Chasing Happiness

Chasing Happiness
21.Kali pertama ke desa



Aroma menyeruak yang terasa sedikit asing di hidung Xiao Han menyebar di dalam gubuk tatkala air rebusan dari ginseng air sudah mendidih.


Xiao Han berdiri lalu berjalan menghampiri tungku. Sesuai yang di inginkan Xiao Han, ginseng air berhasil di rebus tanpa harus menghancurkan batang serta ginseng nya.


Tanpa basa-basi Xiao Han mengambil mangkuk dan menuangkan air hasil rebusan itu ke dalamnya.


Air hasil dari rebusan kali ini nampak bening dengan perpaduan sedikit warna biru, Xiao Han segera meneguk air ginseng itu hingga mangkuk tersebut tandas.


Tidak membutuhkan waktu lama seketika tubuh Xiao Han bereaksi, dirinya merasa kepanasan yang padahal udara terasa dingin malam itu.


Semakin lama udara terasa sangat panas bagi Xiao Han, iapun berlari keluar gubuk karena sudah tidak tahan dan pergi ke sungai malam itu juga.


Beberapa waktu kemudian sampailah


Xiao Han di tepi sungai.


Dengan sigap Xiao Han membuka baju dan melihat sekujur tubuhnya memerah seperti udang baru di bakar.


Xiao Han hampiri saja menjerit namun segera mengurungkan niatnya,


iapun berlari dan melompat ke sungai berharap hawa panas yang ia rasakan dapat di netralisir oleh dinginnya air sungai di malam hari.


Air sungai di malam hari terasa seperti es sehingga tidak ada manusia yang mampu bertahan lama di dalam sungai lebih dari lima menit.


Xiao Han beruntung karena cepat berpikir nyawanya bisa terselamatkan meski terasa sedikit sakit akibat rasa panas dan dingin yang secara bersamaan menusuk tubuhnya dari luar dan dalam.


Kedua hawa dingin dan panas membuat Xiao Han mengigau serta bermimpi dirinya di bacok habis-habisan oleh warga desa.


_______________________________


Matahari mulai terbit dari ufuk timur, pagi hari yang cerah kembali muncul dan entah kejadian seperti apa yang akan terjadi hari ini.


Pagi itu Qian Yu berjalan sendirian ke gubuk Xiao Han, gadis kecil itu nampak berpenampilan menarik dengan menggunakan gaun berwarna pink.


Senyuman bahagia selalu terpancar di wajah Qian Yu saat dirinya berjalan ke arah gubuk Xiao Han yang sudah berada tidak jauh di depan.


Saat setelah sampai Qian Yu terkejut karena tidak ada siapa-siapa di dalam gubuk, iapun tidak ambil pusing dan berjalan pergi ke sungai yang berlokasi di belakang gubuk.


Dari bawah pohon tempat biasa dia duduk, Qian Yu bisa melihat Xiao Han tengah berendam di sungai.


Karena tidak sabar mau memberikan informasi bagus kepada Xiao Han,


Qian Yu segera berlari menghampiri pemuda yang di maksud.


"Han'gege apa yang sedang coba kamu lakukan dengan berendam di air sungai pagi-pagi sekali ??"


Xiao Han yang awalnya termenung tidak sadar segera terkejut,


ia menoleh ke depan dan melihat Qian Yu sedang khawatir kepadanya.


"Aku tidak sedang mencoba melakukan apa-apa, hanya saja pagi ini aku berpikir untuk mandi lebih awal."Xiao Han tersenyum yang membuat Qian Yu terdiam melihatnya.


"Pagi ini aku akan pergi ke kota untuk sekedar berbelanja, apakah kamu mau ikut bersama ku ?"


"Apakah adik Yu sedang mengejek ku ? Bagaimana bisa aku ikut,


apalagi jika ketahuan ayah mu aku akan langsung dibuat mati."


"Tidak Han'gege, aku sudah merencanakan sesuatu agar kamu tidak bisa di kenali oleh orang-orang desa."


Xiao Han diam dengan perasaan ragu


lalu menatap Qian Yu yang nampak sangat ingin mengajaknya pergi ke kota.


