidak ada harga diri,
karena pengunjung di sana nampak tidak memperdulikannya dan lebih tertarik dengan tubuh indah Liu Yan bahkan sejak gadis itu menginjakan kaki di lantai dua penginapan.
Tidak jarang sekelompok orang bertubuh kekar menggoda Liu Yan dengan berbagai macam trik dan kata-kata manis,
Mendapatkan banyak godaan membuat Liu Yan mencoba untuk sabar dan berusaha tidak membunuh siapapun di tengah keramaian karena yang seperti itu bukan cara pembunuh profesional menyelesaikan masalah.
Di sudut ruangan lantai dua, sekelompok pria dewasa menatap Liu Yan penuh dengan hasrat duniawi yang terpancar jelas di mata mereka.
Mereka terlihat sangat mabuk dan sedang membicarakan sesuatu, hingga salah satu pria berbadan kekar dari kelompok itu berdiri dan berjalan sempoyongan menghampiri Liu Yan.
Ketika berhadapan dengan Xiao Han pria berbadan kekar itu meludah, menunjukan kepada semua orang seakan dirinya lebih hebat dari Xiao Han.
Namun pria itu sudah salah mengambil tindakan, saat tau ludah pria itu mengenai sedikit sepatunya.
Dengan cepat Xiao Han mengambil sebuah botol arak di atas meja lalu memukul wajah pria di hadapannya hingga membuat botol itu pecah dan berserak di lantai bersama dengan tumbangnya pria tersebut.
Orang-orang yang mengenali siapa yang Xiao Han pukul langsung berdiri, mereka hendak memulai pertarungan namun terhenti ketika sebuah hawa mencekam keluar dari tubuh Liu Yan.
"Jangan ada yang berani beranjak dari meja kalian, atau terima akibatnya ! "Bentak Liu Yan, membuat hawa di lantai itu menjadi pengap karenanya.
Karena situasi tidak menguntungkan bagi mereka, semua orang yang hendak bertarung dengan Xiao Han kembali duduk setelah di tenangkan oleh beberapa pelayan yang datang.
Takut akan terjadi hal buruk jika berlama-lama di lantai dua,
pelayan kembali menuntun Xiao Han dan Liu Yan menuju lantai tiga.
Pelayan itu juga bercerita bahwa kejadian seperti ini sudah biasa terjadi,
bahkan tidak jarang pelayan perempuan menjadi korban hasrat oleh orang-orang mabuk tersebut.
"Lalu kenapa kalian tidak mengusir mereka ?"Tanya Liu Yan kepada pelayan mewakili pertanyaan yang sama dengan Xiao Han.
Pelayan itu sedikit menghela nafas namun tidak menghentikan langkah.
"Ya, seperti yang anda tau, tempat ini adalah tempat umum, jadi semua orang boleh berkunjung. Sehingga kami tidak bisa mengusir mereka karena takut masalah yang akan datang akan semakin besar nantinya."
Liu Yan tersenyum kecil."Mungkin itu yang kamu tau. Jika ingin mengusir mereka, kamu hanya perlu menghajar pemimpin mereka, otomatis yang lain juga akan pergi."
"Anda sangat baik, namun kemampuan pelayan ini tidak cukup untuk melakukanya. Bisa makan dengan berkerja di sini saja sudah cukup bagi ku."Pelayan itu menghela nafas dan merasa sedikit pasrah dengan keadaan.
Ketika Liu Yan sedang membicarakan bagaimana cara mudah mengalahkan sekelompok orang, ternyata ucapannya tidak sengaja di dengar oleh Xiao Han yang dari tadi diam saja.
Setelah beberapa saat akhirnya Xiao Han dan Liu Yan sampai di lantai tiga,
di sana terdapat banyak pintu kamar namun nampaknya ruangan ini sedikit sepi pengunjung.
serta tercium aroma wewangian bunga dari dalamnya.
