
Xiao Han merasa hawa aneh ketika dia menyentuh bagian pohon raksasa, tiba-tiba akar pohon itu bergerak dan langsung menyerang.
Beruntung Xiao Han cepat melompat kebelakang sehingga serangan akar yang terkesan lambat itu tidak mengenai dirinya. Xiao Han berdiri memperhatikan akar pohon di depan yang nampak menggeliat seakan hidup.
"Peri pedang, apakah kamu memikirkan apa yang aku pikirkan ?"Xiao Han tersenyum kecil ketika merasa ada sesuatu yang datang dari bagian paling atas pohon raksasa itu.
Peri pedang menunjuk ke atas."Di sana ! Cepat tangkap dan hisap lingkaran roh burung itu, jika kamu gagal aku akan membunuhmu."
Tanpa menunggu ocehan peri pedang lagi Xiao Han berlari maju dan mengeluarkan tombak giok yang merupakan ecense spirit keduanya.
"Ecense skill 2 tebasan pembela samudera !
Xiao Han mengayunkan tombak, seketika keluar sebuah gelombang sabit berwarna hijau yang melesat dan memotong beberapa akar yang hendak kembali menyerang.
Senyuman kecil terus terukir di wajah Xiao Han ketika dan bertarung dengan banyak akar yang datang, semuanya menjadi kesenangan bagi Xiao Han yang sudah lama tidak bertarung.
Ketika merasa hewan spirit di atas lebih menantang, Xiao Han mempercepat gerakannya memotong semua akar yang berani menyerang.
Tidak di ketahui hewan spirit macam apa yang berada di atas pohon, namun sepertinya peri pedang sangat menginginkan hewan itu untuk di serap.
Setelah berhasil dengan yang di bawah, Xiao Han segara melompat dari akar ke dahan dan dari dahan ke dahan lain hingga sesuatu tidak terlihat melesat dan menggores pelipis matanya.
*Classss
Darah segar mengalir di sekitar mata bagian kiri Xiao Han, alih-alih gentar senyuman Xiao Han semakin jelas mengetahui lawannya memiliki kemampuan yang bisa membunuh dirinya.
"Hati-hati nak, dia tidak terlihat namun aku bisa merasakan dia berada di bagian atas pohon."
Xiao Han tersenyum."Tenang saja, aku tau bagaimana cara melawan yang semacam ini."
"Huu ? Benarkah ??"Peri pedang tersenyum sinis."Aku ingin melihat kemampuan mu."
Xiao Han mengeluarkan ratai nebula, rantai-rantai itu dengan cepat melindungi tuanya bahkan dari serangan yang tidak terlihat sekalipun.
Karena sudah di lindungi oleh rantai nebula, Xiao Han dapat kembali melompat dari dahan ke dahan untuk mencapai bagian atas pohon yang masih sangat jauh di atas.
Karena merasa terlalu lama jika hanya melompat, Xiao Han menyelimuti kedua kakinya dengan tenaga dalam,
hingga kini gerakannya semakin cepat sampai tubuhnya mampu mengalahkan sistem gravitasi dan dapat berlari di bagian batang pohon.
Serangan yang tak kasat mata itu semakin menjadi-jadi sampai membuat percikan api ketika menghantam rantai yang melindungi tubuh Xiao Han.
Nyatanya serangan itu bukan lawan bagi ketahanan rantai nebula, lagian rantai nebula memiliki jumlah dan panjang yang tidak terbatas sesuai dengan kecerdasan yang di miliki Xiao Han.
Ketika sudah dapat melihat hewan spirit apa yang menyerangnya, gerakan
Xiao Han semakin cepat dan semakin cepat sampai akhirnya tubuh Xiao Han di balut oleh cahaya keemasan.
Ternyata hewan spirit incaran peri pedang dan Xiao Han berbentuk seperti manusia burung, lebih tepatnya hewan itu adalah jenis burung elang namun memiliki tubuh seperti manusia.
Hewan spirit itu terlihat sedang bertengger di sebuah dahan raksasa dan menyelimuti tubuhnya dengan sayap berwarna putih, sayap-sayap itulah yang mengeluarkan semacam energi tidak terlihat untuk menyerang.
Saat jarak Xiao Han sudah semakin dekat, hewan spirit itu berhenti menyerang dan hendak terbang menjauh namun sebelum sempat melakukan hal itu tubuhnya sudah di lilit oleh rantai.
