Chasing Happiness

Chasing Happiness
27.Entitas jahat



Saat semua warga hendak menghakimi Xiao Han, Liu Yan dan kelompoknya datang masih dengan menunggang kuda menghentikan tindakan semua warga.


"Siapa kamu berani menghentikan kami ??"Tanya salah seorang pria di barisan paling depan yang nampak memiliki perawakan kekar serta memiliki luka goresan melintang di wajah.


Liu Yan memperlihatkan sebuah plakat berwarna silver."Aku datang dari jauh, tepatnya dari akademi scarlet."


Semua penduduk desa yang berada di tempat itu terdiam seakan tau dengan akademi scarlet.


Ayah Qian Yu berjalan keluar dari kerumunan warganya, iapun menghadap Liu Yan setelah menyuruh Istrinya membawa mayat Qian Yu masuk ke dalam rumah untuk di bersihkan.


"Apa yang membuat akademi scarlet mengirim beberapa muridnya datang ke tempat ini ?"Tanya ayah Qian Yu dengan raut wajah datar.


"Bukan suatu hal yang bisa ku ceritakan di keramaian seperti ini. Namun aku berani bertaruh, bahwa kematian anak mu tidak ada kaitannya dengan bocah ini."Kata Liu Yan seraya melirik sebentar ke arah Xiao Han yang masih bersujud.


Ayah Qian Yu sadar kedatangan Liu'Yan sangat rahasia sehingga dia dapat memaklumi hal itu,


namun ia tidak tau harus berbuat apa kepada Xiao Han.


"Akira, siapkan pemakaman untuk anak ku."Perintah ayah Qian Yu kepada pria yang bertanya kepada Liu Yan sebelumnya.


"Tapi bagaimana dengan bocah Xiao ini ??"Tanya Akira dengan raut seakan dirinya yang paling di rugikan.


Ayah Qian Yu melirik Akira di samping dengan pandangan membunuh."Ini bukan urusanmu, lakukan saja apa yang ku perintahkan."


Dengan perasaan marah serta di rendahkan, Akira pergi meninggalkan tempat itu bersama dengan warga lain untuk membuat pemakaman dan penghormatan bagi Qian Yu.


Ayah Qian Yu kembali menatap Liu Yan."Ikuti aku, kamu harus menceritakan semua yang terjadi."


Liu Yan merasa sedikit ragu dengan ajakan ayah Qian Yu karena mengkhawatirkan Xiao Han, namun mau tidak mau ia harus menuruti perkataan ayah Qian Yu bersama dengan semua pengikutnya.


Meski di tinggal sendirian di luar rumah Qian Yu dalam keadaan hujan,


Xiao Han menolak untuk pergi bahkan tidak untuk bergeming sedikitpun dari posisi bersujud nya.


Perasaan bersalah serta ketakutan dan kehampaan yang akan di rasakan jika dirinya tetap hidup, mendorong Xiao Han untuk melakukan hal ini.


Di dalam Kediaman Qian Yu terlihat semua warga desa sibuk mempersiapkan upacara penghormatan terkahir untuk Qian Yu.


Nampak di tengah-tengah ruangan yang ramai, ibu Qian Yu masih memeluk anak semata wayangnya yang sudah terbalut pakaian putih.


Beberapa orang wanita mencoba menenangkan wanita paruh baya itu namun rasa kehilangan seorang ibu nampak jelas dari isak tangisnya yang tidak mau berhenti.


Sementara itu ayah Qian Yu nampak duduk di kursi kayu pada ruangan tamu bersama dengan Liu Yan dan semua pengikutnya


Meski terlihat santai, ayah Qian Yu benar-benar merasa kehilangan.


Karena seorang laki-laki tidak akan menangis meski di hadapkan oleh jutaan kematian sekalipun.


"Kalian sudah boleh memulai bercerita mengenai maksud kedatangan dan tujuan kalian ke sini."Kata ayah Qian Yu membuka topik pembicaraan.