"Silakan tuan dan nona, ini kamar kalian. Jika butuh yang lain, kalian bisa memanggil saya di lantai dasar."
Dengan sopan pelayan itu membungkuk lalu berjalan pergi meninggalkan Liu Yan dan Xiao Han di depan pintu penginapan mereka.
Liu Yan berbalik menghadap pintu,
lalu membuka pintu penginapan.
Untuk ruangan pertama, mereka langsung di sambut oleh ruangan luas dengan meja bundar di bagian tengah ruangan tersebut.
Liu Yan berjalan masuk ke kamar penginapan, matanya asik melihat-lihat interior penginapan yang terbilang lumayan mewah.
Dari ruangan tengah, Liu Yan kembali membuka satu pintu dan menemukan sebuah kamar mewah dengan seprai besar yang di taburi kelopak bunga mawar hitam di atasnya.
Liu Yan menoleh kebelakang untuk memberitahu apa yang di lihatnya kepada Xiao Han, namun ternyata Xiao Han telah menghilang entah sejak kapan.
Karena lelah Liu Yan tidak ambil pusing tentang kemana perginya Xiao Han,
iapun segera merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur untuk menikmati fasilitas mewah penginapan.
Sementara itu Xiao Han terlihat menuruni anak tangga untuk kembali ke lantai dua, selain dirinya hanya peri pedang yang tau apa yang di pikirkan oleh Xiao Han.
"Nak, akan ku ajarkan kepadamu bagaimana cara menakuti seseorang tanpa harus memukulinya lebih dulu,"Kata peri pedang dengan senyuman jahat.
Xiao Han hanya diam dan terus berjalan hingga akhirnya dia kembali ke lantai dua. Pengunjung di sana terlihat kaget, tidak sedikit dari mereka merasa bahwa kedatangan Xiao Han kali ini adalah untuk menantang mereka.
"Hei Hei, apakah kamu tersesat ?"
Salah seorang pria tersenyum menyeringai sambil memegang sebilah pedang.
Xiao Han menoleh ke arah semua orang di hadapannya,"Aku ingin beristirahat di tempat ini, jadi aku ingin kalian pergi, karena kehadiran kalian bisa mengganggu waktu istirahat ku."Kata Xiao Han tanpa ekspresi dan terkesan dingin.
Seorang pria berbadan besar dan berkepala plontos berdiri dan berjalan menghampiri Xiao Han dengan tatapan yang begitu merendahkan.
"Nak, tadi kamu beruntung karena di lindungi oleh ibumu, karena sekarang perempuan itu tidak ada, maka jangan harap bisa mati dengan tenang."
Meski lawan memiliki tubuh jauh lebih besar dan tinggi, dengan santai Xiao Han menatap pria di hadapannya.
"Kamu pemimpin mereka ?"Tanya
Xiao Han dengan tatapan terasa dingin, sampai membuat pria di hadapannya sedikit gentar.
"Ya, aku pemimpin mereka."Kata pria itu dengan perasaan sedikit takut ketika melihat tatapan Xiao Han.
Tanpa basa-basi Xiao Han menendang perut pria di hadapannya dengan kaki di selimuti api, hingga membuat tubuh pria itu melesat dan menghancurkan banyak meja dan kursi.
Bawahan pria sebelumnya yang berjumlah puluhan segera berdiri, mereka siap untuk bertarung namun semangat mereka hilang ketika melihat Xiao Han tersenyum menyeringai ke arah mereka.
Sesuai dengan yang di ajarkan oleh peri pedang, Xiao Han menyeringai ke arah lawan-lawannya untuk menunjukkan hawa dingin dan kental seperti pembunuh berdarah dingin.
"Seseorang berkata kepadaku, untuk mengusir kalian semua, aku hanya perlu membunuh pemimpin kalian, dengan begitu kalian tidak akan berani Kembali ke sini..Benarkan ?"