Chasing Happiness

Chasing Happiness
30.Memecahkan masalah



Raut wajah Xiao Han memburuk karena harga dirinya terasa di injak oleh sebuah pedang.


"Dengar pedang ! Aku tidak di perintah oleh siapapun, aku tidak keberatan jika harus meninggalkan dan menelantarkan mu di sini."


"Huu ? Memangnya manusia lemah seperti mu bisa apa jika tidak ada senjata seperti ku ??"


Xiao Han menolak untuk menjawab, iapun berdiri berjalan pergi meninggalkan pedang merah bercampur hitam itu sendiri di dalam hutan.


"Ka-kau benar-benar meninggalkan ku ?! Heii..Aku ini raja ecense, tidak seharusnya kamu memperlakukan ku seperti ini, cepat kembali dan bawa aku pergi bersama mu !!


Xiao Han tidak menggubris perkataan pedang itu, iapun tetap terus berjalan menuju pohon Qian Yu.


"Sial ! Anak itu keras kepala sekali, Hei aku bisa membantumu menghidupkan kekasih mu Kembali !!"


Langkah Xiao Han terhenti begitu telinganya mendengar perkataan pedang itu mengenai Qian Yu.


"Hehehehe, sudah ku duga kau tidak akan menolak dengan yang ini. Benar ! Aku bisa menolong mu menghidupkan nya kembali."


Xiao Han berputar dan berjalan kembali menghampiri sang pedang yang kini tergeletak di tanah.


Setelah sampai Xiao Han berjongkok menatap pedang merah di atas tanah."Memangnya pedang jelek seperti mu bisa apa ?"


"Kau bilang aku ini pedang jelek ? 💢 Aku ini raja ecense, nama ku adalah pedang excalibur. Aku bisa membantumu menghidupkan gadis kecil mu itu."


Xiao Han menatap datar pedang excalibur."Cara apa yang harus ku lakukan untuk mu ?"


"Oh..Ternyata kamu anak yang pintar. Memang benar aku sudah kehilangan semua kekuatan ku karena terlahir kembali sebagai ecense spirit mu,


untuk itu kamu harus kembali membuat ku berada di puncak ecense agar bisa menghidupkan pasangan mu kembali


"Apakah kamu melihat empat lingkaran di bagian tengah ku ??"


Xiao Han mengangkat pedang itu dan memang terdapat empat lingkaran di bagian tengahnya, pada bagian pertama lingkaran berwarna putih sementara sisa nya hitam.


"Sepertinya yang kamu tau tingkatan hewan spirit terbagi menjadi :


Putih : Cincin roh usia 10 tahun


Kuning : Cincin roh usia 100 tahun


Ungu : Cincin roh usia 1.000 Tahun


Hitam : Cincin roh usia 10.000 Tahun


Merah : Cincin roh usia 100.000 Tahun


Emas : Cincin roh usia 1.000.000 Tahun


"Saat menyelamatkan mu dulu, aku berhasil menyerap lingkaran roh usia 10 tahun, sebab itulah lingkaran pertama berwarna putih. Tugas mu adalah membunuh banyak hewan spirit hingga membuat lingkaran pertama menjadi merah, jika sudah berhasil maka tugas yang sama harus kamu lakukan pada setiap lingkaran ku."


"Kenapa tidak sekalian membuatnya menjadi emas saja ??"Tanya Xiao Han dengan bingung.


"Tidak perlu, memerahkan semua lingkaran ku sudah cukup bagi ku untuk membantu mu. Jika saja kamu berhasil membuat semua lingkaran ku menjadi emas, mungkin kamu sudah berhasil menjadi dewa Nirvana."


"Dewa Nirvana ?"Xiao Han nampak bingung.


"Ya ! Kamu akan dapat menguasai dan mengatur dunia ini, itulah sebutan untuk sang dewa Nirvana."


Xiao Han berdiri, ia mengelus dagu sambil memperhatikan pedang excalibur."Kurasa kita cocok, namun aku yang memimpin."


"Huu..Seterah kamu saja, asalkan jangan meninggalkan ku di sembarang tempat."Kata pedang excalibur dengan nada mengeluh.


Xiao Han menghadap ke arah mayat ular kabut, nampak di atas kepala ular itu melayang sebuah lingkaran roh berwarna putih pucat.


