Chasing Happiness

Chasing Happiness
11.Bunga ajaib



Qian Yu tidak dapat berkata-kata,


dirinya hanya dapat melihat Xiao Han berjalan pergi keluar dari goa dan hilang memasuki semak.


Entah mengapa di tinggal oleh Xiao Han membuat hati Qian Yu menjadi kosong, bahkan ia sudah merasa sangat kesepian meski Xiao Han sudah mengatakan akan pergi sebentar.


Untuk menghibur diri sendiri Qian Yu menepuk-nepuk pelan pipinya dengan dua tangan, hal itu ia lakukan gara kembali mendapatkan pikiran yang lebih positif serta ketenangan hati.


"Baik ! Sementara Han'gege pergi,


aku akan melihat-lihat isi goa ini terlebih dahulu."


Qian Yu berdiri lalu berjalan pelan ke arah dalam goa, entah apa yang sedang di cari Qian Yu namun hal ini di lakukannya untuk menghabiskan waktu sebelum Xiao Han Kembali.


Bagian tengah goa terasa biasa-biasa saja, nampak seperti goa biasa pada umumnya.


Keadaan di katakan terasa lembab dan pengap, hanya sedikit udara yang bisa masuk dari celah kecil di beberapa pinggiran goa.


Jalan yang lalu Qian Yu di penuhi oleh kotoran kelelawar dan tanah lembab membuat penciuman Qian Yu terganggu dengan adanya aroma busuk dari tanah basah dan kotoran kelelawar.


Setalah berjalan lumayan lama sampailah Qian Yu pada bagian inti goa,


bagian paling ujung dari goa tersebut.


Qian Yu melihat sebuah batu lempeng berukuran sedang yang biasa di gunakan untuk bertapa, karena sangat penasaran Qian Yu berjalan semakin dekat dengan batu di depan.


Setah di dekati Qian Yu melihat sebilah pedang tergelak di atas batu tersebut, iapun mengambil pedang yang lebih mirip katana tersebut dengan seksama.


"Meski terlihat baru, sebenarnya katana ini sudah tertinggal di tempat ini selama puluhan tahun."Gumam Qian Yu.


Tentunya Qian Yu tidak langsung menebak, ia lebih dulu mengkaji segala sesuatu yang ada di sana hingga pada akhirnya ia menemukan sarung katana yang sudah tidak lagi bisa di pakai.


Sarung tersebut tentunya terbuat dari kayu terbaik, walau begitu puluhan tahun kemudian sarung tersebut berubah menjadi serpihan kayu lapuk.


"Ternyata dugaan ku benar !


Mungkindulu ada-seorang pendekar pergi ke tempat ini dan tidak sengaja meninggalkan senjatanya."


Qian Yu Kembali memperhatikan katana di tangannya, katana itu nampak masih terlihat baru bahkan tidak ada goresan sama sekali.


Jika di ukur panjang katana tersebut mencapai 60-73 Centimeter, dengan bobot hampir mencapai 2Kg karena terbuat dari besi murni dan terbaik.


Qian Yu dapat menenteng katana tersebut dengan mudah karena di bantu oleh ecense spirit nya, sehingga berat dari katana tersebut tidak berarti apa-apa bagi pemikiran Qian Yu.


Saat sedang melihat-lihat katana di tangannya, Qian Yu terkejut karena bahunya di pegang oleh seseorang.


Qian Yu berbalik dan menemukan Xiao Han berdiri menatapnya dengan perasaan cemas terukir jelas di wajahnya.


"Aku menyuruhmu menunggu di depan, lalu kenapa kamu malah pergi ke sini ? Jika terjadi sesuatu kepadamu nyawa ku taruhannya."


"Han'gege katakan saja jika kamu khawatir padaku, tidak perlu mengatakan hal yang sama seperti itu."


Xiao Han tidak menghiraukan perkataan Qian Yu, sebab pasangannya tertuju pada pedang di tangan Qian Yu.


"Dimana kamu mendapatkan pedang itu adik Yu ?"


Qian Yu melirik katana di tangannya beberapa saat, lalu kembali menatap Xiao Han.


"Ini bukan pedang Han'gege, melainkan sebuah katana, aku menemukannya saat sedang melihat-lihat batu di belakang."


