Chasing Happiness

Chasing Happiness
49.Salah paham



Meski murid baru Xiao Han di sambut ramah oleh teman sebayanya,


kini Xiao Han terlihat sedang berjalan bersama tiga orang teman yang akan mengantarnya ke rumah.


Seorang pemuda menggeleng."Jangan terkejut melihat rumah kawasan laki-laki begitu jelek, karena guru besar sangat menyayangi murid perempuan seperti anaknya sendiri."


"Hu'uh, dasar si tua mata jelalatan.


Jika bukan karena paksaan orang tua, aku tidak mau menjadi ninja."Satu lagi pria berdecak kesal serta berkata kotor karena terbawa emosi.


"Jangan berkata buruk terhadap guru besar, jika sampai tau kau akan di latih seperti ninja hatori."Pemuda terakhir adalah pemuda yang paling waras, karena masih bisa berpikir jernih.


Di saat teman-temannya asik berbincang Xiao Han terlihat sibuk sendiri karena pikirannya masih terngiang-ngiang dengan Qian Yu.


"Adik Yu, hari ini aku sudah masuk ke akademi scarlet, perjalan ku akan di mulai dari sini,"Xiao Han menatap langit."Tolong tetap perhatikan aku dari tempat mu saat ini."


Seorang pemuda sedikit menyenggol bahu Xiao Han."Kau sedang bicara dengan siapa teman ?"


"Tidak ada, aku hanya berpikir bagaimana keseharian kalian di akademi ini."Xiao Han memutar topik karena memang ingin mengetahui banyak informasi.


"Jangan terlalu berharap teman, dari pagi sampai sore kamu akan berlatih bersama kami. Untuk makan kamu harus berpikir sendiri, karena akademi ini melatih kita untuk menjadi mandiri tidak seperti pemuda yang di sana,"Pemuda itu menunjuk ke kanan.


Sontak teman-temannya termasuk


Xiao Han menoleh ke arah yang di tunjuk, di sana terlihat seorang pemuda tengah berjoget-joget seperti orang gila.


"Ada apa dengannya ?"Tanya Xiao Han.


Salah seorang pemuda mengangkat kedua bahu."Ya, dia seperti itu karena di kencingi katak beracun. Hingga membuat hormon laki-lakinya berubah menjadi hormon perempuan."


Semua orang tertawa kecuali Xiao Han, karena Xiao Han lebih suka meme elit ketimbang jokes gender.


Setelah berjalan beberapa saat mereka sampai di depan sebuah rumah kecil, rumah itu terlihat sangat sederhana jauh dari kata mewah.


"Teman ini rumah mu, pergilah melihat-lihat setelah itu kamu harus pergi menuju paviliun totem untuk mendata diri mu sebagai anggota baru."Jelas seorang pemuda dengan jelas.


Xiao Han mengagguk dan berterimakasih kepada teman barunya, setelah itu ketiga pemuda tersebut berjalan pergi karena memiliki giliran mencari jamur.


Setelah sepi Xiao Han berjalan masuk ke dalam rumah, di dalam hanya terdapat ruang tengah dan ruang tidur yang sudah di sediakan kasur meski tidak bagus.


Rumah ini terbilang sangat sederhana namun bagi Xiao Han sudah lebih cukup karena pernah tinggal di tempat lebih kecil dari ini, lagian ia tidak membawa banyak barang.


Setelah puas melihat-lihat Xiao Han berjalan keluar rumah, ternyata setelah di perhatikan, rumah Xiao Han berada jauh dari rumah lain dan halaman rumahnya di penuhi dengan pepohonan.


"Kapan-kapan aku harus merawat halaman rumah, namun sekarang sebaiknya aku pergi dulu ke paviliun totem untuk mendata diri."


Xiao Han berjalan pergi menuju paviliun Totem, ia tidak tau pasti di mana tempatnya namun tidak ada salahnya bertanya jika berpapasan dengan orang.


Namun keadaan saat itu sangat sepi tidak seperti sebelumnya, Xiao Han berpikir jika orang-orang sedang pergi ke hutan karena untuk makan di butuhkan usaha sendiri.


Xiao Han terus berjalan hingga ia sampai lagi ke jembatan perbatasan area laki-laki dan perempuan. Di sana dia masih melihat pria yang sama masih duduk di bawah pohon, karena ada yang ingin di tanyakan, Xiao Han segera menghampirinya.


"Teman, kita bertemu lagi. Aku ingin bertanya di mana letak paviliun totem ?"Tanya Xiao Han.


Pemuda yang sebenarnya perempuan itu tidak menjawab karena pasti akan langsung ketahuan.


