
Xiao Han segera berlari ke tepi sungai untuk meletakan ikan hasil buruannya.
Senyum puas terukir jelas pada wajah Xiao Han karena hari ini berhasil menangkap ikan berukuran besar sehingga bisa berbagi dengan gadis yang baru di temui nya.
Menggunakan sebuah batu lempeng, Xiao Han menyayat perut ikan itu dan membersihkannya sampai benar-benar bersih.
Dengan keadaan basa kuyup Xiao Han berjalan kembali ke bawah pohon dengan membawa dua buah batu pemantik,
serta dengan tombak dan ikan buruannya yang sudah bersih.
Xiao Han meletakan alat-alat perkakas seperti batu pemantik dan bambu runcing ke tempat perkakas lain.
Begitu selesai meletakan kembali semua perkakasnya di satu tempat, Xiao Han berjalan menuju semak dan kembali dengan membawa sebuah daun lebar.
Xiao Han meletakan ikan yang sudah di bersihkan sebelumnya di atas daun lebar, sehingga tanah tidak mengotori ikan tersebut.
Setelah semua persediaan sudah siap, Xiao Han mengumpulkan banyak ranting dan daun kering lalu membakarnya menggunakan batu pemantik.
"Aku ingin membantu, katakan kepadaku apa yang harus kulakukan."gadis merasa bersalah karena hanya diam melihat Xiao'Han berkerja sendiri.
Xiao Han tersenyum manis."Kamu tidak perlu membantuku, sudah seharusnya aku menjamu tamu."
Gadis itu terdiam sedikit lebih lama, ternyata Xiao Han memiliki wajah yang lumayan tampan jika saja dia mandi dengan bersih.
Xiao Han menusuk ikan buruannya menggunakan ranting panjang yang sudah di bersihkan lebih dulu,
Xiao Han menancapkan bagian belakang ranting itu cukup jauh dengan api unggun agar tidak terbakar.
"Semuanya sudah selesai, kita hanya perlu menunggu ikan ini masak dengan sempurna."Kata Xiao Han.
Xiao Han pergi lagi menuju ke sungai untuk menunggu ikan yang di bakar masak dengan sempurna, sementara gadis kecil sebelumnya nampak ingin bermain air seperti Xiao Han.
"Aku membawa pakaian ganti, sepertinya tidak masalah jika aku ikut bermain air bersamanya."Gumam gadis itu.
Gadis itu berlari menyusul Xiao Han yang berjalan kembali menuju sungai,
naas kaki gadis itu menginjak gaunnya sendiri hingga hampir saja terjatuh jika Xiao Han tidak cepat bereaksi dengan menopang tubuhnya.
"Tempat ini di penuhi oleh bebatuan tajam, jadi berhati-hatilah dalam melangkah."Kata Xiao Han.
Gadis itu terkejut karena tubuhnya sembarang di sentuh oleh Xiao Han meski hanya bagian tangan dan dan pinggul, sebab tadi Xiao Han juga kaget sehingga tidak sadar apa yang di sentuhnya.
Sontak gadis itu mendorong Xiao Han hingga membuat Xiao Han terjatuh ke dalam air, sementara pakaian gadis itu basah akibat cipratan air.
"Maafkan aku, aku tidak bermaksud mendorongmu."Gadis itu nampak menyesali perbuatannya.
Xiao Han tersenyum karena mengerti apa yang di pikirkan gadis tersebut.
"Jangan di pikirkan. Sekarang pakaian mu basah akibat terciprat air, apakah kamu membawa pakaian ganti ?"
Gadis itu mengangguk."Ya..Aku membawa pakaian ganti."
"Baguslah, karena aku tidak memiliki pakaian lain untuk kamu gunakan. Jikapun ada, pasti tidak akan sesuai dengan kebutuhan mu."
Gadis itu tersenyum lucu menatap ke arah Xiao Han."Kamu sudah bicara seperti orang dewasa, apakah kamu tau apa itu teman ?"