Melihat wajah memelas Qian Yu membuat pendirian Xiao Han runtuh, iapun menghela nafas pelan.


Qian Yu menjadi senang dan semakin bersemangat karena rencana yang di buat olehnya pasti akan berhasil.


"Hari ini seorang yang ayah kenal dari


kota sedang pergi ke desa untuk mengajak ku bermain ke kota,


ayah dan ibu tidak ikut karena harus melakukan sesuatu. Pria itu bisu dan tidak pandai menulis, sehingga dia tidak akan bisa berbuat apa-apa."


"Jadi kamu sudah membohongi kenalan ayah mu ??"


"Bukan, kamu salah.


Aku mengatakan kepada ayah dan ibuku akan mengajak anak dari kenalannya untuk ikut bersama ku."


Xiao Han melipat kedua tangan di depan dada."Kesimpulannya aku akan berpura-pura menjadi anak dari kenalan ayahmu yang bisu untuk bisa ikut bersama mu ?"


Qian Yu mengangguk membenarkan kesimpulan Xiao Han, iapun tersenyum percaya diri."Nah bagaimana dengan rencana ku ? Apakah aku pintar."


Xiao Han nampak ragu."Entahlah aku tidak yakin, membodohi orang lain bukanlah sesuatu yang baik apalagi untuk kepentingan pribadi."


Qian Yu melancarkan serangan berupa wajah imut dan memelas."Han'gege, aku sudah sangat lama menanti hal ini. Kumohon kepadamu untuk tidak menolak."


Xiao Han sebenarnya ingin menolak karena takut penduduk desa mengenal dirinya, namun di sisi lain Xiao Han tidak mungkin membuat Qian Yu kecewa.


"Sial ini D'ejavu."Batin Xiao Han,


lalu kembali melirik ke arah Qian Yu yang membuatnya tidak tahan untuk tidak menerima ajakannya.


Qian Yu berteriak kegirangan."Bagus ! Sekarang Han'gege keluar dari air,


aku akan membantumu mengeringkan tubuh serta pakaian mu."


Xiao Han merasa sedikit takut namun melihat Qian Yu bahagia membuatnya merasa senang, iapun berjalan keluar dari sungai dengan keadaan tubuh sudah seperti semula.


'Baguslah, ternyata efek dari ginseng air tidak bertahan lama


namun bahu ku yang sakit entah mengapa sudah kembali sembuh.'Gumam Xiao Han di dalam hatinya.


Setelah tubuh Xiao Han sudah di keringkan Qian Yu menggunakan ecense spirit pagoda kaca, Xiao Han Kembali menggunakan baju yang sempat di lepas tadi malam.


"Karena sudah siap,


ayo kita pergi ke kediaman ku untuk menemui kenalan ayah ku yang sedang menunggu kita."


Xiao Han hanya mengangguk pasrah


mau tidak mau iapun mengikuti Qian Yu karena pergelangan tangannya sedang di tenteng gadis tersebut.


Perjalanan menuju desa terjadi lama dan begitu tegang karena trauma parah yang di alami Xiao Han membuat tubuhnya seketika menggigil.


Tidak pernah Xiao Han berpikir dirinya mau berjalan lebih dekat ke desa, bahkan beberapa meter di depan mulai terlihat sebuah gapura sederhana yang bertuliskan nama desa tersebut.


Setelah berjalan melewati gapura Xiao Han di buat kaget saat beberapa orang dewasa memberi salam kepada Qian Yu yang selaku anak tetua desa.


tidak heran jalan ini di lalui banyak


warga desa karena jalan yang di lalui Xiao Han dan Qian Yu saat ini di hiasi hamparan sawah hijau di bagian kanan dan kirinya.


Warga desa yang menyapa Qian Yu sempat menatap Xiao Han, namun mereka nampak tidak mengenal Xiao Han yang kini berpenampilan rapi.


Xiao Han menghela nafas lega saat berhasil melewati pejalan kaki sebelumnya, dirinya juga sempat mengira akan ketahuan namun penampilannya yang sekarang nampak sangat asing bagi warga desa.