Chasing Happiness

Chasing Happiness
17.Isi hati



Isi dari surat itupun habis, Xiao Han meletakan surat itu kembali ke atas meja dan memberikan penghormatan kepada orang bernama Ling Zhi yang di ceritakan pada surat tersebut.


"Semoga kamu di berikan balasan atas apa yang sudah kamu lakukan."Gumam Xiao Han seraya melipat kedua telapak tangannya.


Lalu tatapan mata Xiao Han tertuju pada lemari tua di samping meja kerja,


iapun membuka lemari itu dan menemukan beberapa pakaian lusuh yang di gunakan oleh Ling Zhi.


'Uhh ? Apakah tidak ada pakaian yang bisa ku gunakan, eh ?? Apa ini."


Xiao Han memilih pakaian yang bisa di gunakan, tapi pakaian yang di gunakan Ling Zhi berukuran pria dewasa,


saat sedang mencari Xiao Han menemukan sebuah kotak hitam di bagian bawah lemari.


Tanpa berpikir panjang Xiao Han mengambil dan membuka kota tersebut, di dalamnya terdapat sebuah pakaian lengan pendek serta celaan panjang ketat berwarna hitam dan emas.


Di rasa pas dengan ukuran tubuhnya,


Xiao Han segera melepaskan pakaian lusuhnya dan menggunakan pakaian yang baru di temuinya.


Setelah di gunakan Xiao Han merasa lebih percaya diri, iapun memperhatikan kondisi tubuhnya dari kaca yang terpampang di bagian tengah lemari.



Note : Di Ch ini kalung tersebut masih belum ada


Xiao Han terdiam melihat bayangannya pada pantulan cermin."Wah..Pantas saja adik Yu menyukai wajah ku, ternyata aku memang tampan."


"Ternyata efek dari air ramuan ginseng air usia muda merubah warna bagian ujung rambut ku, pantas saja ada yang aneh setelah aku bangun pagi ini."


Xiao Han kembali mencari sesuatu di lemari dan tidak menemukan apapun lagi kecuali sekantong kristal bermacam warna di dalamnya.


"Apakah ini adalah barang yang di gunakan oleh orang dulu sebagai jasa pembelian ?"Gumam Xiao Han sambil menimbang-nimbang kantong kristal temuannya.


Perhatian Xiao Han kembali tertuju pada dinding yang berada dekat dengan kasur, dinding itu memiliki sebuah pola seperti mata seseorang.


"Apakah ini dinding yang di katakan cerita sebelumnya, aku hanya perlu menempelkan tangan ku untuk mengambil kitab di dalamnya, namun.. Apakah aku orang baik ?"


Perasaan ragu menyelimuti hati Xiao Han, ia tidak tau dirinya orang baik atau jahat / orang baik yang tersakiti.


Perlahan-lahan Xiao Han mengulurkan tangannya pada segel berbentuk mata di hadapannya, tidak ada sesuatu yang terjadi saat tangan Xiao Han berhasil di letakan pada bagian tengah segel.


"Apakah cerita tadi hanyalah bohongan ? Kenapa tidak terjadi apa-apa setelah aku meletakkan tangan ku di segel ini."


Xiao Han semakin meremehkan kisah yang tadi di baca, namun tiba-tiba dinding di hadapannya bergeser.


Geseran dinding itu memperlihatkan sebuah lobang kecil tepat di bagian tengah segel, di dalamnya terlihat sebuah kotak kayu yang sangat usang bahkan sudah di selimuti debu.


"Apakah ini !


Xiao Han langsung mengambil kotak kayu tersebut dan menemukan sebuah kitab tipis di dalamnya, kitab tersebut paling tidak memiliki satu teknik di setiap lembaran-nya.


Bagian depan kitab tersebut bertuliskan sepuluh cara menjadi pendekar naga iblis. Xiao Han sendiri tidak mengerti mengapa judul kitab itu begitu fanatik.


"Judulnya terlalu kuno dan aneh,


aku akan mengubahnya menjadi kitab iblis."Gumam Xiao Han sambil memperhatikan isi buku di tangannya.


