Chasing Happiness

Chasing Happiness
16.Ruangan rahasia



Qian Yu memaksakan diri untuk tersenyum meski merasa khawatir kepada Xiao Han yang ingin masuk sendirian ke dalam goa di depan.


Xiao Han sadar saat ini Qian Yu sedang mengkhawatirkan dirinya, iapun mengusap kepala Qian Yu untuk menghibur gadis tersebut.


"Jangan seperti itu, aku berjanji akan segera kembali."


Qian Yu menatap Xiao Han, kali ini ia tidak dapat untuk tidak merasa cemas."Bagaimana jika di dalam ada sesuatu yang berbahaya ?


Apalagi Han'gege belum memiliki ecense spirit untuk bertahan."


Xiao Han tersenyum."Tenang saja adik Yu.. Meski tidak memiliki ecense spirit aku masih bisa bertahan hidup."


Qian Yu menghela nafas berat.


"Aku tidak bisa menyangkal bahwa kamu memang cerdas dan mampu melewati berbagai macam rintangan,


tapi aku ingin Han'gege tetap berhati-hati dan kembali kepadaku."


"Adik Yu, aku hanya pergi untuk membersihkan ayam-ayam ini. Tidak ada yang harus di takutkan."


"Tetap saja aku merasa khawatir. Yasudah, bergegaslah kembali setelah selesai."


Xiao Han mengangguk lalu berbalik dan berjalan semakin dekat dengan bagian mulut goa di depan serta membawa lima ayam di tangannya.


Bagian mulut goa terlihat rapih serta lantai yang bersih tanpa kotoran kelelawar, Xiao Han bejalan pelan memasuki goa tersebut.


"Kuharap tidak ada sesuatu yang aneh di tempat ini, uhg ! apalagi aku lupa membawa katana sebelumnya yang tertinggal di bawah pohon."


Dengan mengandalkan jiwa dan kepribadian nekat, Xiao Han berjalan semakin memasuki goa tersebut.


Meski sudah di katakan hampir mencapai bagian tengah goa, Xiao Han tidak merasa sesak nafas seperti saat ia dan Qian Yu menyusuri goa sebelumnya.


Mengenai penerangan, Xiao Han masih bisa melihat dengan jelas karena di bantu oleh lubang kecil yang mengantarkan cahaya di bagian langit goa.


Suara gemericik air semakin jelas terdengar, Xiao Han mempercepat langkah hingga mencapai bagian terdalam dari goa tersebut.


Di depan terlihat sebuah kolam yang hampir menutupi seluruh bagian dalam goa tersebut, bahkan Xiao Han sendiri tidak menyangka terdapat ruangan luas pada bagian ujung goa ini.


Tanpa basa-basi Xiao Han berjalan mendekati sumber air tersebut, setelah berada dekat dengan air,


Xiao Han dapat melihat dasar kolam tersebut dengan mudah karena air di dalam kolam sangat jernih.


Xiao Han berjongkok di pinggir kolam dengan mata berkaca-kaca,


terdapat banyak tanaman lotus dan anggrek yang terlihat mengambang di permukaan kolam.


Kesan indah tidak dapat di ungkapkan dengan kata-kata.


"Jernih sekali..Bahkan air di sungai tidak sejernih ini, air ini lebih terlihat seperti kristal yang berkelap-kelip dengan indah."Gumam Xiao Han.


Xiao Han merasa tidak tega harus mencemari air tersebut dengan darah ayam yang ia bawa.


Namun saat satu ayam tidak sengaja jatuh ke dalam kolam, memunculkan fakta bawah air tersebut tidak terkontaminasi sama sekali meski ayam yang terjatuh berlumuran darah.


"Apa ?!..


Xiao Han merasa tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Iapun kembali membersihkan satu ayam, lagi-lagi air itu tidak berubah warna sama sekali setelah Xiao Han mencelupkan ayam tersebut ke dalam kolam.


"Hebat sekali !! Air ini sangat ajaib."Gumam Xiao Han dengan perasaan sangat senang.


Apa yang di dapatkan Xiao Han hari ini benar-benar membuat dirinya puas, dengan semangat iapun membersihkan semua ayam yang ia bawa.


Setelah semua ayam bersih,


Xiao Han berdiri dan hendak kembali namun kakinya tidak sengaja tergelincir dan membuat tubuhnya terjatuh ke dalam kolam tersebut.


Tubuh Xiao Han seolah sedang melayang-layang di udara namun bedanya sekarang ia ada di dalam air.


Xiao Han membuka mata dan tidak sengaja melihat sesuatu di dasar kolam, rasa penasaran memaksa Xiao Han untuk berenang ke dasar kolam guna memastikan benda apa yang di lihatnya.


tubuh Xiao Han tiba-tiba tertarik ke dasar yang membawanya ke ruangan berbeda dari sebelumnya.


Xiao Han terpelongo seperti orang bodoh setelah tubuhnya kembali ke permukaan kolam, padahal dirinya yakin sebelum ini ia masih berada di dasar kolam.


"Apa yang sebenarnya terjadi ??"


Xiao Han menoleh ke kanan dan kiri,


tidak ada lagi tanaman anggrek seperti yang ia lihat sebelumnya kecuali sebuah ruangan kecil yang nampak berbeda dari sebelumnya.


