
Pagi hari-pun tiba, matahari mulai terbit dari ufuk timur memancarkan cahayanya yang hangat dan cemerlang.
Cahaya matahari yang menyilaukan menerobos masuk melewati celah lobang kecil dari atap gubuk Xiao Han.
Xiao Han yang di kala itu sedang tertidur lelap di atas tembikar sederhana terganggu dengan adanya cahaya hangat yang menyentuh wajahnya.
Perlahan pupil mata Xiao Han bergerak hingga akhirnya ia membuka mata, tatapan Xiao Han terlihat sayu karena memang baru bangun.
Xiao Han mengubah posisinya dengan duduk sambil sesekali menguap seraya menggaruk kepala.
Xiao Han terbangun dengan membawa rasa sedikit aneh semenjak ia meminum ramuan buatannya sendiri,
Xiao Han tidak yakin apa yang dirasakannya namun ia sendiri tau ada yang salah dengan tubuhnya.
"Ugh, Sial.. Perasaan tidak aneh seperti apa ini ?"Xiao Han melirik ke arah mangkuk keramik yang tergeletak di samping tungku.
"Kurasa ada yang aneh dengan tubuhku setelah meminum ramuan berwana biru kemarin malam."
Dengan perasaan masih malas bergerak, Xiao Han berjalan menghampiri mangkuk keramik yang kemarin di gunakan untuk tempat minum air rebusan ginseng air usia muda.
"Uji coba pertama gagal, merebus ginseng air sampai membuat larut daun serta batangnya bukanlah hal yang benar.
Xiao Han mengusap dagu memandangi ginseng air usia muda yang masih tersisa sembilan biji.
"Mungkin nanti aku akan mencobanya lagi. Lain kali aku akan merebus ginseng air tidak lebih lama dari sebelumnya."
Di tengah-tengah ekspedisinya mencari kesalahan dalam membuat ramuan,
Xiao Han di ganggu oleh suara perutnya yang minta di isi.
Karena harus memberikan kebutuhan tubuh terutama perutnya, Xiao Han mengambil kapak yang tergeletak di lantai lalu berjalan keluar gubuk.
Perjalanan Xiao Han lanjutkan dengan berjalan kaki menuju ke arah hutan, karena kali ini ia bosan memakan ikan dan ingin mencoba untuk berburu.
Xiao Han berpikir untuk memburu ayam hutan karena sudah lama sejak terakhir kali perutnya merasakan lezatnya daging ayam hutan.
Untuk menangkap atau memburu ayam hutan bukanlah perkara mudah, apalagi Xiao Han harus berjalan memasuki kedalaman hutan sehingga besar kemungkinan bertemu hewan buas.
Di tengah-tengah perjalanan Xiao Han di kagetkan dengan suara langkah kaki dari arah belakang. Xiao Han berbalik dan menemukan Qian Yu sedang tersenyum menatapnya.
"Adik Yu, pagi-pagi sekali kamu datang, apa yang kamu lakukan disini ?"
Qian Yu melipat tangan di depan dada."Hmph ! Cara bicara Han'gege terdengar seperti tidak menyukai kedatangan ku."
Sikap Qian Yu membuat Xiao Han tersenyum masam melihatnya.
"Bukan begitu maksudku, hanya saja tidak aman bagimu pergi ke hutan sendirian."
"Aku tidak sedang sendirian."
Xiao Han menjadi bingung."Maksud mu ?
Qian Yu menghentak kaki dan nampak kesal karena Xiao Han sangat tidak mengerti situasi.
"Bukankah kita berdua di sini, bukan sendiri-sendiri. Aku datang sepagi ini untuk bermain denganmu, jadi apa yang akan kita lakukan ?"
Xiao Han melipat tangan di depan dada."Sejujurnya aku berencana memburu ayam hutan, jalur yang bisa di lalui ayam hutan berada jauh di depan sana.
Akan sangat bahaya bagi mu jika ikut bersama ku, sebab semakin masuk ke dalam hutan besar kemungkinan kita bertemu dengan hewan buas."
Mendengar perkataan Xiao Han membuat wajah Qian Yu cemberut."Jadi Han'gege mengusir ku ?"
"Jangan menyimpulkan sesuatu seenaknya 💢 aku hanya sedang mengkhawatirkan mu."
