Chasing Happiness

Chasing Happiness
48.Kawasan laki-laki



Beberapa jam setelah kejadian tadi,


Xiao Han terlihat sudah berada di sebuah kamar sederhana dan terbaring tidak berdaya di atas kasur.


Meskipun Xiao Han berhasil melancarkan satu pukulan dahsyat, nyatanya pukulan itu malah meleset sehingga menyia-nyiakan tenaga dalam yang kini membutuhkan waktu untuk di isi.


Namun meski demikian, Xiao Han merasa senang karena mulai sekarang dia tidak akan ragu untuk membungkuk karena sudah mengetahui setinggi apa kekuatan pemilik akademi.


Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dari luar pintu, saat pintu terbuka terlihat seorang perempuan muda bertubuh molek serta berambut hitam memandang Xiao Han dengan santai.


"Jadi bocah ini yang di katakan oleh guru besar, dia tidak terlihat hebat."Perempuan itu berjalan menghampiri Xiao Han, hingga dari arah pintu Liu Yan datang dengan tergesa-gesa.


"Hei, Kim Ryu ! Apa yang kau lakukan dengan sembarang masuk ke kediaman orang lain."


Perempuan bernama Kim Ryu itu berbalik dan menatap Liu Yan sambil tersenyum mengejek."Aku hanya datang untuk mengunjungi murid ku, apakah salah ?"


Liu Yan terdiam, dia menatap Xiao Han yang masih pingsan lalu kembali menatap Kim Ryu."Maksudmu apa ?


Kim Ryu mengangkat kedua bahu sambil berdecak beberapa kali."Apakah masih belum jelas ? Sekarang pemuda itu adalah murid ku."


"Apa !"Liu Yan nampak tidak percaya serta tidak terima."Tidak bisa, akulah yang membawa Xiao Han ke akademi ini,


itu artinya akulah yang pantas menjadi guru baginya !!"


Kim Ryu menarik nafas dan menghela."Lebih baik kau tanyakan sendiri pada guru besar, aku tidak mau kita bertarung hanya karena seorang pemuda tampan."


Liu Yan menunjuk Kim Ryu."Ini semua salah mu ! Meski berkata demikian, sebenarnya kau juga ingin menjadi guru anak itu kan ?!"


Kim Ryu menyentuh hidung Xiao Han lalu berbalik menatap Liu Yan dengan senyuman mengejek."Wanita mana yang tidak mau menjadi orang terdekat pemuda tampan ini, apalagi guru mengatakan di masa mendatang pemuda ini akan memiliki masa depan yang cerah."


Kim Ryu menemplok wajah Xiao Han dengan dadanya yang berukuran ideal."Ayo nak segera bangun,


aku akan membuatmu betah berlatih bersama ku."


Hanya dengan melihat saja Liu Yan tau jika saat ini Kim Ryu sedang mempermainkannya, hingga sekarang membuat Liu Yan merasa panas dingin.


"Kau.."Liu Yan mengepal kuat,


dia kehabisan kata-kata karena ini adalah perintah guru besar.


"Ada apa Liu Yan ? Merasa kesal ??"


Kim Ryu tersenyum licik.


Liu Yan berdecak berkali-kali, iapun berbalik lalu melirik kebelakang."Sebaiknya kau ada di sana, karena aku tidak akan membiarkan mu mendapatkan Xiao Han."


Setelah mengatakan itu Liu Yan pergi, sementara Kim Ryu yang peka langsung berlari menyusul karena tau Liu Yan akan pergi menemui guru besar.


Setelah pintu kamar tertutup,


Xiao Han perlahan membuka mata,


sebenarnya ia sudah sadar beberapa jam yang lalu namun menolak untuk membuka mata karena ada Kim Ryu dan Liu Yan, apalagi sepertinya kedua gadis itu tidak terlalu akrab.


Xiao Han duduk di atas kasur, ia sesekali memegangi kepala yang terasa sakit.


"Ku kira mereka akan bertengkar.


Kenapa aku selalu di kelilingi oleh perempuan yang suka mencari masalah. Apakah ini sebuah karma ?"


Xiao Han menoleh ke arah pintu,


terbesit di pikirannya untuk melihat-lihat, iapun beranjak dari kasur dan berjalan menuju pintu kamar.


Setelah keluar dari kamar Xiao Han berada di ruang tamu, iapun berjalan lagi menuju ke sebuah pintu dan membukanya untuk keluar.