Perasaan aneh tidak dapat Xiao Han sembunyikan dari raut wajahnya,


iapun kembali mencoba menyelam dan berenang ke dasar kolam.


Lagi-lagi tubuh Xiao Han di tarik ke tempat sebelumnya. Dengan posisi mengambang di permukaan,


Xiao Han terdiam sejenak memikirkan apa yang sudah terjadi.


"Kurasa, besar kemungkinan dasar kolam ini memiliki tempat yang berbeda dengan gravitasi berlawanan.


Dengan kata lain di tempat ku sekarang 'atas adalah bawah' sementara di tempat tadi bawah adalah atas ."


"Terdapat ruangan tersembunyi pada bagian dasar kolam dengan gravitasi terbalik.. Tidak di ragukan lagi ! ada seseorang yang dulu pernah tinggal di tempat seperti sini."


Rasa penasaran membuat Xiao Han ingin mengetahui lebih jauh tentang tempat tersembunyi sebelumnya.


Xiao Han kembali mengambil nafas dan berenang ke dasar kolam, iapun kembali di tarik ke tempat tersembunyi yang berada di dasar kolam.


Xiao Han berenang menepi,


iapun beranjak keluar dari air untuk melihat-lihat tempat tersebut.


Tempat ini berbentuk pentagon yang berdiameter tidak terlalu besar,


bahkan kolam tempat tadi Xiao Han gunakan nampak seperti lobang karang dari tempat ini.


Di tempat ini juga Xiao Han menemukan kasur, meja kerja lengkap dengan lemari yang semuanya nampak kuno.


Tempat tersebut terlihat estetik dan terawat, dapat di pastikan orang yang pernah tinggal di dalam goa menggunakan tempat ini untuk menetap.


Keadaan terasa sangat sepi seperti tidak ada orang sama sekali, Xiao Han berjalan menghampiri meja kerja yang bersampingan dengan lemari.


Di atas meja Xiao Han menemukan sebuah gulungan kertas yang di gunakan orang kuno dulu untuk menulis.


Xiao Han menoleh ke kanan dan kiri, setelah di rasa memang tidak ada orang, iapun mengambil gulungan kertas tersebut.


Setelah gulungan kertas itu di buka, Xiao Han terkejut karena bahasa yang di gunakan oleh orang sebelumnya sedikit kuno namun Xiao Han masih bisa membacanya.


'Tahun 3000, Peperangan antar kubu aliran hitam dan putih semakin menjadi-jadi. Ank kecil dan ibu hamil menjadi korban peperangan, kelaparan serta runtuhnya sebuah kota semakin membuat kehidupan masyarakat tidak berdosa semakin sengsara.


'Di tahun ini juga, dinasti Chong mengirim ku Ling Zhi Pergi ke kota Wuhan untuk menghentikan peperangan di sana. Beberapa tahun setelah kejadian tersebut, aku berhasil memenangkan pertarungan serta membawa lari sebuah kitab tempur dari aliran hitam..


'Bertahun-tahun kemudian, aku di kenal sebagai seorang legenda Ling Zhi dan pergi melanglang buana ke berbagai benua untuk menghentikan peperangan, aku jugalah yang membunuh semua orang dari aliran hitam dan putih untuk memutuskan rantai peperangan antar keduanya...


'Keadaan menjadi semakin rumit, secara tiba-tiba aliran hitam dan putih mengejar ku untuk mengambil kembali kitab yang pernah aku curi sebelumnya..


'Namun aku menolak untuk lari, dengan kekuatan ku aku membantai sebagain dari mereka semua. Hingga mereka hanya tinggal beberapa ratus saja, namun karena saat itu tubuhku terluka sangat parah, akupun terpaksa lari dari kejaran dan menemukan sebuah goa di sebuah dataran indah..


'Saat pertama kali datang, tempat ini terasa sangat asri dan tenang karena memang tidak ada kehidupan sama sekali. Dengan kemampuan ku yang tidak tertandingi, aku membuat ruangan rahasia di bagian bawah goa dengan menggunakan sebuah kolam sebagai pintu yang menghubungkan dunia buatan ku dan dunia asli..


'Selama tinggal di sini aku mempelajari kitab yang sempat ku curi sebelumnya, namun ratusan sampai ribuan tahun, hanya dua halaman dari kitab tersebut yang mampu ku pelajari dengan sempurna..


'Di masa tua ku, aku di temui oleh seorang dewa yang akan mengangkat ku menjadi dewa pula karena tugas ku sudah selesai.. Akupun meninggalkan tempat ini, tempat yang sempurna bagi ku tinggal..


'Selama hidup ku, aku mengakui bahwa kitab yang kucuri sebelumnya adalah kitab tanpa tanding yang sangat melegenda. Bahkan seorang legenda seperti ku hanya mampu menguasai dua halaman dari kitab tersebut, aku tidak dapat membayangkan kekuatan seperti apa yang akan di miliki oleh seseorang setelah berhasil menguasai seluruh halaman dari kitab tersebut..


'Aku Ling Zhi tidak membuang kitab tersebut, melainkan kitab itu aku segel di sebuah dinding di kasurku. Segel itu akan terbuka hanya jika orang berhati suci yang menyentuhnya, namun jika sebaliknya maka segel itu akan membunuh siapa saja yang berani menyentuhnya..