
Karena menunggu sudah sangat lama akhirnya Liu Yan lelah dan memaksa untuk melihat Xiao Han.
Sesampainya di sana dia melihat Xiao Han tengah tertawa sendiri sambil berbicara dengan batu nisan.
Meski hanya batu nisan,
senyuman yang Xiao Han perlihatkan sungguh seperti saat dia berhadapan dengan Qian Yu.
Liu Yan sendiri merasa sedikit tersingkir oleh sebuah batu nisan, dia tau betul
Xiao Han sangat mencintai Qian Yu namun sepertinya dia juga menyukai pemuda itu dan berencana untuk tidak mengalah.
"Hei gil4, apakah kamu ingin selamanya di sana ? Ayo kemari dan pergi bersama ku."
Xiao Han sedikit melirik kebelakang, lalu kembali menatap nisan Qian Yu dan mengucapkan salam perpisahan kepadanya.
Setelah selesai Xiao Han berdiri dan berjalan pergi melewati Liu Yan begitu saja tanpa melirik ke arahnya, sementara itu Liu Yan hanya merasa sedikit kesal lalu berjalan menyusul Xiao Han.
Begitu sampai di halaman depan di sana Xiao Han sudah di sambut oleh ayah dan ibu Qian Yu, mereka mengantarkan kepergian Xiao Han sampai gerbang keluar desa.
Xiao Han mengucapkan terimakasih dan salam perpisahan kepada kedua ortua Qian Yu, setelahnya dia pergi meninggalkan desa menggunakan satu kuda bersama dengan Liu Yan.
Xiao Han menoleh kebelakang,
melihat desa tempatnya tinggal mulai sulit untuk di lihat mengingat cepatnya gerakan kuda Liu Yan.
"Jangan sedih, setahun sekali akademi akan memulangkan setiap anggota mereka, sehingga kamu bebas untuk pulang.. Tentunya dalam kurung waktu yang cukup terbatas."
Xiao Han yang berposisi di belakang hanya diam, dia menatap jalan di depan dan tau jika jalur ini mengarah langsung ke kota Han.
"Di mana letak akademi scarlet ? Dan seberapa lama untuk sampai ??"
"Akademi scarlet terletak di bagian utara benua kintan, area yang di kenal sebagai dunia ninja scarlet pantom. Paling tidak kita harus melewati tiga kota besar untuk bisa sampai di sana, jarak yang di tempuh mungkin membutuhkan waktu selama lima hari."
Xiao Han menghela nafas namun suaranya tidak sengaja di dengar oleh
Liu Yan yang sedang fokus mengendarai kuda.
"Ada apa bocah ? Apakah kamu malu karena lima hari kedepannya akan
terus bersama dengan perempuan cantik seperti ku,"Liu Yan tertawa percaya diri."Jangan sungkan, kamu beruntung karena bisa bersama dengan ku."
Xiao Han tersenyum santai."Huu ? Kurasa tidak, aku merasa tertekan karena selama lima hari ke depan aku terjebak bersama dengan wanita tua."
Liu Yan melirik ke belakang dengan pandangan membunuh."Meski begitu aku masih perw4n dan sangat cantik, sepertinya kamu tidak tau bagaimana rasanya bermalam bersama dengan wanita dewasa seperti ku."
"Apakah itu tawaran ? Jika iya aku akan menolak karena aku memiliki cukup uang untuk mencari pel4cur jika aku berminat, lagian aku bisa mencari penginapan dan pergi ke akademi sendiri."
Liu Yan tersenyum dan sedikit menggeleng."Tidak bisa kamu harus tetap bersama ku, kamu tidak memiliki ijin resmi untuk masuk ke kawasan akademi."
Xiao Han tersenyum penuh siasat.
"Itu artinya akademi kalian suka mencari anggota secara paksa, bukankah itu sebuah pelanggaran ?"
Liu Yan menghela nafas,"Aku menyerah dan tidak tahan berdebat dengan mu."
Setelah Liu Yan mengaku kalah berdebat keadaan menjadi sedikit sunyi untuk sementara waktu, apalagi Xiao Han adalah tipe orang yang tidak terlalu
Saat malam tiba sampailah Xiao Han dan Liu Yan di kota Han. Liu Yan mengendarai kuda sedikit lambat menuju gerbang di depan, gerbang kota itu terlihat di jaga oleh beberapa penjaga, ketika Liu Yan mendekat, beberapa dari mereka segera menghentikan kudanya.