Perempuan itu hanya diam lalu berdiri, dia menunjuk dirinya sendiri seperti sedang mengatakan sesuatu lewat bahasa tubuh.


"Kau..Ingin mengantar ku ?"


Tanya Xiao Han meski sebenarnya menebak-nebak.


"Apa yang kamu lakukan di sini, perempuan tidak di perbolehkan untuk bertemu laki-laki, apakah kau mau perang ??"Kim Ryu melotot.


Ternyata antara kubu laki-laki dan perempuan terdapat sebuah perjanjian, mereka akan perang jika salah satu dari mereka bertarung atau diam-diam pacaran antar dua kubu.


Sontak Xiao Han menatap perempuan yang dia anggap nya seorang laki-laki,"Jadi kamu..?"


Perempuan itu menyimpangkan tangan, namun Kim Ryu mengatakan kepada Xiao Han jika dia adalah perempuan.


"Ternyata begitu, tidak apa kita tidak memliki hubungan apa-apa. Namun aku tetap berterimakasih kepada mu karena sudah dua kali membantu ku."


Setelah berkata demikian Xiao Han berjalan ke kanan, Kim Ryu menyuruh gadis yang modus dengan Xiao Han untuk segera pulang setelahnya dia berjalan menyusul Xiao Han.


"Nak, apakah kamu tau sesuatu ?"Tanya Kim Ryu.


"Ya, aku tau kau dan Liu Yan sedang memperebutkan ku untuk di jadikan murid."Kata Xiao Han tanpa menoleh ke arah Kim Ryu di samping.


"Benar, tapi sekarang aku sudah menjadi guru sah mu, jadi mulai besok aku akan melatih mu."Ucap Kim Ryu.


"Entahlah, satu-satunya orang yang ku akui kemampuannya adalah guru besar, selain dia aku tidak akan tunduk kepada siapapun kecuali kamu mengalahkan ku dalam sebuah pertarungan."


"Bagaimana jika aku menang ?"Tanya Kim Ryu yakin.


"Pastinya aku tidak akan membiarkan otak mesum mu melakukan hal aneh pada ku."Kata Xiao Han berterus terang dan nampak datar.


"Padahal aku ini masih perawan, kau berkata seperti itu apakah tidak berpikir sudah menyakiti hati ku ?"


Xiao Han menghentikan langkah lalu menatap Kim Ryu."Aneh rasanya jika orang asing seperti mu tiba-tiba akrab dengan ku, tidak mungkin kamu tidak memiliki maksud tertentu."


Kim Ryu tersenyum."Huu.. Ternyata kamu ini pintar sekali, sebenarnya aku hanya ingin melihat wajah mu lebih lama."


Xiao Han tersenyum mengejek sambil kembali melanjutkan perjalanan."Beberapa hari ke depan kau tidak akan melihatnya lagi, maka untuk sekarang ku perbolehkan kau melihatnya."


"Jadi maksud mu kau ingin segera menjadi ninja tingkat shadow ? Lalu masuk turnamen seperti yang lain ??"


Xiao Han mengangkat sebelah alis."Turnamen ?"


"Ya, turnamen di adakan sebulan sekali, murid-murid yang terpilih di perbolehkan mengikutinya untuk mendapatkan uang yang nantinya akan di pakai untuk kebutuhan kita."


"Jadi maksud kita bertarung hanya karena kita butuh uang ?"


"Tidak juga sih, tapi beberapa tahun ini kita sedang berada dalam krisis keuangan karena kita tidak pernah menang turnamen sebab kekurangan ninja laki-laki yang hebat dalam bertarung."


Xiao Han tersenyum mengejek."Kasihan sekali nasib kalian."


"Astaga kau berkata seakan tidak perduli dengan nasib akademi, pokoknya mulai besok kamu akan berlatih sampai pingsan dan jadilah kapten untuk turnamen minggu depan."


"Kurasa tidak bisa, karena ada banyak yang ingin ku lakukan."Kata Xiao Han.


"Apakah karena kematian kekasih mu di karenakan Hayato ?"


Langkah Xiao Han terhenti."Hayato ? Jadi kamu mengenalnya ??"


Kim Ryu menatap heran Xiao Han."Tentu saja, Hayato dulunya adalah salah satu dari guru di akademi ini."


Tatapan Xiao Han menjadi ganas."Itu artinya akademi ini bersekongkol dengan Hayato untuk membunuh Qian Yu karena kalian sedang krisis ekonomi ?!"


Kim Ryu terkejut karena sepertinya Xiao Han salah paham, ia mencoba menenangkan pemuda itu namun dia berlari entah kemana.


"Xiao Han tungggu..Mau kemana kamu ?"