Begitu berada di luar, Xiao Han terkejut karena sore hari keadaan akademi menjadi sedikit ramai karena terlihat ada banyak perempuan yang berlalu lalang.


"Tunggu-tunggu,


"Sepertinya tidak sesuatu yang bagus berlama-lama di sini, aku harus mencari teman untuk di tanyakan."


Gumam Xiao Han sambil melihat-lihat keadaan sekitar yang terdapat banyak rumah sederhana.


Rumah-rumah itu ibaratkan sebuah asrama untuk murid-murid,


tidak heran ada banyak rumah karena ada banyak murid yang tidak mungkin tinggal bersama di satu atap.


Setelah mengambil nafas Xiao Han melangkah maju, iapun segera menjadi bahan perhatian banyak perempuan yang berada di sana.


Xiao Han di tatap oleh mereka seakan mereka tidak pernah melihat laki-laki, bahkan mata gadis-gadis itu


lincah menatap tubuh Xiao Han seperti sekelompok heina kelaparan.


Xiao Han mempercepat langkah ketika beberapa gadis mulai berjalan mendekat karena penasaran, hingga tiba-tiba karena panik Xiao Han tidak sengaja menabrak seorang perempuan sampai terjatuh.


"Maaf, aku tidak sengaja."Xiao Han mengulurkan tangan untuk membantu gadis yang ia tabrak.


Gadis itu segera berdiri tanpa menghiraukan bantuan Xiao Han,


karena kesal ia malah menatap tajam Xiao Han lalu berjalan pergi.


"Apakah aku sangat salah ?


Dasar wanita aneh,"Gumam Xiao Han ketus, lalu berjalan pergi meninggalkan tempat itu sebelum masalah yang tidak penting bermunculan.


Saat sedang berjalan-jalan Xiao Han melihat seorang pemuda tengah duduk di bawah pohon di depan, karena ada yang ingin di tanyakan, Xiao Han berjalan menghampiri pria tersebut.


Sesampainya di sana Xiao Han segera mengulurkan tangan."Saudara, di mana kawasan laki-laki ?"


Orang itu mengangkat wajah lalu menjabat tangan Xiao Han beberapa saat lalu menunjuk ke arah kiri.


Xiao Han melirik ke arah yang di tunjuk lalu kembali menatap pria di hadapannya."Terimakasi saudara karena sudah mau membantu."


Setelah berterimakasih Xiao Han segera berjalan melewati jembatan kayu kecil yang terbentuk karena adanya aliran sungai yang lumayan lebar.


Pria sebelumnya menatap heran


Xiao Han yang berjalan pergi, iapun membuka penutup wajahnya dan ternyata dia adalah perempuan.


"Anak yang lucu, sepertinya dia murid baru di akademi ini."


Gadis itu menatap ke arah Xiao Han lalu merasa malu sendiri ketika melihat wajah Xiao Han dari dekat.


Ketika sudah melewati jembatan,


Xiao Han sampai di sebuah kawasan rumah kecil dan tidak sebagus rumah saat dia melewati kawasan perempuan.


"Apakah ini kawasan laki-laki ?"


Xiao Han tersenyum canggung melihat keadaan rumah kawasan laki-laki."Ternyata orang-orang di sini sangat pilih kasih."


Setelah berjalan sebentar Xiao Han mulai dapat melihat teman laki-laki, namun kebanyakan mereka sudah menggunakan penutup wajah berwarna hitam yang menandakan jika mereka berada di tingkat ninja shadow.


Saat melihat Xiao Han mereka segera berlari menuju ke arahnya, karena sempat melihat Xiao Han melewati kawasan perempuan.


Beberapa orang mengelilingi Xiao Han dan nampak khawatir, sebab tidak ada orang yang selamat jika sudah melewati kawasan perempuan.


"Teman, aku tau kamu adalah murid baru, apakah kamu baik-baik saja ?"Salah seorang bertanya karena khawatir.


Xiao Han mengagguk."Ya aku tidak apa-apa."


Beberapa orang tersebut saling bertatapan dan nampak sangat terkejut.


"Benarkan ! Sudah ku duga jika semua wanita baik kepada orang ini karena dia tampan. Padahal kita tidak buruk-buruk amat."Kata seseorang dengan depresi.


Seorang lagi pria memegang kepala karena pusing."Sudahlah, kita adalah teman. Sekarang kami akan mengantar mu menuju ke rumah."