Chasing Happiness

Chasing Happiness
37.Perubahan



Karena Xiao Han baru terbangun saat pajar, malampun tidak bertahan lama dan pagi yang cerah kembali muncul.


Detak jantung Xiao Han berdebar kencang, sekarang dia terlihat terbang menembus awan dengan kecepatan tinggi.


Dari ketinggiannya sekarang Xiao Han dapat melihat aliran sungai sudah kembali normal, namun ia sama sekali tidak menyangka akan tertidur selama berbulan-bulan.


"Peri pedang, apa yang terjadi denganku sampai-sampai tertidur selama ini ?"Tanya Xiao Han dengan raut tidak percaya terukir di wajah.


"Ya..Tubuh mu kesulitan untuk menyelaraskan diri karena dua kepala naga yang dulu kamu bunuh memiliki dua elemen yang bertolak belakang.


Namun sebagai ganti waktu yang hilang, kamu mampu menyalurkan elemen api dan air kemanapun atau senjata apapun yang kamu mau


"Kamu juga memiliki tubuh naga hijau, jika kamu mampu menguasainya, kamu akan memiliki lingkaran tenaga dalam dengan jumlah yang banyak."


Xiao Han hanya dapat terdiam mendengar penjelasan peri pedang, meski mudah untuk di cerna namun sangat susah untuk di percaya.


Tetapi Xiao Han tidak terlalu mementingkan dirinya yang tertidur lama, ia lebih merasa tidak enak hati karena mungkin sudah mengingkari janji yang di buat dengan Liu Yan.


Setelah sampai di dekat kawasan gubuknya, Xiao Han mendarat lalu bergegas ke gubuknya yang nampak tidak berubah sama sekali.


Langkah Xiao Han terhenti ketika jaraknya dan jarak gubuk terpaut lima meter, ia berhenti karena dari dalam gubuk tercium aroma sedap bercampur asap putih.


Xiao Han merasa sedikit janggal dan aneh karena selama ini ia hidup sendiri,


lalu iapun memberanikan diri dan berjalan pelan menuju pintu gubuk.


Setelah berada di ambang pintu,


Xiao Han berdiri mematung melihat seorang perempuan bergaun hitam sedang duduk di depan tungku membakar ikan yang terlihat gosong.


Merasa ada yang melihatnya,


perempuan itu berbalik dan menemukan Xiao Han sedang berdiri mematung di ambang pintu sambil menatapnya.


"Apakah kamu Xiao Han ?"Tanya gadis berrambut hitam panjang yang di kuncir kuda serta berparas cantik itu.


Xiao Han tidak mengenal siapa gadis itu, sehingga ia tetap bersiaga jika saja dia bukanlah perempuan baik-baik.


"Ya, benar, aku adalah Xiao Han. Siapa dan dari mana asal mu, lalu apa yang kamu lakukan di gubuk ku ?"Kata Xiao Han dengan wajah nampak datar tanda dirinya sedang bersiaga.


Wanita itu berdiri dan berjalan menghampiri Xiao Han."Benarkah kamu tidak mengenal ku ? Ya, tidak heran karena dulu kamu hanyalah anak kecil."


Xiao Han menatap wajah gadis cantik di hadapannya dan mencoba untuk mengingat siapa sebenarnya perempuan itu.


"Mungkinkah kamu adalah gadis yang dulu pernah mengajak ku untuk pergi ke akademi scarlet ?"


Perempuan itu mengagguk membenarkan perkataan Xiao Han."Benar, sudah berbulan-bulan aku menunggumu di sini."


Perempuan itu kembali berjalan ke arah tungku, iapun mengambil satu ikan yang hangus karena di bakar dengan temperatur api yang besar.


Xiao Han merasa prihatin dengan Liu Yan, iapun merebut ikan yang hendak di makan gadis itu dan memakannya lebih dulu.


"Rasanya pahit karena kamu memecahkan empedu ikan ini, memangnya di mana teman-teman mu ?"Tanya Xiao Han.


Liu Yan mengangkat kedua bahu."Mereka sudah pergi sejak dua hari kami datang dan tinggal di sini."