"Bagus ! Kamu cukup hebat karena bisa mengimbangi ku."Xiao Han tersenyum lalu kembali memukul hingga membuat dia dan hewan spirit itu sama-sama terpental.
Xiao Han berdiri di atas sebuah dahan, sementara burung bertubuh manusia itu juga berdiri di dahan pohon yang berbeda namun berhadapan langsung dengan dahan milik Xiao Han.
Air liur peri pedang menetes ketika melihat hewan spirit di depan."Nak, dia adalah spesies langkah. Jika kamu bisa membunuhnya, kamu tidak hanya mendapatkan lingkaran roh tapi juga sebuah tulang punggung."
"Tulang punggung ?"Sebelah alis Xiao Han terangkat.
"Ya, mudahnya kamu akan mendapatkan sebuah sayap, sayap itu mampu menjadi semakin kuat sesuai dengan kekuatan mu nantinya."
Meski tidak tertarik dengan tulang punggung ataupun sayap, Xiao Han tetap akan membunuh hewan spirit itu karena sepertinya peri pedang sangat menyukai hewan tersebut.
Tanpa menunggu lama Xiao Han melesat maju membawa tombak serta kagune berupa ekor dari lima rantai di belakang tulang ekor.
Karena tidak ingin daerah kekuasaannya di ganggu-gugat, hewan spirit itu juga melesat ke arah Xiao Han dengan menenteng sebuah pedang.
*Braaaaak
Kedua senjata Xiao Han dan hewan spirit itu saling menghantam, menciptakan efek riak yang membuat keduanya kembali terpental kebelakang namun tidak lama kemudian keduanya kembali melesat ke arah satu sama lain.
Terjadi adu tombak dan pedang antara Xiao Han dan hewan spirit, hasil dari hantaman kedua senjata itu lambat-laun menghasilkan percikan api dan gelombang di setiap serangannya.
"Ecense skill keempat ! Tarian dewa naga."
Xiao Han memainkan tombaknya seakan sedang menari, namun serangan kali ini bukan serangan biasa. Semakin lama gerakan Xiao Han semakin cepat pula temponya, sampai bagian depan tombak menghasilkan gumpalan energi yang lambat-laun membentuk sebuah tubuh naga hijau.
Tidak mau kalah hewan spirit itu mengambil jarak dengan Xiao Han, lalu dia mengangkat pedangnya dan membuat beberapa lingkaran hijau mudah.
"Ecense skill keempat, tarian dewa naga teknik terakhir !!
Xiao Han menghunus tombaknya ke depan, sontak energi berbentuk naga yang tercipta dari tarian dewa naga melesat menuju hewan spirit di depan.
Hewan spirit itu juga menebas pedang ke depan, sontak lima buah lingkaran hijau melesat ke depan dan saling berhantam dengan energi naga.
Terjadi sebuah ledakan besar yang melulu-lantakan area tersebut, untungnya sebelum itu Xiao Han sudah melindungi tubuhnya dengan rantai sehingga efek ledakan tidak melukainya sama sekali.
Senyum kemenangan terukir di wajah peri pedang."Bagus nak, tidak mungkin hewan spirit itu mampu bertahan dari ledakan ini."
Xiao Han memandang tajam ke depan."Kurasa tidak. Sepertinya hewan itu hanya bermain-main dari awal, pertarungan sesungguhnya di mulai dari sekarang."
Sontak peri pedang terkejut dan menoleh ke depan. Ketika asap putih hasil ledakan berangsur-angsur menghilang,
terlihat bayangan hitam di baliknya dan ternyata hewan spirit itu belum mati dan mampu bertahan dari ledakan dengan membalut tubuhnya dengan bentangan sayap yang cukup lebar.
Hewan itu nampak murka tubuhnya tiba-tiba di selimuti oleh api dan melesat ke arah Xiao Han.
Dengan sigap Xiao Han menahan ayunan pedang hewan itu dengan tombaknya, namun kekuatan hewan itu meningkat drastis sampai membuat tubuh Xiao Han terpental ke belakang dan menabrak batang pohon.
"Burung si4lan, ternyata dia sangat kuat,"Xiao Han kembali berdiri lalu menyeka darah di sudut bibirnya, lalu senyuman menyeringai terukir di wajahnya.
"Tapi..Aku lebih kuat..