________


Sementara itu di luar goa Qian Yu terlihat semakin khawatir karena Xiao Han sudah pergi selama hampir satu jam.


Qian Yu mondar-mandir di depan mulut goa membayangkan hal buruk yang mungkin saja menimpa Xiao Han,


Qian Yu berdiri melenggang dengan memasang raut kesal."Apa yang kamu temui di dalam sampai aku harus selama ini ?


Tubuh Xiao Han yang tertutup bayangan mulai dapat terlihat kembali begitu dia melangkah keluar dari dalam goa,


tubuh Qian Yu membeku melihat sosok yang ia kenal compang camping berubah menjadi seorang pangeran.


"Ha-Han'gege kamu mendapatkan pakaian itu dari mana ?


Xiao Han menggaruk kepala dan tersenyum canggung kepada Qian Yu.


"Pakaian ini ku temukan di dalam goa, apakah menurutmu bagus ?"


Hidung Qian Yu mengeluarkan sedikit darah saat melihat wajah Xiao Han serta postur tubuhnya yang bagus lengkap dengan pakaian barunya.


"Eh ? Adik Yu, hidung mu mengeluarkan darah ! Apakah kamu baik-baik saja ??"Xiao Han sedikit terkejut melihat darah yang mengalir di hidung Qian Yu.


Qian Yu mengacungkan jempol.


"Kamu tampan sekali, nampak seperti seorang pangeran."


Xiao Han menghela nafas pelan karena takut terjadi sesuatu pada Qian Yu, namun ternyata gadis itu sangat polos dan suka yang berbau tampan.


Xiao Han mengusap darah di hidung Qian Yu dengan tangannya sendiri."Jika aku pangeran, berarti kamu adalah seorang putri yang cantik."


"Eh ?! Adik Yu, kenapa darah mimisan mu semakin banyak."


Qian Yu menarik rambut Xiao Han dengan wajah merona."Ini gara-gara kamu mengucapkan kata yang tidak kamu ketahui artinya seperti apa bagi seorang wanita seperti ku."


"Baik-baik maafkan aku."


Xiao Han mengusap kepalanya,


lalu memberikan lima ekor ayam yang sudah bersih kepada Qian Yu.


Xiao Han tersenyum cerah"Ayo pulang dan makan ayam ini bersama."


Qian Yu terdiam sejenak lalu mengangguk.


Xiao Han dan Qian Yu berjalan pulang bersama, sebelum itu mereka kembali pergi ke pohon sebelumnya untuk mengambil katana yang tertinggal serta mengukir nama keduanya pada batang pohon tersebut.


"Nah, sekarang pohon ini memiliki nama kita berdua."Xiao Han tersenyum puas menatap namanya dan nama Qian Yu yang ada pada batang pohon.


Qian Yu mengangguk pelan."Ya ! Aku sangat senang, tapi apakah kita bisa kembali bermain ke sini ?


Xiao Han mengusap kepala Qian Yu."Tentu saja ! Setiap hari kita akan ke sini untuk bercerita dan bermain."


Setelah Xiao Han dan Qian Yu berpandangan singkat merekapun berjalan pulang bersama,


sepanjang jalan Xiao Han selalu menggenggam telapak tangan Qian Yu dan tidak akan melepaskannya.


Entah mengapa.. Sejak pertama kali bertemu, Qian Yu dan Xiao Han merasa hati mereka menjadi lengkap dan saling melengkapi dengan kehangatan yang selalu keduanya tunjukan.


"Aku tidak tau apa yang aku rasakan kepadanya, namun di dalam hatiku,


aku bersumpah akan melakukan apapun demi tetap bisa bersama dengan Qian Yu...


"Aku Xiao Han ! Akan mempelajari ilmu terlarang untuk melindungi dunia ku (Qian Yu) Di dalam kegelapan hati ku, dia datang dan menemani ku tanpa memperdulikan siapa aku bagi orang-orang...


"Sosok perempuan cantik dan lembut (Qian Yu) Kamu pantas di perjuangkan !