Xiao Han terdiam dengan wajah ikut merona karena sepertinya Qian Yu salah mengartikan perkataannya.
"Ka-Kamu salah menafsirkan perkataanku, maksud ku kamu harus pulang dan bermain dengan siapapun yang bisa kamu ajak bermain."
"Tidak ada anak di desa yang ingin ku ajak bermain, karena mereka semua suka menyiksa binatang ternak."
Xiao Han jadi tambah bingung.
"Lalu apa yang harus aku lakukan ?
Tidak mungkin aku nekat mengajak mu masuk hutan, jika terjadi sesuatu padamu maka nyawaku taruhannya."
Qian Yu melancarkan serangan berupa tatapan memikat, sehingga membuat Xiao Han salah tingkah di buatnya.
"Han'gege ajak aku ya..Aku jadi tidak akan mempersulit mu."Qian Yu dengan iseng mengedipkan mata, membuat wajah Xiao Han merona melihatnya.
Karena malu Xiao Han buru-buru memalingkan wajah, iapun berjalan pelan meninggalkan Qian Yu.
"Seterah kamu saja, jika terjadi apa-apa kepadamu. Aku tidak akan ikut campur."Telinga Xiao Han nampak memerah karena menahan malu
Qian Yu menjadi sangat senang karena mendapat ijin dari Xiao Han, Kesenangan Qian Yu bertambah berkali-kali lipat sebab berhasil melihat reaksi lucu Xiao Han saat sedang malu.
Qian Yu berlari pelan menghampiri Xiao Han yang sudah berjarak beberapa meter di depan.
"Han'gege tunggu aku.."
"Bisa tidak kamu mengubah nada bicaramu ? Aku lebih suka cara bicaramu yang kemarin."Kata Xiao Han dengan telinga merona.
Qian Yu tersenyum kecil saat sadar mengapa Xiao Han tidak suka dirinya bicara dengan nada imut."Ternyata Han'gege sangat polos."
Xiao Han tidak dapat menyangkal tebakan Qian Yu karena memang benar. Merekapun berjalan bersama memasuki hutan melalui sebuah jalan kecil sambil berbicara tentang banyak hal.
"Han'gege, bukankah kamu bercita-cita menjadi spirit master ? Lalu ecense spirit seperti apa yang kamu harapkan ??"
Xiao Han terdiam sementara sambil memperhatikan Qian Yu di samping, beberapa saat kemudian ia kembali menatap jalan di depan.
"Sebuah senjata yang memiliki kemampuan sangat kuat."Kata Xiao Han singkat.
Qian Yu menatap wajah Xiao Han dari samping."Kamu.. Mengharapkan sesuatu seperti itu karena ingin melindungi ku kan ? karena aku adalah spirit master tipe pendukung."
Lagi-lagi telinga Xiao Han merona, namun dengan sigap Xiao Han mampu mengontrol keadaan.
"Kamu terlalu yakin, aku memilih senjata yang kuat karena ingin melindungi banyak orang."
Qian Yu hampir saja termakan ucapan Xiao Han karena ternyata Xiao Han bisa menutupi rasa malunya.
"Benarkah..? Lalu kenap.."
Perkataan Qian Yu berhenti saat Xiao Han meletakan telunjuknya di bibir Qian Yu.
"Jangan mengeluarkan suara."Ujar Xiao Han dengan nada sangat pelan, seraya menunjuk ke arah utara.
Qian Yu menoleh ke arah yang di tunjuk Xiao Han, ternyata di sana terlihat seekor harimau biasa tengah tertidur pulas di bawah pohon.
Xiao Han menarik telunjuknya ketika Qian Yu mengangguk mengerti.
Xiao Han mengerti keadaan akan sangat berbahaya jika Xiao Han dan Qian Yu membuat suara yang dapat memancing harimau itu bangun. Dengan jalan menjinjit, Xiao Han dan Qian Yu berjalan lurus melewati harimau sebelumnya.
Tidak asa jalan lain karena semuanya adalah hutan rimbun, sehingga pilihan pilihan satu-satunya bagi Xiao Han dan Qian Yu tetap berjalan melewati jalan sebelumnya meski harus berjalan tepat di hadapan harimau yang sedang tertidur.
Saat berada tepat di hadapan sang harimau, Qian Yu kaget dan tidak sengaja menginjak sebuah ranting.