
Sesampainya di gubuk, Xiao Han segera berjalan menuju tungku dan mengambil sebuah ginseng air.
"Aku hanya memiliki satu kali kesempatan karena ginseng air usia muda hanya tersisa ini, ku harap kamu bisa membantu."
"Tentu saja aku bisa, kamu tinggal rebus dan berikan air hasil rebusan nya kepada ku."Kata peri pedang excalibur dengan sombong.
Xiao Han melakukan hal yang sama seperti biasanya, yakni merebus ginseng air selama beberapa menit.
Begitu selesai Xiao Han menuangkan air ginseng air ke dalam mangkuk keramik berwarna putih berukuran kecil.
Peri pedang excalibur terbang menuju mangkuk yang Xiao Han pegang, iapun menghisap semua air di dalamnya hingga habis.
"Astaga !! Benda aneh macam apa ini ? Rasanya lebih parah dari kotoran."
"Jangan salahkan aku, itu karena kamu tidak mencicipinya terlebih dahulu. Sekarang bagaimana ? Apakah kamu sudah tau masalahnya ??"
Peri pedang excalibur mengelus dagu sambil mengecap untuk merasakan sisa air ginseng air di mulut.
"UMM..Kamu salah metode, seharusnya kamu memanggang nya bukan di goreng."
"Apakah kami yakin ? Aku hanya tinggal memiliki satu ginseng air, kali ini sangat berharga karena berusia tua."Kata Xiao Han dengan ragu.
"Tenang saja, tidak mungkin aku membohongi mu,"Kata peri pedang excalibur dengan yakin.
Xiao Han berjalan ke arah tembikar, iapun mengambil ginseng usia tua yang di simpan di bawah tembikar.
Ginseng itu memancarkan cahaya merah, nampak sangat menggugah selera ecense spirit seperti pedang excalibur.
"Wah..Di mana kamu mendapatkan barang langkah itu ??"Tanya peri pedang excalibur dengan air liur menetes.
"Ada apa dengan ekspresi mu ? Benda ini bukan untuk kamu makan, cepat bantu aku mengolahnya."
"Huu..Kamu bakar saja ginseng itu sampai mengeluarkan aroma seperti arak."Kata pedang exkalibur dengan kesal.
Xiao Han berjalan menuju tungku,
ia menghidupkan api yang tidak terlalu besar lalu memanggang ginseng air usia tua di atasnya.
Sesuai yang di katakan peri pedang excalibur, Xiao Han segera mengangkat ginseng air usia tua ketika aroma aneh menyeruak di dalam gubuk.
Xiao Han memberikan setengah ginseng air nya kepada peri pedang excalibur, dengan cepat peri itu menghisap semua energi ginseng air sampai habis.
Tiba-tiba energi besar terpencar dari tubuh peri itu, lalu dari dada bagian kiri Xiao Han keluar pedang excalibur.
"Wah ! Lingkaran pertama mu sudah berwarna kuning, apakah ini karena ginseng air ini ?"
"Ya, kamu benar. Ginseng itu ternyata sudah berusia 100 tahun sehingga akan meningkatkan kualitas tulang dan tubuh mu dengan cepat."
Xiao Han mengagguk lalu menatap ginseng air usia tua jatah nya di genggaman tangan, meski sedikit ragu Xiao Han segera menghabiskan ginseng itu dalam satu suapan.
Tiba-tiba Xiao Han merasakan anjlokkan energi besar di dalam tubuhnya, segera Xiao Han bersila lalu menyerap semua energi tersebut.
Besarnya energi dari ginseng usia tua membuat Xiao Han membutuhkan waktu lama untuk menyerap semua energi itu. Dirinya baru selesai setelah hari menjelang pagi lagi.
Begitu cahaya mentari menyentuh wajah, Xiao Han membuka mata dengan posisi masih duduk bersila.
Xiao Han segera dapat merasakan tubuhnya menjadi begitu segar dan penuh dengan kekuatan.
"Energi ini sangat besar, bahkan aku dapat merasakan sesuatu yang kuat mengalir di setiap titik darah ku."