Liu Yan melipat kedua tangan di depan dada lalu mulai menceritakan tujuannya


"Kedatangan kami ke tempat ini adalah untuk mencari sekelompok entitas berbahaya yang mengincar spirit master tipe pendukung, dan kelompok ninja Hayato adalah salah satunya,


"Selama satu tahun aku mencari Hayato di semua pelosok kawasan benua


Qin Tan, namun malam ini kami semua menemukan sesuatu yang mengejutkan."


Alis ayah Qian Yu sedikit terangkat."Hal mengejutkan ??"


Liu Yan sedikit mengagguk."Ya.


Saat sedang mencari informasi mengenai Hayato di kota Han, kami tidak sengaja merasakan hawa yang sangat mencengkam yang berasal dari hutan sebelah utara kota Han.


"Saat di telusuri kami menemukan sebuah potongan kepala pria pendek di dalam kereta kuda berwarna hitam."


Seketika raut wajah ayah Qian Yu semakin memburuk, dirinya tau betul jika penggalan kepala yang di katakan Liu Yan adalah Tuan Yen Chun.


Setelah terdiam sejenak Liu Yan kembali bercerita.


"Kami kembali menyusuri hutan tidak jauh dari lokasi mayat pertama. Saat setelah berada di hutan, kami menemukan mayat Hayato tergeletak tidak bernyawa dengan luka tusukan di bagian dada sebelah kiri


"Di tengah-tengah investigasi


kami mendengar suara tangisan dan teriakan seorang anak kecil. Karena penasaran kami menghampiri sumber suara yang di maksud


"Sumber suara itu menuntun kami ke sebuah tanah lapang di tengah hutan. Empat mayat pria dewasa yang merupakan kelompok Hayato Kembali kami temukan, mereka mati dengan keadaan beberapa bagian tubuh terpotong serta kepala terpenggal


"Aneh tapi nyata, tidak ada orang lain kecuali bocah laki-laki di luar, yang mana saat kami menemukannya, anak itu tengah menangis mayat anak mu yang telah menjadi korban kelompok Hayato."


Liu Yan tersenyum kecil melihat wajah ayah Qian Yu yang nampak tidak percaya dengan ceritanya.


"Yah..Memang tidak mungkin anak kecil seperti bocah di luar mengalahkan lima orang pria dewasa seorang diri, bahkan Hayato telah mencapai tingkat 30 spirit master. Namun itulah kenyataannya, anak di luar memiliki ecense spirit ganda namun keduanya adalah sampah."


Ayah Qian Yu merenungi perkataan Liu Yan seraya mengusap dagu.


"Spirit master pemula dengan ecense ganda meski sampah tetapi bisa mengalahkan sekelompok pria dewasa, bagaimana bisa ?


Liu Yan kembali tersenyum kecil.


"Itulah anehnya. Kurasa anak itu memiliki kemampuan bela diri dan kecerdasan tinggi, sehingga ia dapat dengan mudah menyusun strategi dalam waktu singkat."


"Jadi maksud mu anak itu memiliki kemampuan beladiri ? Tanya ayah Qian Yu sementara Liu Yan segera mengagguk membenarkan perkataannya.


"Jadi tidak heran beberapa minggu ini anak ku selalu pulang sore hari, tetapi kemampuan serta pemahamannya mengenai hutan jauh meningkat."Gumam ayah Qian Yu yang tidak sengaja di dengar oleh Liu Yan.


"Jadi kamu mengenali anak laki-laki di luar ? Jika memang benar, tolong ceritakan semua tentang bocah tersebut."Pinta Liu Yan dengan penasaran.


Dengan perasaan campur aduk ayah Qian Yu menceritakan semua hal tentang Xiao Han kepada Liu Yan.


Beberapa menit kemudian hanya dengan mendengar cerita dari ayah Qian Yu, sudah cukup membuat Liu Yan naik pitam.


Liu Yan beranjak dari kursi dan berjalan menghampiri ayah Qian Yu, lalu secara terang-terangan menampar pria paruh baya itu sampai membuat semua orang di sana terkejut.


"Tua B4jingan..!