Gadis kecil tersebut tersenyum lucu sebelum menjelaskan kepada Xiao Han apa arti teman.
"Teman adalah kata lain untuk seseorang yang sering kamu ajak bermain, sementara sahabat adalah teman terdekat yang biasanya selalu ada untuk seseorang tersebut dalam suka dan duka."
"Kamu ingin aku menjadi yang mana ?"Gadis itu tersenyum lembut menatap Xiao Han.
Xiao Han membalas senyuman gadis kecil tersebut dengan tersenyum manis.
"Aku ingin kamu tidak menjadi siapa-siapa bagiku, karena ikatan seperti itu tidak akan menjamin berapa lama kita bisa saling bersama..
"Aku hanyalah anak kecil berusia tujuh tahun, aku tidak memiliki apa-apa untuk membuatmu senang. Aku juga tidak memiliki keluarga, aku sama sekali tidak memiliki apapun."
Gadis kecil itu seketika mengerti mengapa Xiao Han tidak mau mengikat hubungan dengannya. Karena dari awal Xiao Han sudah berpikir, cepat atau lambat dirinya dan Xiao Han akan berpisah.
Lagian jika mengikat suatu hubungan maka akan membuat rasa sakit di hati ketika kedua orang itu terpisah, sehingga pilihan terbaik bagi Xiao Han hanyalah menganggap gadis kecil itu sebagai orang baik yang singgah di kehidupannya untuk sementara waktu.
Gadis kecil itu terkejut saat sesuatu yang dingin mengenai wajahnya,
ternyata Xiao Han sengaja mencipratkan air kepadanya.
"Jangan salah paham, aku melakukan itu agar kamu tidak terus melamun."Xiao Han tersenyum cerah.
Gadis itu nampak marah."Tidak, kamu pasti sengaja !
Keduanya pun terlibat pertarungan air di mana keduanya sama-sama nampak senang bermain, mereka bermain bersama, menangkap ikan dan berlari ke sana kemari sampai ikan yang di masak akhirnya matang.
Di saat sudah pasti bermain air,
gadis itu merasa sangat senang karena merasa sangat bebas.
"Han'gege, namaku Qian Yun. Aku berusia enam tahun, lebih muda satu tahun darimu."Kata gadis kecil itu memperkenalkan dirinya yang bernama Qian Yun kepada Xiao Han.
Gege / kakak laki-laki
Xiao Han mengangguk seraya tersenyum."Karena kamu lebih muda dariku, mulai sekarang aku akan memanggilmu adik Yu."
Xiao Han menoleh ke bawah pohon, dari kejauhan dia melihat ikan yang di bakar sudah matang. Xiao Han pun kembali menatap Qian Yu.
"Adik Yu, ikan yang ku bakar sudah matang. Ayo kita ke sana dan menikmati ikan itu bersama."
Qian Yu tersenyum senang, iapun mengangguk. Lalu keduanya berjalan bersama menuju ke bawah pohon sebelumnya, sebelum itu Qian Yun berjalan menuju ke sebuah batu besar di tepi sungai untuk mengganti pakaian.
Karena Qian Yun sedang mengganti pakaian, Xiao Han sampai lebih dulu. Iapun mengambil lagi sebuah daun lebar, lalu meletakan ikan patin yang sudah matang itu ke atas daun lebar tersebut.
Meski lapar Xiao Han lebih memilih menunggu Qian Yun untuk makan bersama. Sambil menunggu Qian Yu,
Xiao Han duduk di depan api unggun untuk mengerikan tubuhnya.
Tidak berselang lama Qian Yun datang dengan menggunakan gaun baru berwana biru muda, iapun melihat ikan patin yang sudah matang belum di sentuh sama sekali oleh Xiao Han.
Qian Yun merasa sesuatu yang berbeda dengan kebaikan hati Xiao Han, sangat berbeda dengan warga desa yang suka mementingkan diri sendiri.
Sehingga di mata Qian Yun, Xiao Han adalah orang spesial karena memiliki hati yang sangat baik.