Dengan sigap Xiao Han mengarahkan ujung pedang excalibur ke arah lingkaran roh, secepat kilat lingkaran itu hilang di hisap oleh pedang excalibur.


"Kenapa lingkaran pertama mu masih berwarna putih ?"


"Kamu bodoh ya ? 10 + 10 \= 20 Sementara untuk cincin roh warna kuning berusia 100 tahun, tinggal kamu hitung saja berapa kurangnya."


Xiao Han mengagguk mengerti."Ternyata begitu peraturannya. Baiklah aku akan kembali berlatih, kamu boleh istihalah."


"Hei hei tunggu-tunggu, aku baru saja menghirup udara segar. Jangan mengirim ku kembali ke dalam tanda aneh di jantung mu."


Xiao Han hanya diam dan menempelkan ganggang pedang excalibur ke dada sebelah kiri, otomatis pedang itu kembali ke tempatnya semula.


Xiao Han kembali berjalan menuju pohon Qian Yu yang sempat tertunda, sekarang dirinya sangat senang karena ada kemungkinan untuk bisa menghidupkan kembali Qian Yu.


Sesampainya di pohon Qian Yu,


Xiao Han berdiri berhadapan dengan pohon tersebut menatap namanya dan nama Qian Yu yang terukir di batang pohon.


"Hari ini aku bertemu dengan pedang aneh yang katanya bisa menghidupkan mu kembali. Aku mempercayainya karena aku mencintaimu, tunggulah sebentar lagi karena aku akan menghidupkan mu kembali apapun taruhannya."


Tiba-tiba sebuah cahaya merah Keluar dari jantung Xiao Han, cahaya itu berubah hujud menjadi peri perempuan kecil bergaun merah.


Peri itu duduk di bahu Xiao'Han."Sepertinya kamu sangat mencintai gadis itu."


"Sekarang kau siapa lagi ?"Tanya Xiao Han dengan datar.


"Astaga kita baru saja bertemu beberapa menit yang lalu, aku adalah pedang excalibur, ini adalah hujud roh ku yang hanya dapat kamu lihat."


"Ternyata begitu, lalu apa yang kau butuhkan ? Kenapa tidak kembali beristirahat."


"Kamu terlalu kasar, sebaiknya kamu belajar bersikap lebih lembut. Aku mau membantu mu memecahkan kendala dalam pelatihan mata iblis."


Xiao Han meremehkan keinginan roh pedang excalibur."Memangnya apa yang kamu tau ? Aku sudah bertahun-tahun mencoba untuk memecahkan pepatah itu namun hasilnya nihil,"


"Itu karena kamu hanya memandang sebelah opini tanpa mempelajarinya."


"Maksud mu ??"


"Pengelihatan dan angin, apakah kamu tau rasanya di serang oleh seekor burung walet tipe angin ??"


"Tidak, hewan itu sangat berbahaya. Bukan hanya menyerang dalam berbasis kelompok namun dapat bergerak cepat seperti angin."


"Serahkan pada ku, ku jamin dalam satu tahun ini kamu bisa menggunakan teknik mata iblis."


"Tunggu, maksudmu aku harus pergi ke sarang walet tipe angin dan membiarkan mereka mencabit-cabit tubuh ku ?"


"Itu adalah masalah mu, tetapi pelatihan ini menjanjikan mu dapat segera menguasai teknik mata iblis dalam waktu kurang dari satu tahun."


"Kurasa itu sepadan namun..."


"Apakah kau takut ?"Kata pedang excalibur dengan nada meremehkan.


"Aku takut ? Tentu saja tidak, hanya saja sarang walet tipe angin berada jauh di puncak gunung."


"Kurasa tidak ada salahnya besok kamu ke sana, hitung-hitung sekalian lari jauh."


Xiao Han berjalan pelan ke arah pulang, ia juga telah berdoa sebentar untuk Qian Yu.


"Enak bagimu untuk berbicara,sekarang sudah waktunya untuk ku pulang dan menyiapkan makanan. Kuharap kamu tidak makan."


"Aku juga butuh makan tau, paling tidak berikan aku sesuatu untuk di serap."


Xiao Han mengusap dagu."Kurasa tidak ada salahnya kamu menjadi kelinci percobaan ku."