"Tentu saja, yang kamu rasakan itu namanya adalah tenaga dalam. Kamu bisa menggunakannya untuk bertarung."Jelas peri pedang excalibur yang terlihat duduk di bahu Xiao Han.
"Bisakah kamu menjelaskan apa itu tenaga dalam dan bagaimana cara menggunakannya ?"
Peri pedang excalibur melipat kedua tangan di depan dada seraya memasang raut sedikit tersenyum."Aku akan memberitahu mu nanti, sekarang bersiaplah untuk naik gunung."
Xiao Han berdiri lalu berjalan keluar gubuk, iapun pergi ke sungai untuk mencari batu besar yang akan di seret sampai puncak gunung.
Setelah mencari-cari akhirnya Xiao Han menemukan batu putih besar yang sempurna, berat dari batu itu mungkin bisa mencapai 150 kg.
"Ecense skill, rantai nebula."
Dari tulang ekor Xiao Han keluar beberapa rantai, rantai itu mengikat batu pilihan Xiao Han.
Xiao Han meregangkan tubuhnya dengan gerakan sederhana, lalu iapun mulai berlari menyeret batu besar di belakang.
Semenjak berlatih seorang diri,
Xiao Han mampu mengontrol ecense pertama berupa rantai untuk keluar dari bagian tubuh yang ia mau.
Xiao Han berlari seakan tidak ada hambatan, dirinya langsung pergi ke arah hutan menuju gunung.
Hewan-hewan buas yang tidak termasuk hewan spirit ketakutan melihat Xiao Han, mereka segera menjauh ketika mencium aroma keringat Xiao Han.
Sementara itu.
Peri pedang excalibur nampak santai duduk di bahu Xiao Han, dirinya diam-diam menyukai semangat dan kemampuan yang di miliki tuan barunya, belum lagi ia belum melihat kecerdasan berpikir Xiao Han.
Di depan mulai terlihat bagian kaki gunung serta jalan curam yang nantinya akan di lalui Xiao Han.
Xiao Han mengambil jalur kanan, jalur yang biasa di gunakan penduduk desa jika ingin ke gunung.
Hanya berada beberapa meter sejak dirinya berjalan, Xiao Han merasa sedikit terbebani dengan batu di belakang karena jalur yang menanjak.
"Ada apa nak ? Apakah kamu sudah kelelahan ?? Sayang sekali, aku mengharapkan sesuatu yang lebih darimu."Kata peri pedang excalibur dengan meremehkan.
"Kamu belum melihat apa-apa."Kata Xiao Han, iapun mempercepat langkahnya.
Wajah Xiao Han terlihat di basahi oleh sedikit keringat, serta nafas nya juga terasa sedikit berat.
Namun hal itu sama sekali tidak menghambat Xiao Han, ia tetap berjalan meski jalur terasa semakin menanjak serta beban batu di belakang semakin berat.
Setelah beberapa waktu berjalan akhirnya Xiao Han berhadapan dengan rintangan sesungguhnya.
Di depan Xiao Han jalan sudah terputus, kini di hadapannya ada ada sebuah tebing curam sekaligus merupakan jalan satu-satunya menuju puncak gunung.
"Sepertinya pelatihan ini sedikit berat bagimu, sekarang putar arah, kita harus kembali karena kamu belum siap."Kata peri pedang excalibur sambil mengangkat kedua bahu.
Xiao Han hanya diam tidak menjawab, ia berjalan mendekati tebing lalu kedua tangannya mulai mencari tempat berpegang.
"Hei,Hei apakah kamu mau mati ? Tebing ini paling tidak memiliki kecuraman hampir 160 derajat. Jika jatuh kamu akan langsung mati, begitu juga denganku."
Xiao Han tidak menggubris larangan peri pedang excalibur, dirinya tetap bergerak merayap dengan keadaan bagian belakang menarik batu besar.
Bersamaan dengan pergerakan Xiao Han, batu di bawahnya juga mulai terangkat hingga akhirnya melayang.
Keberanian Xiao Han membuat peri pedang excalibur kagum namun juga khawatir, dirinya bertanya-tanya apa yang menjadi tujuan Xiao Han hingga dia berani melakukan hal ini.
"Si4l anak ini begitu keras kepala."