
Beberapa hari kemudian Xiao Han terlihat masih duduk di pinggir sungai,
dirinya tidak tidur dan tidak makan selama berhari-hari.
Pikirannya masih tidak sanggup merelakan kematian Qian Yu,
bahkan sampai saat ini Xiao Han berpikir bahwa Qian Yu masih hidup sehingga dirinya memutuskan untuk menunggu gadis itu di sini.
Entah apa yang di pikirkan Xiao Han saat itu namun yang pasti dirinya benar-benar sudah hancur.
Xiao Han menatap sayu katana yang tergeletak di samping, lalu di pikirannya terbias ingatan dimana saat pertama kali Qian Yu menemukan pedang tersebut.
"Adik Yu, aku tau kamu pasti sedih dan tidak menginginkan aku yang seperti ini, namun..Aku sungguh tidak sanggup."
Xiao Han meraih pedang katana lalu melihat pantulan bayangannya pada pedang putih tersebut.
Xiao Han hendak menghunus jantungnya sendiri dengan pedang itu namun ia merasakan sesuatu memegang bahunya, sehingga Xiao Han berhenti melakukan aksinya dan menoleh kebelakang.
Tidak ada siapapun di sana,
namun Xiao Han tau bahwa Qian Yu menepati janjinya untuk tetap berada dekat dengan Xiao Han.
Senyuman kecil menghiasi wajah Xiao Han saat angin menerpa wajahnya, samar-samar ia dapat bayangkan Qian Yu memegang wajahnya dan menatapnya sambil tersenyum.
"Terimakasih Qian Yu, kamu sekali lagi sudah menyelamatkan ku dari keterpurukan. Aku akan membuat mu hidup kembali, setelah itu kita kembali bersama selamanya."
Xiao Han bangkit berdiri, iapun berjalan pergi ke hutan membawa pedang katana bersamanya.
Sesampainya di tanah lapang yang menjadi tempatnya berlatih,
Xiao Han segera meletakan katana pada pohon di samping lalu mengeluarkan kitab iblis dan melihatnya.
"Akan ku pastikan tahap pertama mata iblis dapat di kuasai selama beberapa tahun ke depan."
Xiao Han melepas bajunya,
iapun melakukan gerakan pemanasan seperti pus up,shit up,lari di tempat dan lain sebagainya selama hampir dua jam tanpa berhenti.
Lalu di sore hari Xiao Han pergi ke hutan untuk berburu, banyak hewan buas yang sempat bertarung dan melukai tubuh
Xiao Han namun hasil dari latihan otodidak itu berhasil di lakukan dengan sempurna oleh Xiao Han.
Sedikit demi sedikit stamina dan ketahanan tubuh Xiao Han meningkat, perlahan tubuhnya juga mulai berisi tidak kerempeng seperti dulu.
Di pagi hari Xiao Han kembali bereksperimen dengan tanaman obat ginseng air, meskipun hasilnya gagal tetapi hal itu menjadi catatan tersendiri bagi Xiao Han.
Setelah bereksperimen Xiao Han makan-makan yang cukup lalu kembali berlatih, ia tidak pernah tidak berhenti berlatih setiap harinya.
Di tengah-tengah pelatihan otodidak, Xiao Han selalu mencoba memecahkan masalah mengenai dua buah fakta berupa angin dan pengelihatan.
Tetapi dua buah fakta itu teramat sulit untuk di pecahkan, sehingga butuh waktu yang mungkin akan lama bagi Xiao Han untuk melatih mata iblis.
Di siang hari Xiao Han akan berendam di sungai, lalu di lanjutkan dengan pelatihan tahap kedua berupa lari panjang menyusuri hutan.
Lari dapat memperluas paru-paru, sehingga Xiao Han tidak akan mudah kehilangan nafas jika saja dirinya di hadapkan dengan pertarungan.
Di sore hari Xiao Han selalu pergi ke pohon yang di ukir namanya dan nama Qian Yu, pohon itu di beri nama sama seperti Qian Yu.