Xiao Han melirik batu besar di belakang Qian Yu, lalu kembali menatap gadis tersebut.


"Mungkin benda itu miliki seseorang yang pernah tinggal di sini. Lebih baik pedang itu tinggalkan saja di tempat kamu menemukannya."


Xiao Han menghela nafas karena takut jika masalah akan bertambah, jika katana itu di bawa oleh Qian Yu.


"Jika tidak segera di kembalikan kepada pemiliknya, nanti orang itu akan marah karena barangnya telah di ambil dan menganggap kita sebagai pencurinya."


Qian Yu memajukan bibirnya, nampak tidak mau mendengarkan penjelasan."Memangnya Han'gege tau apa, pedang ini berusia puluhan tahu. Kemungkinan pemiliknya sudah lama mati di suatu tempat."


Xiao Han menggaruk kepala."Ternyata begitu, pantas saja aku tidak mengenali senjata jenis ini."


Qian Yu Kembali memajukan bibirnya seraya berbicara dengan nada ketus.


"Awalnya aku ingin memberikan pedang ini kepada Han'gege, tapi kamu menyuruhku untuk mengembalikannya. Jika itu mau Han'gege, maka aku akan mengembalikan pedang ini."


Xiao Han memang tidak tertarik dengan katana di tangan Qian Yu, sehingga ia tidak terlalu memikirkan apa yang sedang di pikirkan Qian Yu.


Dengan santai Xiao Han berbalik dan berjalan kembali ke arah mulut goa sambil melambai."Jika kamu ingin mengembalikannya silakan saja, toh benda itu bukan milik kita."


Qian Yu menjadi tambah kesal, karena awalnya ingin membuat Xiao Han menyesal akibat tidak mau menerima pedang katana tersebut.


"Ternyata kau sama sekali tidak tertarik dengan pedang katana ini.. Biar saja ! Jika Han'gege tidak mau, aku yang akan menggunakannya."


Xiao Han tetap berjalan meninggalkan Qian Yu meski sedang menahan tawa."Ya.. Silakan saja, tapi berhati-hatilah saat menggunakannya."


Qian Yu menghentak kaki sambil mengembungkan pipi."Hmph ! Dasar Han'gege, padahal kan aku ingin memberikan benda ini kepadanya untuk di jadikan senjata tambahan."


Qian Yu berlari pelan menyusul Xiao Han dengan menenteng sebilah pedang katana yang memiliki panjang hampir sama dengan tubuhnya.


Setelah berada di batu sebelumnya,


Qian Yu terkejut melihat beberapa tanaman yang memiliki bunga cantik berbetuk bundar serta berwarna ungu tergeletak di lantai goa.


Sekilas bunga tersebut sangat mirip dengan bunga matahari, hanya saja bunga ini jauh lebih indah karena berwarna ungu dan bisa menyala di malam hari.


Xiao Han sudah sampai lebih dulu nampak sedang menutup hidung, entah apa yang Xiao Han cium hingga membuat raut wajahnya memburuk.


Karena penasaran bunga jenis apa yang di bawa Xiao Han, Qian Yu pun bertanya kepada Xiao Han.


"Han'gege bunga apa ini ? Kenapa kamu terlihat seperti akan muntah."


Xiao Han buru-buru memperbaiki ekspresinya seakan tidak terjadi apa-apa, iapun mengambil setangkai bunga aneh berwarna ungu tersebut dan memberikannya kepada Qian Yu.


"Gunakanlah bunga ini dengan cara menggoyangnya di atas kepalamu,


jika sudah aku akan menjelaskan bunga apa ini sebenarnya."


Merasa ada yang janggal dengan sikap Xiao Han karena seperti sedang menyembunyikan sesuatu,


Qian Yu pun tidak ada pilihan lain selain mengikuti perkataan Xiao Han.


Seperti yang di katakan Xiao Han,


Qian Yu menggoyang-goyangkan bunga tersebut di atas kepalanya.


Saat bunga itu di goyangkan,


sebuah serbuk berwarna keemasan keluar dan jatuh ke kepala dan seluruh bagian tubuh Qian Yu.


Seketika saat serbuk itu habis, raut wajah Qian Yu berubah semakin memburuk hingga akhirnya mengeluarkan muntahan berwana sensor.


"Sialan kau Xiao Han !