"Tunjukan plakat pengenal lalu beri tahu kami apa saja yang kamu bawa."Kata salah satu penjaga.
Liu Yan memperlihatkan sebuah plakat hitam kepada penjaga itu."Aku hanya membawa adik ku, sekarang menyingkir dari jalan ku."
Beberapa penjaga yang menghadang kuda Liu Yan ketakutan ketika melihat tatapan membunuh di kedua mata gadis itu, mereka buru-buru membuka gerbang dan menunduk ketika Liu Yan melewati mereka.
Ketika sudah berada di dalam kota Han Liu Yan segera mencari penginapan. Sebenarnya dia bisa saja bergerak malam ini namun kuda membutuhkan makan dan istirahat, sehingga tidak ada pilihan lain kecuali menginap sementara waktu di kota Han.
Setelah mencari-cari akhirnya Liu Yan menemukan sebuah penginapan mewah, penginapan itu terlihat memliki tiga lantai dan di penuhi oleh banyak orang di masing-masing lantainya.
Ketika berada di depan penginapan, seorang pria buncit paruh baya menyuguhkan senyuman terbaiknya ketika melihat kedatangan Xiao Han dan Liu Yan yang terlihat berpenampilan seperti orang kaya.
Liu Yan turun dari kuda begitu juga dengan Xiao Han, mereka langsung di sambut ramah oleh pria buncit pemilik penginapan.
"Selamat datang, apa kalian datang untuk makan atau menginap ?"Pria buncit itu tersenyum selebar mungkin.
"Ya, kami pesan satu kamar terbaik dan makanan hangat."Kata Liu Yan dengan sedikit anggukan.
Tatapan pria buncit itu tertuju pada Xiao Han yang berdiri di samping Liu Yan, seketika senyuman lebar terukir di wajah pria tersebut.
"Apakah kalian berdua pasangan ?"
Xiao Han menggeleng."Tidak, dia hanyalah pembantu ku."
"Ah, begitu, sebenarnya penginapan ku sedang dalam masa promo.
Harga tidak akan sampai setengah untuk satu pasangan."Jelas pria itu dengan senyuman sedikit luntur.
Seketika mata Liu Yan melebar ketika telinganya mendengar potongan harga,
ia segera memeluk lengan Xiao Han hingga nyaris di pukul oleh pemuda itu.
"Tenanglah dasar bodoh, berkerja samalah dengan ku kali ini, kau taukan jarang-jarang kita mendapatkan potongan harga seperti ini."Bisik Liu Yan,
sementara itu pria buncit pemilik penginapan hanya tersenyum canggung melihat tingkahnya.
Setelah di ancam tidak akan di beri makan, akhirnya mau tidak mau Xiao Han menuruti perkataan Liu Yan namun dia tidak mau ambil tugas dan ingin diam saja dalam rencananya.
"Jadi bagaimana, apakah kalian berdua pasangan ?"Tanya pria buncit itu dengan senyuman canggung di wajah.
"Ya, kami adalah pasangan."Liu Yan tersenyum sambil memeluk sebelah tangan Xiao Han, sementara Xiao Han terlihat diam saja seperti patung tidak bernyawa.
Pemilik penginapan terlihat sedikit ragu karena dari tadi Xiao Han hanya diam saja, bahkan terkesan menakutkan karena berwajah datar meski sebenarnya sangat tampan.
Sadar potongan harga yang akan di dapatkannya sedang terancam karena pemilik penginapan itu mulai tidak percaya. Liu Yan diam-diam langsung mencubit pinggang Xiao Han dan mengancam akan membunuhnya jika tidak bicara.
Dengan terpaksa Xiao Han tersenyum hingga senyumannya terkesan aneh karena tidak ikhlas.
"Ya, yang di katakan betina ini benar."Kata Xiao Han dengan nada sedikit kesal.
Pemilik penginapan itu langsung percaya, iapun memanggil dua orang pelayan laki-laki. Satu pelayan di perintahkan untuk mengurus kuda Liu Yan, sementara satunya di tugaskan untuk mengantar
Liu Yan dan Xiao Han menuju kamar spesial untuk pasangan.