Setiap setelah berlatih, Xiao Han selalu menyempatkan diri untuk pergi ke pohon tersebut sekedar untuk melepas penat.
Rambut Xiao Han selalu pendek karena ribet jika panjang, hal itu juga di sengaja agar tidak mengganggu pelatihan.
Pelatihan masih sama seperti sebelumnya namun kali ini di perpanjang atau di persulit dari sebelumnya.
Setiap lari panjang Xiao Han menggunakan ecense pertamanya berupa rantai, rantai itu di gunakan untuk mengikat sebuah batu seberat 10kg.
Hasilnya tubuh Xiao Han nampak sedikit bagus karena setiap hari selalu berlari dengan menyeret batu, hal yang sama juga berlaku dengan pus up dan pelatihan lain sebagainya.
Xiao Han juga sudah dapat mengayunkan beberapa kali katana tanpa kesulitan, namun dirinya masih terlalu lemah untuk menggunakan senjata itu lebih dari lima gerakan.
Kali ini setiap satu bulan sekali,
Xiao Han mencari binatang buas untuk di ajak gelut yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana kemampuannya setelah di asah selama satu bulan.
Pertama kali mencoba Xiao Han pulang dengan keadaan babak-belur karena langsung melawan binatang buas yang lebih kuat darinya.
Dari situ Xiao Han belajar untuk bertarung dengan hewan buas dari yang terlemah dan perlahan-lahan naik jika sudah mampu.
Dua tahun kemudian Xiao Han sudah berusia 12 tahun, dia nampak tubuh tinggi dengan tubuh putih serta otot yang enak di pandang.
Pelatihan yang di lakukan juga semakin berat, setiap sore hari dia selalu berlari dari rumah lalu mendaki gunung belakang desa dengan menyeret sebuah batu seberat 100Kg.
Xiao Han juga melakukan pelatihan intensif setiap pagi dengan pus up 500 kali shit up 500 kali, kemampuan Xiao'Han dalam menyempurnakan teknik tebasan sembilan penjuru akhirnya berhasil.
Dirinya dengan mudah telah dapat memainkan katana, sehingga teknik tebasan sembilan penjuru berhasil di sempurnakan dengan baik.
Dengan kemampuan baru nya,
Xiao Han dapat mengalahkan hewan buas dengan mudah bahkan sudah mampu membunuh raja hutan sekaligus dengan kroco-kroco nya.
Hingga di bulan yang bertepatan dengan dirinya memasuki umur 13 tahun,
Xiao Han nampak berdiri di tengah hutan berhadapan dengan seekor hewan spirit awal berupa ular kabut.
Hewan spirit satu ini sangat unik karena dapat mengeluarkan kabut dari tubuhnya, sehingga butuh waktu lama bagi Xiao Han sebelum akhirnya berhasil membunuh hewan spirit pertamanya.
Saat tengah duduk bersila di depan mayat hewan spirit ular kabut, Xiao Han terkejut begitu sebuah cahaya merah muncul di dada bagian kirinya.
Tiba-tiba cahaya itu mengeluarkan sebuah pedang panjang berwarna merah,
Xiao Han terdiam dan terkejut karena baru tau selama ini dirinya memiliki tiga ecense spirit sekaligus.
"Hei bodoh, apa yang kau tunggu ? Cepat hisap lingkaran spirit itu untuk ku !!"
Xiao Han terkejut setengah mati melihat pedang merah yang mengambang di hadapannya dapat berbicara.
"Jangan terkejut seperti itu, sekarang lakukan apa yang aku perintahkan budak !!"
Xiao Han mengangkat sebelah alis."Siapa yang kau bilang budak huu ?
"Tentu saja kau ! Kau adalah budak ku, aku akan memberikanmu kekuatan yang besar asalkan kamu memberikan aku lingkaran spirit."
"Kamu sombong sekali, memangnya siapa kamu bagi ku ??"
"Jangan bersikap kurang ajar di depan raja ecense spirit seperti ku ! Akulah yang menyelamatkan mu yang sedang sekarat beberapa tahun lalu."