Xiao Han menatap tungku, dapat di bayangkan bagaimana keseharian Liu Yan yang tidak bisa memasak.


Liu Yan melipat kedua tangan di depan dada, lalu bersender di ambang pintu."Entahlah aku merasa tidak nyaman karena selalu di perhatikan."


Xiao Han menoleh kebelakang,


dia melihat Liu Yan yang kini sudah nampak berubah menjadi seorang wanita dewasa bertubuh bagus.


"Ya, tidak heran mengapa laki-laki selalu menatap mu, aku saja juga terkejut dengan perubahan mu."


Xiao Han Kembali menatap tungku, karena masih ada ikan segar yang tersisa, iapun membakarnya hitung-hitung sebagai permintaan maaf karena sudah pergi dan membuat Liu Yan menunggu lumayan lama.


"Maksudmu aku terlihat seperti perempuan aneh atau malah terlihat semakin cantik ?"Tanya Liu Yan iseng.


"Kamu salah, awalnya aku mengira kamu adalah bibi-bibi desa yang mengobrak-abrik gubuk ku."Kata Xiao Han dengan datar.


"Memangnya aku sudah terlihat seperti itu ? Padahal sekarang aku masih berusia 29 tahun. Lagian, kenapa sifat datar mu masih ada sampai sekarang."Kata Liu Yan.


"Sifat seperti ini di butuhkan untuk menghadapi kaum-kaum tertentu."Kata Xiao Han.


Setelah beberapa saat ikan yang di bakar Xiao Han matang dengan sempurna, iapun mengambil dua ikan lalu berjalan menghampiri Liu Yan dan memberikan satu kepadanya.


Liu Yan menerima ikan pemberian Xiao Han lalu mencicipinya."Ikan ini terasa enak, kamu pintar memasak. Ngomong-ngomong besok kita akan segera kembali ke akademi scarlet sesuai dengan janji mu."


Xiao Han berjalan ke arah tembikar dan duduk di sana."Beri aku waktu beberapa hari, aku harus menyempurnakan salah satu teknik ku."


Liu Yan menatap Xiao Han sebentar lalu menghela nafas."Jangan sampai lewat satu minggu, ah, dan satu hal, sekarang kamu berada di Lv apa ?"


Xiao Han menggeleng."Aku tidak tau, bagaimana denganmu ?"


Liu Yan berdiri tegak lalu dari bawah kakinya naik empat buah cincin roh dari usia 100.000 tahun sampai yang paling tinggi berusia 1.000.0000 satu juta tahun.


"Aku spirit master Lv 65 tingkat emperor."Kata Liu Yan, lalu kembali menatap Xiao Han."Bagaimana dengan mu ?"


Xiao Han berdiri, sebenarnya dia tidak tau bagaimana cara memperlihatkan lv


tetapi peri pedang menyuruhnya untuk tetap percaya diri.


Dari bawah kaki Xiao Qing naik empat cincin roh, dua di antaranya adalah cincin berusia 10.000 tahun dan dua lagi di antaranya 100.000 tahun.


"Tidak buruk, di usia mu yang sekarang, kamu sudah berada di Lv 40 spirit master tingkat tiga."Kata Liu Yan dengan raut sedikit terkejut di wajah.


"Memangnya sekarang kamu sudah berumur beberapa ? 20 atau 25 tahun ??"Tanya Liu Yan dengan penasaran.


Xiao Han tersenyum kecil."Ternyata setelah beberapa tahun ini sifat bodoh mu masih tetap ada, jika di hitung sekarang aku hampir berumur 15 tahun."


Liu Yan tersedak nafas sendiri."Kamu bercandakan ?! Awalnya aku mengira umur kita tidak jauh berbeda, ternyata kamu masih begitu muda, hanya saja tubuh mu nampak tidak logis.


"Maksudmu ?"Tanya Xiao Han dengan bingung.


"Sebaiknya kamu lihat sendiri."Liu Yan mengeluarkan ecense spiritnya berupa kaca, lalu dia mengontrol kaca bening itu menghadap Xiao Han.



"Wah..Ternyata tubuh ku sudah seperti ini, kurasa aku membutuhkan topeng untuk menutupi wajah."